ADVERTISEMENT

Restoran Ramen 'No Pork No Lard' Belum Tentu Halal, Ini Sebabnya

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Kamis, 31 Mar 2022 12:30 WIB
Ichisan Ramen
Foto: detikcom/Riska Fitria
Jakarta -

Beberapa gerai ramen menyertakan keterangan 'no pork no lard' untuk mendeskripsikan menunya. Muslim sebaiknya tak terkecoh karena belum tentu ramen 'no pork no lard' adalah ramen halal.

Ramen merupakan hidangan mie khas Jepang yang populer di Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah gerai ramen di tanah air. Jenisnya bervariasi, dari yang terjangkau hingga premium.

Biasanya gerai ramen premium mengusung konsep autentik Jepang. Tak sedikit yang belum memiliki sertifikat halal sehingga mereka kerap mendeskripsikan menunya dengan keterangan 'no pork no lard'.

Sesuai artinya, gerai ramen tersebut berarti tidak memakai bahan berupa daging atau lemak babi. Tapi Muslim sebaiknya memahami bahwa klaim 'no pork no lard' bukan menunjukkan ramen tersebut halal.

Dian Widayanti sekalu kreator konten yang kerap membahas makanan halal membeberkan alasan mengapa ramen 'no pork no lard' belum tentu halal? Mengutip unggahan TikTok-nya (3/6/2022), ia mengatakan, "Yang haram itu sebenarnya bukan cuma babi dan minyaknya."

Ichisan RamenRamen bisa jadi haram karena memakai kaldu berbahan tulang babi. Foto: detikcom/Riska Fitria

Ramen bisa jadi haram karena beberapa hal. Pertama dari kuahnya yang mungkin tonkotsu. "Biasanya berasal dari tulang babi yang direbus selama berjam-jam," katanya.

Kedua, ada penggunaan miso yaitu bumbu khas Jepang yang dibuat dari fermentasi kacang kedelai dan garam. "Nggak semuanya haram teman-teman, tapi yang di Jepang, yang beredar lebih banyak yang mengandung alkohol."

Dian juga mengatakan telur dalam hidangan ramen yang biasanya berwarna cokelat juga berpotensi tidak halal lantaran penggunaan shoyu. "Nah shoyu ini banyak sekali yang mengandung alkohol," ujarnya. Shoyu singkatnya adalah kecap asin khas Jepang.

Selain itu, topping daging pada ramen Jepang meski bukan babi, pastikan tidak melibatkan alkohol dalam proses masaknya. "Karena sering kali daging-dagingan ini direndam atau dimarinasi dengan arak masak angciu, sake, mirin, dan lain sebagainya," lanjut Dian.

Bumbu-bumbu masak Jepang seperti sake, mirin, dan cuka itulah yang mungkin mengandung alkohol. "Jadi restoran ramen dengan klaim 'no pork no lard' itu tidak cukup," kata Dian di akhir video.

Keterangan MUI soal 'no pork no lard' ada di halaman selanjutnya.



Simak Video "Menjajal Ramen Autentik Khas Jepang di Kawasan SCBD"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT