Netizen Ini Dibully Karena Tak Mau Makan Ayam yang Digoreng dengan Minyak Jelantah

Devi Setya - detikFood
Sabtu, 20 Nov 2021 08:00 WIB
minyak jelantah
Foto: iStock
Jakarta -

Seorang netizen membagikan video saat ia membeli ayam goreng yang dimasak menggunakan minyak jelantah yang sudah hitam. Ia pun dibully ratusan netizen, padahal niatnya jaga kesehatan.

Pengguna akun Tiktok @muftyumam merekam video saat ia membeli ayam goreng. Ketika hendak dimasak, ia melihat wajan berisi minyak goreng yang sudah hitam. Tak mau ambil risiko, ia lantas mengurungkan niatnya untuk makan ayam goreng ini.

"Udah terlanjur pesan ayam goreng, pas aku liatin lagi ternyata minyak gorengnya item banget kaya gini. Akhirnya aku bungkus aja buat kasih ke orang. Gajadi aku makan di tempat. Bukan sok ga mau makan, tapi ini demi kesehatan," ujar sang pemilik akun.

Netizen Ini Dibully Karena Tak Mau Makan Ayam yang Digoreng dengan Minyak JelantahNetizen Ini Dibully Karena Tak Mau Makan Ayam yang Digoreng dengan Minyak Jelantah Foto: TikTok @muftyumam

Ternyata video yang dibagikan ini justru mendapat respon negatif dari ribuan netizen. Ada lebih dari 41 ribu komentar netizen yang justru menyudutkan sang pemilik akun.

Banyak juga netizen yang menceritakan pengalamannya makan makan yang dimasak menggunakan minyak jelantah namun tetap sehat. Bahkan minyak jelantah dianggap sebagai hal yang lumrah untuk mengolah masakan.

"Yang makan pake minyak bekas ikan asin,, kalian masih hidup kan?
Aq juga masih bisa bernafas smpe detik ini," ujar netizen.

"Inilah namanya gaya elit Ekonomi susah.. gak mau makan masakan nya setidaknya jangan menjatuhkan usahanya,, karna perkataan mu menghinanya brayy," sahut netizen lain.

"Woyy... biarpun kamu pakai minyak goreng yg baru dibeli tetap hitam kali kalau dipake goreng ayam bumbu. soalnya itu efek bumbunya yg ketabur diminyak," beber netizen lain.

Soal minyak jelantah yang dipakai untuk mengolah masakan memang tidak disarankan karena bisa memicu berbagai penyakit.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut resiko yang bisa dialami ketika makan makanan yang diolah dengan minyak jelantah.

1. Kandungan minyak berubah

Minyak goreng yang digunakan sehari-hari biasanya berasal dari minyak kelapa sawit. Ketika minyak ini dipanaskan berulang kali maka akan terjadi proses oksidasi. Hal ini menghasilkan radikal bebas dan senyawa toksik yang bersifat sebagai racun bagi tubuh manusia.

Tidak bisa dianggap remeh, radikal bebas dalam minyak jelantah bersifat sangat reaktif. Beberapa efeknya adalah dapat merusak protein, gugus nonprotein, lipid, karbohidrat, dan nukleotida dalam tubuh. Jika dilakukan secara terus menerus, efeknya akan terasa dalam jangka panjang.

2. Minyak jelantah yang masih boleh dipakai

Semakin sering dipakai untuk menggoreng, maka tampilan minyak akan berubah. Tak hanya itu, kandungan nutrisi dalam minyak juga berubah secara total karena efek panas yang dipaparkan secara terus-menerus.

Namun ada juga minyak bekas yang masih bisa digunakan asalkan warnanya tidak berubah pekat menjadi cokelat atau hitam. Pastikan juga minyak tidak berbau tengik serta tidak kental dan lengket. Umumnya, minyak bisa dipakai menggoreng hingga 2-3 kali tergantung bahan yang dimasak.

minyak jelantahNetizen Ini Dibully Karena Tak Mau Makan Ayam yang Digoreng dengan Minyak Jelantah Foto: iStock/Serious Eats

3. Dapat mengganggu kesehatan usus

Salah satu bahaya minyak jelantah adalah risiko kerusakan jaringan di usus halus. Usus halus sendiri berperan penting dalam penyerapan nutrisi dari makanan sebelum diedarkan ke seluruh tubuh melalui darah.

Kerusakan jaringan dipicu oleh perubahan asam lemak bebas pada minyak goreng yang digunakan secara berulang. Ketika kesehatan usus halus terganggu maka akan memicu inflamasi atau peradangan yang efeknya mengganggu penyerapan nutrisi makanan.

4. Menyebabkan risiko penyakit jantung


Konsumsi makanan yang digoreng dengan minyak jelantah memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah. Hal ini berdampak pada penghambatan aliran darah menuju jantung. Dengan demikian fungsi kerja jantung akan terganggu.

Penyempitan pembuluh darah juga bisa meningkatkan tekanan di dalamnya. Jantung akan dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika hal itu berlangsung dalam waktu cukup lama, kinerja jantung bisa semakin menurun. Apalagi jika tidak diimbangi dengan asupan makanan sehat serta olahraga fisik.

5. Memicu keracunan

Efek negatif yang bisa dirasakan langsung ketika makan makanan yang digoreng dengan minyak jelantah adalah keracunan. Bahaya minyak jelantah yang satu ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang tumbuh pada minyak tersebut.

Salah satu bakterinya adalah Clostridium botulinum. Bakteri ini dapat membuat seseorang mengalami botulisme, yaitu keracunan makanan yang bisa berdampak fatal. Gejalanya mulai dari rasa pusing, sakit perut, diare hingga mual dan muntah.



Simak Video "Beli Takjil di Sini Bisa Dapat Minyak Goreng dengan Harga Murah"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)