ADVERTISEMENT

Chef Ukraina Buka Resto di London, Pegawainya para Pengungsi Perang

Atiqa Rana - detikFood
Rabu, 06 Jul 2022 18:15 WIB
Chef Ukraina
Foto: Linda Nylind/The Guardian
Jakarta -

Seorang chef Ukraina membuka restoran di London yang harapannya juga bisa jadi 'kantor duta besar' kebudayaan di sana. Restoran ini pun terinspirasi dari mimpi untuk mengakhiri perang di negaranya.

Konflik antara Ukraina dengan Rusia telah berdampak besar bagi warga asal kedua negara tersebut. Namun kegelisahan dan dampak lebih besar dirasakan oleh masyarakat Ukraina.

Atas dasar inilah, seorang chef terkenal asal Ukraina bernama Yurii Kovryzhenko dan rekannya Olga Tsybytovska berencana meluncurkan sebuah pusat kebudayaan berbentuk restoran di Inggris yang terinspirasi oleh mimpinya untuk mengakhiri perang.

Melansir The Guardian (04/07), chef asal Ukraina itu akan mengubah restoran sebagai tempat untuk memamerkan makanan, seni, desain, dan minuman yang semuanya dibuat oleh para pengungsi Ukraina di Inggris.

Sebelumnya, Yurii dan Olga memang sudah berada di London, Inggris sejak Februari 2022. Mereka mengunjungi London dalam rangkaian acara di Kedutaan Ukraina. Namun karena kondisi di negara asalnya tidak kondusif, sejak saat itu mereka menetap di London dan menghadiri beberapa acara di sana.

Chef UkrainaChef terkenal asal Ukraina, Yurii Kovryzhenko dan Olga Tsybytovska berencana meluncurkan sebuah pusat kebudayaan berbentuk restoran di Inggris yang terinspirasi oleh mimpinya untuk mengakhiri perang. Foto: Linda Nylind/The Guardian

Saat ini kedua chef dari Ukraina itu ingin membuka restorannya sendiri dengan nama 'Mriya' yang berarti mimpi dalam Bahasa Ukraina. Makna di balik nama restoran itu sangatlah besar.

Nama ini juga merupakan pesawat terbesar di dunia buatan Ukraina yang dihancurkan pada minggu awal ketika perang terjadi. Yurii dan Olga berharap bahwa aksi mereka untuk menyajikan makanan Ukraina mampu menjadi wadah untuk memperkenalkan seni dan budaya Ukraina ke banyak orang.

Yurii telah menjadi chef selebriti yang kerap membantu negaranya dengan cara diplomasi kuliner. Dia mengungkapkan bahwa makanan adalah kekuatan terbesar di dunia yang sangat mungkin menjadi 'senjata' bagi suatu negara.

Dengan pembukaan restoran khas Ukraina ini, dia berharap bahwa ini bisa sekaligus membantu negaranya dalam mengakhiri perang.

Restoran Myria itu menawarkan berbagai macam makanan khas Ukraina seperti borscht, golubtsi yaitu kubis gulung yang terbuat dari bunga courgetti, dan Kabachkovi Oladky yaitu pancake dengan krim keju. Tak hanya makanan, restoran ini juga menyediakan bar yang penuh dengan beberapa minuman alkohol dan minuman fermentasi lainnya.

Chef UkrainaRestoran Myria itu menawarkan berbagai macam makanan khas Ukraina seperti borscht, golubtsi yaitu kubis gulung yang terbuat dari bunga courgetti, dan Kabachkovi Oladky yaitu pancake dengan krim keju. Foto: Linda Nylind/The Guardian

Restoran yang dibuka oleh kedua chef Ukraina ini sebenarnya menjadi salah satu bentuk bantuan mereka terhadap negaranya itu. Mereka telah merasa bersalah karena saat perang pecah, baik Yurii maupun Olga justru tidak bisa hadir untuk membela negara mereka.

Akhirnya mereka berpikir bahwa dengan membuka restoran, hal ini dapat membantu secara efektif untuk mengembalikan citra negaranya. "Saya menyadari bahwa kami bisa sangat membantu dengan melakukan penggalangan dana dan juga mempromosikan budaya kami," ucapnya.

Kekuatan militer bukanlah satu-satunya senjata yang bisa dimiliki oleh suatu negara. Tetapi budaya dan makanan juga bisa menjadi instrumen 'senjata' yang tak kalah penting.



Simak Video "Makan Nasi Padang Murah Meriah di Dekat Bandara Soetta"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT