7 dari 10 Orang Masih Enggan Makan Serangga Untuk Selamatkan Bumi

Sonia Basoni - detikFood
Kamis, 13 Jan 2022 13:30 WIB
makan serangga
Foto: iStock
Jakarta -

Serangga disebut sebagai salah satu makanan di masa depan yang lebih ramah lingkungan. Tapi faktanya, 7 dari 10 orang di dunia masih enggan memakan serangga untuk selamatkan bumi.

Selama beberapa tahun terakhir, serangga terus dikembangkan menjadi bahan makanan, bahkan diprediksi sebagai makanan di masa depan. Dalam beberapa penelitian terakhir, serangga dianggap sebagai sumber makanan alternatif yang bernutrisi.

Namun rupanya, tak semua orang mau memakan serangga. Hal ini terbukti dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Food Standards Agency (FSA). Mereka melakukan survei, apakah orang-orang mau mencoba 'Bushtucker Trial Diet'. Pola makan ini menganjurkan orang-orang untuk menyantap makanan aneh yang dianggap menjijikkan. Seperti serangga, ulat hingga makanan dari lab.

Baca Juga: Ada Minuman Unik Rasa Serangga, Kemasannya Bergambar Kecoa" selengkapnya

Hasilnya FSA menemukan adanya 67% orang-orang yang enggan untuk mencicipi serangga. Sementara 13% lainnya masih mempertimbangkan keputusan mereka, begitu juga dengan 11% orang yang menganggap serangga tampak lezat. Sisanya sekitar 37% mengaku mau menyantap serangga dalam bentuk makanan.

7 Serangga Ini Bisa Dimakan, Bahkan Dianjurkan PBB!Orang masih enggan makan serangga. Foto: iStock

Tak hanya survei tentang kerelaan orang-orang mengonsumsi serangga, FSA juga melakukan survei seputar konsumsi makanan dari tumbuhan (plant based), dan daging buatan lab (lab grown meat).

Hasilnya 6 dari 10 responden mau mengonsumsi makanan dari tumbuhan. Tetapi sekitar 36% responden memiliki preferensi untuk tetap menyantap daging tradisional seperti sapi atau ayam.

Sisanya pilihanmereka tetap terbagi. Ada yang masih menimbang, ada juga yang teguh dan tak mau mencicipi daging buatan lab dan sebagainya.

Survei ini diikuti lebih dari dua ribu orang. Hampir 90% koresponden mengaku pernah mendengar tentang makanan protein dari tumbuhan. Sementara 80% lainnya mengaku bahwa sudah familiar dengan makanan dari serangga, begitu juga dengan daging tiruan dari lab.

Menurut Professor Robin May, selaku Kepala Penasihat Ilmiah FSA, studi ini menunjukkan pentingnya peran konsumen untuk menentukan regulasi tentang keamanan pangan.

FSA memang memiliki misi untuk mendukung inovasi di industri makanan. Terutama makanan yang memiliki potensi manfaat bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan serta meningkatkan perekonomian.

Survei ini dilakukan agar pelaku industri makanan terutama makanan serangga, plant based dan lab grown meat lebih siap meluncurkan produk mereka di pasaran. Agar orang bisa lebih mudah menerima makanan yang ditawarkan.

"Prioritas kami adalah melindungi konsumen, dengan memastikan bahwa semua makanan aman untuk dikonsumsi. Kami menyadari potensi dari sumber protein alternatif yang bisa meningkatkan kesehatan, sekaligus sebagai bagian dari sistem pangan berkelanjutan yang ramah lingkungan," jelas Profesor May.

Ulat Hong Kong Jadi Serangga Pertama yang Disetujui Sebagai Makanan di EropaSerangga, ulat hingga daging tiruan lab jadi sumber makanan untuk selamatkan bumi Foto: iStock

Profesor May lebih lanjut menuturkan, bahwa survei ini bisa menjadi acuan minat konsumen. Meski kebanyakan konsumen atau orang-orang mau mencoba sumber alternatif protein baru, tapi banyak orang yang masih ragu untuk mencobanya.

Mereka takut bahwa makanan-makanan ini tidak aman untuk dikonsumsi.Karenanya penting untuk pelaku industri makanan meyakinkan konsumen, bahwa semua makanan seperti serangga dan sebagainya sudah diproses sesuai kebijakan keamanan pangan yang berlaku.

Sampai saat ini FSA masih terus bekerja dengan berbagai pihak dari industri makanan, untuk menyusun strategi pasar agar pelaku industri bisa membantu memperkenalkan makanan dari sumber protein alternatif ini ke pasar.

Sebelumnya sudah banyak olahan serangga dari berbagai negara yang digemari banyak orang. Seperti inago hingga tarantula goreng.

Baca Juga: Nyam! 7 Olahan Serangga Ini Mungkin Bikin Kamu Doyan Menyantapnya" selengkapnya



Simak Video "Asam Segar Gado-gado Bon Bin yang Sudah Ada Sejak 1960"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)