Kenapa Valentine Identik dengan Cokelat? Ini Jawabannya

Riska Fitria - detikFood
Senin, 14 Feb 2022 10:30 WIB
Valentine identik dengan cokelat
Foto: iStock
Jakarta -

Hari Valentine umumnya dirayakan dengan memberi cokelat kepada kekasih. Namun, tahukah kamu mengapa hari Valentine identik dengan cokelat?

Hari Valentine atau hari kasih sayang dirayakan setiap tahun, tanggal 14 Februari. Momen ini dimanfaatkan dengan saling memberi hadiah kepada pasangan sebagai tanda kasih sayang.

Beberapa hadiah yang umumnya diberikan adalah bunga dan cokelat. Ya, cokelat tak pernah absen dalam setiap perayaan hari Valentine. Itu karena cokelat memiliki filosofi yang romantis.

Dikutip dari History.com, cokelat melambangkan kasih sayang, kenyamanan, dan sensualitas. Dulu, cokelat dianggap sebagai makanan mewah yang diperuntukkan untuk suku elit, yakni Maya dan Aztec.

Baca Juga: Slurpp! Ramen Kuah Cokelat Ini Dibuat Khusus untuk Valentine

Valentine identik dengan cokelatCokelat melambangkan kasih sayang dan sensualitas Foto: iStock

Selain itu, mereka percaya bahwa cokelat memiliki manfaat kesehatan. Semakin berjalannya waktu, cokelat pun semakin populer. Bahkan kepopulerannya sampai ke Eropa.

Namun pada saat itu, cokelat belum dikaitkan dalam perayaan Valentine. Hingga pada tahun 1840-an, ada hari Valentine sebagai hari libur untuk merayakan kasih sayang.

Dan gagasan itu ramai dilakukan oleh masyarakat Eropa. Saat itu masyarakat memberikan hadiah kepada pasangannya. Kemudian muncullah sosok yang dikenal bernama Richard Cadbury.

Cadbury merupakan seorang keturunan keluarga produsen cokelat Inggris. Ia juga bertanggung jawab pada penjualan cokelat tersebut. Cadbury melakukan sebuah inovasi untuk meningkatkan penjualannya.

Baca Juga: Kini Giliranmu Dapat Oven Listrik GRATIS, Begini Caranya

Valentine identik dengan cokelatCokelat kemudian dikemas pada kotak yang romantis Foto: iStock

Inovasi dilakukan dengan menambahkan mentega pada biji kakao untuk menghasilkan rasa cokelat yang lebih enak. Saat itulah, Cadbury tidak sengaja menghasilkan varian cokelat baru.

Varian tersebut adalah cokelat hitam atau dark chocolate. Ia kemudian menyadari peluang bisnisnya, sehingga Cadbury mulai menjual cokelat yang dikemas menggunakan kotak indah.

Kemudian ia menaruh gambar Cupid dan bunga mawar di atas kotak berisi cokelat berbentuk hati. Sejak saat itulah muncul gagasan bahwa cokelat dijadikan sebagai hadiah Valentine.

Masyarakat pada era Victoria tahu bahwa cokelat adalah simbol kasih sayang. Pada masa itu, laki-laki muda selalu menggunakan cokelat untuk mendekati perempuan.

Valentine identik dengan cokelatPria biasanya memberi cokelat ketika ingin mendekati wanita Foto: iStock

Di samping itu, cokelat juga diibaratkan dengan hubungan dan seks, sehingga perempuan lajang diminta untuk tidak menerima cokelat dari laki-laki yang tidak dikenal.

Saat itu, perempuan memberikan cokelat kepada laki-laki dianggap sebagai hal yang tabu. Seiring berjalannya waktu, anggapan tabu itu mulai hilang.

Berawal dari Eropa, kebudayaan memberi cokelat pada hari Valentine kemudian mulai populer hingga ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Perayaan hari Valentine sendiri sebenarnya ditujukan untuk menghormati seseorang bernama Valentine yang merupakan martir Katolik.

Baca Juga: Tak Sekadar Ikon Valentine, Cokelat dan Cinta Punya Hubungan Erat



Simak Video "Intip 5 Rekomendasi Tempat Kencan Valentine Romantis!"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)