Demi Keluarga, Eks Pembawa Berita TV Ini Jual Makanan di Pinggir Jalan

Atiqa Rana - detikFood
Senin, 20 Jun 2022 17:30 WIB
Mantan pembawa berita sekarang jual makanan di pinggir jalan
Foto: thequint.com
Jakarta -

Mantan pembawa berita di televisi (TV) ini sekarang jualan makanan di pinggir jalan. Hidupnya berubah drastis sejak ada konflik di negaranya.

Konflik yang terjadi di Afghanistan telah membawa dampak besar bagi masyarakat di sana. Setelah Taliban berhasil mengambil alih negara ini, beberapa peraturan pun berubah menjadi sangat ketat. Dampak itupun dirasakan oleh warga Afghanistan, termasuk mantan pembawa berita ini.

Sebelum Afghanistan dirampas oleh Taliban, Mosa Mohammadi adalah seorang jurnalis yang bekerja sebagai pembawa berita sekaligus reporter televisi. Dilansir dari thequint.com (17/06), Mosa Mohammadi telah berkecimpung di industri media sejak tahun 2011.

Namun sayangnya dia harus kehilangan pekerjaan tersebut setelah Taliban mengambil alih negara asalnya pada Agustus 2021. Karena hal tersebut, kini Mosa Mohammadi secara terpaksa beralih profesi menjadi seorang penjual makanan demi bisa menghidupi keluarganya.

Kisahnya jadi sorotan sejak foto mantan pembawa berita yang sedang menjual makanan ini beredar di sosial medial. Foto tersebut dibagikan oleh dosen Universitas Kabul dan mantan pembawa berita lainnya bernama Kabir Haqmal.

Mereka mengunggah foto melalui cuitan di Twitter dengan tujuan untuk menyoroti penderitaan orang Afghanistan yang sedang dilanda kemiskinan.

Mantan pembawa berita sekarang jual makanan di pinggir jalanFoto mantan pembawa berita ini dibagikan oleh dosen Universitas Kabul dan mantan pembawa berita lainnya bernama Kabir Haqmal. Foto: thequint.com

Pada foto, terlihat Mosa Mohammadi sedang duduk di pinggir jalan dengan makanan jualannya. Cuitan tersebut juga diberi sedikit keterangan tentang kehidupan Mosa sebagai mantan jurnalis yang harus mencari penghasilan dengan menjual makanan. Ternyata unggahan foto ini disoroti banyak netizen.

Berbicara kepada The Quint, Mohammadi menceritakan perjalanan karirnya yang berujung menyedihkan. Dia mengatakan bahwa setelah Taliban mengambil alih negaranya, saluran televisi tempat dia bekerja dulu yaitu Ariana News tidak mampu membayar gaji pegawai. Akhirnya semua pekerja disana dipecat termasuk dirinya.

Setelah harus keluar dari pekerjaannya tersebut, Mohammadi menganggur di rumah selama enam sampai tujuh bulan. Dia pun bingung bagaimana cara menghidupi keluarganya sementara kondisinya dia baru menikah dan ibunya jatuh sakit.

Mohammadi merasa bahwa dirinya tidak punya pilihan lain selain bekerja apa saja, yang penting mampu mendukung keluarganya. "Saya tidak punya pilihan lain, selain bekerja apapun yang saya temukan untuk bisa mendukung keluarga saya," ucapnya kepada The Quint.

Kakaknya yang bekerja di kantor pemerintahan pun tidak bisa membantu keuangan di rumah. Sampai akhirnya, kondisi tersebut mendorong Mosa untuk menjual samosa di jalanan demi bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Kini hal itu menjadi pekerjaan sehari-harinya.

Mantan pembawa berita sekarang jual makanan di pinggir jalanKondisi sulit mendorong Mosa untuk menjual samosa di jalanan demi bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Foto: thequint.com

Di balik keputusannya tersebut, tentu saja Mosa juga berusaha melamar pekerjaan di berbagai sektor mulai dari media, lembaga non pemerintahan, hingga sektor swasta. Sayangnya belum ada satupun yang meresponnya.

Unggahan viral tentang Mosa sampai melirik perhatian Ahmadullah Wasiq, Direktur Jenderal Radio dan Televisi Nasional Afghanistan. Dia berkicau di Twitter, mengatakan bahwa akan membantu para mantan pembawa berita yang kesusahan termasuk Mosa Mohammadi.

Kemenangan Taliban atas Afghanistan telah mendatangkan krisis ekonomi dan politik di negara tersebut. Selain masalah pekerjaan seperti yang dirasakan oleh mantan pembawa berita ini, beberapa masyarakat di sana terutama wanita, juga harus menghadapi masalah pendidikan, pekerjaan, dan kebebasan.



Simak Video "Bikin Laper: Gurih Manis Ayam Bakar yang Lagi Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/odi)