5 Tradisi Makan Bersama Saat Isra Miraj di Indonesia

Devi Setya - detikFood
Senin, 28 Feb 2022 13:00 WIB
Tradisi Makan Bersama Saat Isra Miraj
Foto: Antara
Jakarta -

Di Indonesia banyak tradisi yang digelar untuk memperingati hari besar keagamaan. Termasuk tradisi makan bersama dan kirab gunungan yang diadakan untuk memperingati Isra Miraj.

Peringatan Isra Miraj yang jatuh setiap tanggal 27 Rajab atau bertepatan dengan hari ini, Senin (28/2) memiliki makna mendalam bagi umat muslim. Isra Miraj adalah dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah beliau mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Seperti momen hari besar lainnya, Isra Miraj juga kerap diperingati dengan tradisi yang dilakukan masyarakat di beberapa daerah di Indonesia. Tradisi ini tak luput dari kuliner.

Masyarakat menggelar acara makan bersama hingga membuat gunungan yang terdiri dari bahan makanan serta hasil bumi. Tujuan digelarnya tradisi ini tak lain sebagai ungkapan rasa syukur.

Sebut saja di Cirebon, masyarakat kerap menggelar acara Rajaban yang diisi dengan kegiatan ziarah makam, acara pengajian hingga menyantap nasi bogana bersama. Atau di Magelang ada tradisi Ambengan yang digelar dengan acara makan bersama.

Tak hanya di Jawa, ada juga masyarakat Bangka Belitung yang juga punya tradisi makan bersama yang populer dengan sebutan Nganggung.

Berikut beberapa tradisi yang digelar saat memperingati momen Isra Miraj:

1. Rajaban, Cirebon

Masyarakat Cirebon punya tradisi yang digelar ketika memperingati Isra Miraj. Tradisi yang digelar setiap tahun secara turun temurun ini disebut dengan Rajaban. Berasal dari kata Rajab, yakni bulan kejadian Isra Miraj dalam kalender Islam.

Saat menggelar Rajaban, masyarakat akan berziarah ke makam Pangeran Panjuan dan Pangeran Kejaksan di Plangon Cirebon. Tak hanya itu, rangkaian acara kemudian digelar juga pengajian di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Usai acara pengajian, masyarakat akan duduk bersama untuk menikmati nasi bogana dengan aneka lauk seperti telur rebus, tempe orek, sayur kacang panjang, ayam suwir dan serundeng. Tradisi ini mengandung makna kebersamaan.

Tawu Beji Tradisi Rajaban di Purworejo, Selasa (10/4/2018).Tradisi Rajaban Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

2. Ambengan, Magelang

Setiap momen Isra Miraj, masyarakat Magelang, Jawa Tengah memiliki tradisi Ambengan. Acara ini digelar dengan tujuan sebagai ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT.

Ambengan digelar dengan acara makan bersama. Masyarakat akan duduk lesehan untuk menikmati makanan yang disajikan dengan alas daun pisang. Biasanya tradisi ini digelar malam hari selepas sholat Maghrib. Acara makan pun sering dilakukan di masjid atau musholla.

3. Nyadran Siwarak, Semarang

Di Semarang juga ada tradisi yang digelar untuk memperingati Isra Miraj. Tradisi yang dikenal dengan sebutan Nyadran Siwarak ini diisi dengan rangkaian kegiatan kirab yang mengarak replika burung Siwarak. Replika burung sirawak ini dibuat menggunakan hasil bumi seperti sayuran dan buah.

Usai diarak keliling, semua hasil bumi ini biasa diperebutkan masyarakat. Selain itu ada juga tradisi makan bersama yang digelar masyarakat. Selain sebagai simbol rasa syukur, tradisi ini membantu mempererat tali persaudaraan antar masyarakat.



Simak Video "Warga Polewali Mandar Pesta Durian: Makan Sepuasnya Gratis!"
[Gambas:Video 20detik]