ADVERTISEMENT

Sajian Lezat Lebaran

5 Fakta Menarik Ketupat, Diperkenalkan Sunan Kalijaga pada Abad 15

Yenny Mustika Sari - detikFood
Selasa, 26 Apr 2022 15:02 WIB
Fakta Menarik Ketupat
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Ketupat jadi hidangan ikonik lebaran yang tak pernah terlewatkan. Menilik sejarahnya, ketupat sudah ada sejak abad ke-15 dan diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga.

Ketupat merupakan olahan nasi yang dibungkus daun kelapa berbentuk persegi empat, teksturnya padat. Biasanya potongan ketupat ini disajikan bersama sayur labu siam atau nangka dan lauk khas lainnya.

Hidangan ini merupakan ikonik dari lebaran. Wajib disajikan oleh masyarakat Indonesia saat merayakan lebaran Idul Fitri karena sudah menjadi tradisi setiap tahunnya. Ternyata tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

Baca Juga: Debat Kue Kering Lebaran Paling Enak, Netizen Setuju Pilih Kue Nastar

Dilansir dari berbagai sumber, berikut fakta menarik ketupat lebaran.

1. Sejarah Ketupat

Fakta Menarik KetupatFakta Menarik Ketupat Foto: Getty Images/iStockphoto

Menurut Hermanus Johannes de Graaf selaku ali sejarah asal Belanda dalam buku berjuul 'Malay Annual', ketupat pertama kali muncul di Jawa pada abad ke-15. Saat itu merupakan era Kerajaan Demak.

Diketahui kalau ketupat pertama kali dikenalkan oleh Sunan Kalijaga. Saat itu Sunan Kalijaga membawa ketupat dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Ketupat digunakan karena Sunan Kalijaga biasa menggunakan pendekatan budaya. Saat itu ketupat dipilih karena dekat dengan kebudayaan masyarakat Jawa. Sejak itu penyebaran agama Islam meluas di tanah Jawa.

2. Filosofi Ketupat

Fakta Menarik KetupatFakta Menarik Ketupat Foto: Getty Images/iStockphoto

Ketupat tak hanya sekadar olahan beras berbungkus daun kelapa muda tapi juga memiliki sejumlah filosofi mendalam. Setiap unsur dari ketupat memiliki filosofi.

Dimulai dari daun kelapa muda atau janur dalam bahasa Jawa merupakan akronim dari 'Janna Nur' yang berarti cahaya surga. Akronim lain dari janur yaitu 'Jatining Nur' yang artinya hati nurani.

Proses pembuatan ketupat yang harus dianyam juga memiliki filosofi. Anyaman ketupat yang rumit menggambarkan keragaman masyarakat Jawa yang harus dieratkan dengan silaturahmi. Beras sebagai isian ketupat juga memiliki filosofi nafsu duniawi.

Baca Juga: Kisah Mantan Pegawai Bank Sukses Jual Kue Kacang Beromzet Rp 1 Miliar



Simak Video "Laris Manis! Cangkang Ketupat Diburu Masyarakat Jelang Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT