Kue Lebaran

Mau Jual Kue Kering? Begini Cara Menentukan Harga Menurut Chef Yongki Gunawan

Yenny Mustika Sari - detikFood
Jumat, 22 Apr 2022 17:37 WIB
Kue kering.
Foto: Hakim Ghani/detikJabar
Jakarta -

Banyak penjual kue kering musiman di bulan Ramadan. Jangan asal menentukan harga, harus ada perhitungan matang agar tak merugi menurut chef Yongki Gunawan.

Bulan Ramadan ini dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk menjual kue kering. Dikarenakan kue kering selalu menjadi suguhan andalan setiap lebaran Idul Fitri.

Banyak industri kue kering musiman yang bermunculan. Seperti ibu rumah tangga yang membuat kue di rumah lalu ditawarkan ke tetangga maupun kerabat.

Kebanyakan kue kering yang dijual adalah nastar dan kastengel. Harganya juga bervariasi, satu stoplesnya dibanderol mulai dari Rp 40.000-an. Banyak juga yang harga jualnya tinggi berdasarkan bahan bakunya.

Chef Yongki Gunawan menjelaskan kalau tak boleh asal-asalan dalam menentukan harga jual kue kering. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbankan agar harganya masuk akal dan tak merugi.

Lewat Reels Instagram @yongki_gunawan_kue (20/4), chef senior ini memberikan informasi tersebut secara lengkap. Ia mengungkapkan kalau ada banyak orang yang mengajukan pertanyaan soal menentukan harga kue yang tepat.

Yongki GunawanYongki Gunawan Foto: detikFood

Baca Juga: Resep Gurame Bakar Bumbu Kecap Cabe yang Gurih Pedas

"Ini kita akan bicarakan soal sistem penjualan kue kering yang tepat di Indonesia. Anda harus memikirkan juga proses bikinnya. Yang perlu diingat dalam proses bikin kue kerin yaitu adonannya kira-kira memerlukan waktu sekitar 10 menit cukup kok," ujar chef Yongki Gunawan.

"Nah yang keduanya ini mulai berat, proses membentuk. Dalam membentuk aja dibagi 2, contohnya kayak nastar. Dia harus bikin selai nanasnya, bikinnya aja 3-4 jam. Belum dia membentuknya satu per satu. Belum ditimbang. Udah selesai kan, udah jadi kan itu butuh waktu 2 jam lho kalau kamu kerjain sendiri," lanjutnya.

Chef Yongki Gunawan mengingatkan pentingnya memasukkan faktor waktu dalam menentukan harga kue kering. Jangan hanya mengkalkulasi biaya bahan bakunya saja. Dikarenakan prosesnya yang lama, tentu saja membuat tubuh lelah.

5 Cara Membuat Nastar Anti Gagal dari Chef Yongki Gunawan5 Cara Membuat Nastar Anti Gagal dari Chef Yongki Gunawan Foto: iStock

"Jadi kalau mau menjual kue kering yang tepat adalah waktunya mesti dihitung, berapa orang yang kerja. Walaupun Anda sendirian yang kerja harus dihitung tenaga Anda berapa. Itu masukkan semuanya ke dalamnya," jelas chef Yongki Gunawan.

Baca Juga: Pastriella: Cookies, Ongol-ongol dan Kue Singkong Premium Dikemas Cantik

"Umpamanya Anda kerja mungkin gaji Rp 50 ribu, masukkan dulu ke dalamnya. Baru Anda ambil untung. Jadi jangan bikin oh ya udah cuma ngitung harga, Anda salah," imbuhnya.

Saat menentukan harga kue kering, jangan pernah juga samakan dengan toko lain. Karena bahan baku setiap toko dibeli dengan cara berbeda. Seperti toko-toko, biasanya mengambil bahan baku langsung dari pabrik. Bukan dari eceran di pasar.

Nastar kekinian buatan Chef Yongki GunawanNastar kekinian buatan Chef Yongki Gunawan Foto: dok.detikFood

Selain harga bahan baku yang lebih murah, ada beberapa toko yang telah menggunakan tenaga mesin. Sehingga tenaga manusia tak lagi dimasukkan dalam faktor menentukan harga kue kering tersebut.

"Jadi kalau Anda mau jualan, khususnya ibu rumah tangga, sebaiknya jual kelasnya di premium (karena lebih menguntunkan)," kata chef Yongki Gunawan.

Chef Yongki Gunawan juga mengungkapkan kapan waktu yang tepat untuk menjual kue, khusus penjual musiman yang dikerjakan oleh ibu rumah tangga. Ada 4 musim, yaitu saat Ramadan, Natal, Tahun Baru, dan Imlek.

Baca Juga: Sedih! Gerai Nasi Kari 45 Tahun Ini Terpaksa Tutup karena Tak Punya Penerus



Simak Video "Berburu Kue Lebaran di Pasar Mayestik"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/odi)