Awalnya Kangen Masakan Bali, Kini Malah Jadi Pendatang Rezeki

Dea Duta Aulia - detikFood Jumat, 28 Jan 2022 13:05 WIB
Ayam Betutu, the popular roast chicken dish from Bali. Stuffing of cassava and spices are stuffed inside the chicken. The chicken is garnished with kaffir lime leaves, red chili peppers and lime halves. Foto: Getty Images/iStockphoto/MielPhotos2008
Jakarta -

Keistimewaan Bali tidak hanya tercermin dari pariwisata alamnya saja. Namun, kulinernya yang memiliki cita rasa khas dan otentik seakan menghipnotis setiap orang yang menikmatinya.

Kelezatan dari kuliner khas Bali kerap membuat para wisatawan merasa kangen dan ingin kembali mengunjungi Pulau Dewata. Hal serupa juga dirasakan oleh warga asli Bali yang merantau ke daerah lain. Salah satunya Ira Rahmawati pemilik UMKM kuliner Kampoeng Balibon di Bogor.

Ira bercerita, awal memulai bisnis tersebut didasari karena kerinduannya terhadap kampung halaman di Bali. Berawal dari situ, ia mulai mencoba membuat menu makanan khas Bali yakni Ayam Betutu dan Sate Plecing.

"Bermula dari kerinduan pada kampung halaman di Bali terutama rasa masakannya yang sangat khas dan otentik, usaha bermula di akhir tahun 2017 dengan melayani pesanan 2 jenis menu saja yaitu ayam betutu dan sate plecing," kata Ira beberapa waktu lalu.

Selain dikonsumsi pribadi, dua menu tersebut pun dibagikan kepada para tetangga di sekitar rumahnya. Upaya Ira untuk memperkenalkan dua menu makanan tersebut pun mendapatkan sambutan baik dari para tetangga. Mereka menyukai makanan tersebut bahkan melakukan pre order.

"Sistem pre-order dari tetangga di dalam kompleks perumahan," katanya.

Sayangnya saat pandemi COVID-19 melanda, Kampung Balibon terpaksa harus ditutup. Penutupan tersebut sontak memberikan efek negatif pada bisnisnya.

"Sangat (terdampak pandemi COVID-19), restoran terpaksa kami tutup," katanya.

Beragam cara dilakukan Ira untuk bangkit dari masalah tersebut. Tak hanya itu, ia juga mencoba beradaptasi salah satunya dengan memanfaatkan layanan daring.

"Melayani pemesanan melalui online dengan sistem pre-order," katanya.

Langkah yang diambil oleh Ira tak hanya sebatas masuk ke sistem daring saja. Namun, ia juga turut merawat hubungan baik dengan seluruh konsumen setianya. Berkat usahanya itu pun, ia bisa mengantongi omzet hingga Rp 5 juta rupiah per bulan.

"Menjaga hubungan baik dengan pelanggan sehingga promosi menjadi sangat terbantu,"katanya.

Upaya lainnya untuk mengembangkan bisnis kuliner Kampung Balibon yakni dengan mengikuti program pengembangan usaha 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' dari detikcom bersama Kraft Heinz Food Service. Program tersebut sengaja digelar oleh detikcom dan Kraft Heinz Food Service untuk mendukung usaha kuliner Tanah Air agar bisa naik kelas.

Program tersebut sengaja diikuti Ira untuk menambah wawasan dalam mengembangkan usaha.

"Ingin menambah wawasan dan berharap tetap bisa mengembangkan usaha yang sudah dirintis, menjadi kuat dengan paparan pengetahuan dan pengalaman yang dishare oleh para pengisi acara," katanya.

Melalui program ini, ia berharap agar bisnisnya kembali bangkit serta bisa dikenal oleh banyak orang dan mampu menjangkau banyak konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.

"Usaha bisa bangkit kembali dan produk dapat dikenal dan diterima oleh masyarakat Indonesia lebih luas lagi, bersyukur jika sampai ke luar negeri," tutupnya.



Simak Video "Ciptakan Inovasi untuk Hadirkan Peluang Baru Usahamu"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com