ADVERTISEMENT

Wow! Omzet Warung Makan Ayam di Bali Ini Capai Ratusan Juta/Bulan

Rhazes Putra - detikFood
Jumat, 03 Jun 2022 14:09 WIB
Ayam Gebuk Mak Ayam
Foto: Ayam Gebuk Mak Ayam
Jakarta -

Ayam adalah salah satu makanan paling populer di Indonesia karena banyak variasinya. Seperti ayam goreng, ayam bakar, ayam geprek, dan lain-lain. Biasanya mayoritas orang Indonesia menyantapnya dengan nasi.

Selain rasa yang lezat, daging ayam juga menyehatkan tubuh kita. Ayam mengandung vitamin B6, yang diperlukan oleh tubuh manusia untuk metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.

Lantaran jadi makanan terpopuler, ayam bisa menjadi ladang bisnis menggiurkan bagi kebanyakan orang. Wendy salah satunya, pemilik @ayamgebukmakayam_kuta di Bali ini terjun membuat lapak usaha di bidang kuliner pada 2017 silam. Usahanya ini berawal setelah ia pulang dari merantau di luar negeri.

"Dari keisengan setelah balik dari merantau di luar negeri, iseng membuka warung makan demi mengisi waktu, dan ternyata di luar ekspektasi kami, perlahan warung kami makin ramai pengunjung," ujarnya kepada detikcom.

Warung ini menyediakan berbagai variasi, seperti ayam crispy, ayam goreng, dan lain-lain. Yang paling khas dari warung makan ini adalah sambalnya yang berbeda dari warung makan lainnya. Di sini menyediakan beberapa varian sambal, seperti sambal mentah, sambal matah khas Bali, sambal terasi, dan masih banyak lagi.

Menu paling favorit di warung makan ini adalah 'Ayam Gebuk Crispy Sambal Gebuk Spesial'. Menu ini terdiri dari ayam, nasi, lalapan, tahu, tempe, dan sambal Gebuk spesial. Harga untuk menu favorit ini hanya Rp 18 ribu sudah beserta minumnya.

Diketahui warung makan ini mempunyai 4 cabang di Bali. Namun, semenjak pandemi banyak cabang yang harus tutup. Untungnya warung makan ini sudah berlangganan di mitra online seperti Grabfood, Gofood, Shopeefood. Adapun yang ia hasilkan per bulan dari penjualan ini mencapai Rp 700 jutaan. Angka ini didapatkan dari ribuan porsi yang terjual.

Ia mengatakan selama pandemi omzet warung makan ini turun lebih dari 50% dan juga pengurangan karyawan. Apalagi di Bali sangat bergantung kepada turis.

"Karena saat pandemi kota ini seperti kota mati, jalanan yang tadinya ramai sekarang jadi sepi senyap. Apalagi lokasi warung makan kami berpusat wilayah pariwisata di Kuta. Beruntungnya kami dari sejak awal sudah bekerja sama dengan platfom seperti Grab, Gofood, Shoppe dan ini sangat membantu omset kami, dengan berbagai promo menarik yang ditawarkan mulai dari promo coret, promo voucher, diskon dan lain-lain," ucapnya.

Selain bekerja sama dengan mitra online, Wendy juga mengikuti program pengembangan bisnis kuliner, seperti 'Kembangkan Bisnis Kulinermu'. Program ini digelar detikcom bersama Kraft Heinz Food Service dengan tujuan mendorong UMKM di Indonesia bisa terus maju.

"Program ini sangat membantu dalam membangun strategi bisnis berbagi pengalamannya ,sehingga bisa memotivasi pelaku UMKM untuk dapat bangkit dari pandemi ini,"

Alasan Wendy mengikuti program ini antara lain ingin meningkatkan omzet dan menjadikan usahanya lebih dikenal banyak orang. Ia juga ingin pembaca detikcom menjadikan Ayam Gebuk Mak Ayam sebagai alternatif kuliner jika berkunjung ke Bali.

"Harapan kami agar bisnis kami dapat dikenal masyarakat dan ingin meningkatkan omzet kami, kami juga berharap bisa menjadi alternatif kuliner bagi para wisatawan yang sedang berlibur di Bali," tutupnya.



Simak Video "Cuan Aman Saat Gencar Promosi"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT