ADVERTISEMENT

Ngeri! Mulut Wanita Ini Berdarah karena Gigit Potongan Kaca dalam Donat

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Sabtu, 23 Jul 2022 18:00 WIB
Ngeri! Mulut Wanita Ini Berdarah karena Gigit Potongan Kaca dalam Donat
Foto: Asia One
Jakarta -

Temuan benda asing dalam makanan berisiko membahayakan penikmatnya. Dinding mulut wanita di Singapura ini robek dan berdarah setelah ia melahap donat yang berisi pecahan kaca!

Pengalaman tak mengenakkan saat beli makanan dari restoran kerap terjadi. Salah satunya menemukan kontaminasi berupa benda-benda yang seharusnya tidak ada dalam makanan.

Sebut saja rambut, lalat, isian staples, dan banyak lainnya. Pada kasus terparah, benda itu bahkan bisa melukai si penikmat makanan.

Hal inilah yang dirasakan seorang wanita di Singapura bernama Thipjoy Napatsanan (35). Ia menceritakan pengalaman mengerikannya di Facebook pada Rabu (20/7).

Mengutip Asia One (21/7), Thipjoy diketahui membeli donat varian Double Choc Cake dari gerai Dunkin' Donuts' di AMK Hub. Saat menggigit donat, mulutnya terluka akibat irisan pecahan kaca berukuran 1 x 1.5 cm yang ada di dalamnya.

Baca Juga: Ada Kail Pancing di Kari Ikan, Pelanggan Ini Hanya Dapat Ganti Rugi Rp 2.000

Setelah melepehnya, ia begitu tak terima akan hal ini. Thipjoy kembali ke gerai tersebut untuk melayangkan protes pada pegawai. Ia kemudian diarahkan bertemu manajer Dunkin' Donuts'.

Ngeri! Mulut Wanita Ini Berdarah karena Gigit Potongan Kaca dalam DonatJenis donat yang dibeli Thipjoy dan ternyata mengandung pecahan kaca. Foto: Asia One

Thipjoy mengaku dirinya tak mengerti apa yang didiskusikan antara pegawai dengan manajernya. Mereka bicara dalam bahasa Malaysia.

Thipjoy harus menunggu selama 10 menit untuk mendapat permintaan maaf dari pihak Dunkin' Donuts'. Dirinya juga diberi pengembalian dana penuh sebesar SGD 2.20 atau sekitar Rp 23.700.

Dalam unggahan Facebook, Thipjoy menuliskan kekhawatirannya akan insiden ini. Ia mengatakan anak perempuannya beli donat di Dunkin' Donuts setiap hari setelah selesai sekolah.

"Kali ini saya beruntung bisa melepeh (pecahan kaca) tepat waktu. Jika anak saya makan donat ini atau anak lain memakannya, bagaimana jadinya?" kata dia.

Dia juga mempertanyakan, siapa yang harus bertanggung jawab jika dia menelan pecahan kaca itu? Bagaimana jika kaca itu melukai ususnya?

Baca Juga: Makan Nasi Padang, Netizen Dapat Bonus Mata Pancing Tajam

Meski hal itu tidak terjadi, Thipjoy yang bersuami orang Singapura mengatakan bahwa pecahan kaca itu telah merobek sisi kiri mulutnya. Dinding mulutnya pun tampak berdarah.

Meskipun lukanya tidak terlalu dalam, dia tetap mengunjungi dokter. Dirinya berakhir diberi obat kumur.

Ngeri! Mulut Wanita Ini Berdarah karena Gigit Potongan Kaca dalam DonatAdanya pecahan kaca dalam donat membuat dinding mulut Thipjoy berdarah akibat menggigitnya. Foto: Asia One

Thipjoy mengatakan bahwa manajer yang berbicara padanya juga seolah tidak percaya dengan kejadian yang ia alami. Manajer itu bahkan diduga menanyakan seberapa serius lukanya dan meminta pegawai agar membuat Thipjoy membuka mulutnya.

Atas insiden ini, Thipjoy juga mengadu pada Sandy Yu, direktur Golden Donuts yang mengoperasikan jaringan Dunkin' Donuts di Singapura. Pihaknya mengatakan sangat prihatin akan apa yang menimpa Thipjoy.

Mereka bilang tidak ada peralatan kaca di dapur atau toko mereka. Pihak Dunkin' Donuts pun putuskan bakal melakukan penyelidikan lebih lanjut. Selain itu, mereka meminta Thipjoy untuk mengirimi foto laporan medis dan tagihan jika dia ke rumah sakit akibat hal ini.

Ternyata Thipjoy bukan satu-satunya pelanggan yang sial menemukan benda asing dalam makanannya. Seorang food blogger di Australia juga pernah menemukan pecahan kaca.

Adalah Anita On-Chi yang membeli kwetiau goreng dari restoran PappaRich cabang Garden City. Betapa terkejutnya ia melihat ada pecahan kaca sebesar ibu jari orang dewasa saat mengaduk kwetiau.

Baca Juga: Hii.. Food Blogger Ini Temukan Pecahan Kaca Di Dalam Makanannya



Simak Video "Icip-icip Donat Bomboloni Isi Red Velvet hingga Lotus"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT