ADVERTISEMENT

Rempeyek, Camilan Gurih Pelengkap Pecel Sayur Bisa Jadi Peluang Usaha

Rhazes Putra - detikFood
Rabu, 01 Jun 2022 07:35 WIB
Rempeyek kacang or peyek kacang is one of type traditional snack from java Indonesia. Rempeyek is fried rice flour mixed with water to form a thick mixture, peanuts fillings.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tyas Indayanti
Jakarta -

Peyek atau rempeyek kacang biasanya sejenis makanan pelengkap dari kelompok gorengan yang kerap dinikmati sebagai pelengkap pecel sayuran. Biasanya, rempeyek ini dibuat camilan karena rasanya gurih renyah hingga menambah nafsu makan.

Meskipun camilan ini terbuat dari bahan sederhana seperti tepung beras, bumbu, daun jeruk dan tambahan kacang, namun rempeyek jadi favorit banyak orang. Tak heran hal ini jadi kerap jadi ladang usaha banyak orang.

Azhari adalah salah satunya. Ia terjun membangun bisnis kuliner bersama ibunya dengan brand bernama Rempeyek Alamak setelah lulus kuliah pada tahun 2019 silam. Jalan ini ia pilih karena kesulitan mencari pekerjaan di tengah kondisi yang sakit.

"Karena waktu itu setelah lulus kuliah, saya kesulitan untuk mencari kerja. Terlebih kondisi saya yang waktu itu masih dalam proses penyembuhan dari sakit paru-paru. Diluar dugaan, bisnis bisa berjalan sampai sekarang," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia, usaha ini ia geluti bersama ibunya untuk mengisi waktu luang. Ia berharap dari usahanya tersebut bisa mendapat penghasilan lebih dan mampu mempekerjakan masyarakat sekitar.

"Agar dapat menghibur saya, ibu saya berinisiatif untuk membuat rempeyek dan dijual. Hitung-hitung bisa membuat saya tidak stress tapi juga mendapat penghasilan, syukur-syukur bisa mempekerjakan masyarakat sekitar," ujar Azhari.

Diketahui, berbeda dengan rempeyek lain, rempeyek buatannya menyediakan topping dan isian sesuai permintaan masyarajat agar rempeyek bisa lebih lezat untuk dikonsumsi. Selain rempeyek, tempat usahnya juga menyediakan cemilan dan oleh-oleh khas daerah.

Adapun pendapatan yang ia hasilkan per bulan dari jualan Rempeyek ini mencapai Rp 1 jutaan. Angka itu di dapat dari estimasi 1.200 pcs yang terjual. Untuk meningkatkan penghasilannya ini, ia pun membuka penjualan online.

"Harga bahan baku kian meningkat selama pandemi berlangsung. Karena pemesanan harus mengunjungi toko, saya menerapkan strategi dengan memulai penjualan lewat website online," tutur Azhari.

Selain itu, Azhari juga mengikuti program pengembangan bisnis kuliner, seperti 'Kembangkan Bisnis Kulinermu'. Diketahui acara tersebut digelar detikcom bersama Kraft Heinz Food Service untuk mendorong UMKM di Tanah Air bisa lebih maju.

Perlu diketahui, alasan Azhari mengikuti program tersebut adalah untuk mengembangkan bisnis kuliner yang ia jalankan saat ini dan bisa membantu sesama memberikan pekerjaan di masa pandemi saat ini.

"Luar biasa, banyak ilmu yang terserap. Saya berharap produk kuliner saya bisa dikenal dan berkembang lebih pesat. Dan yang paling penting banyak pengalaman yang diperoleh saat mengikuti program ini," tutupnya.

(ads/ads)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT