ADVERTISEMENT

Netizen Ini Dibully Karena Tak Mau Makan Ayam yang Digoreng dengan Minyak Jelantah

Devi Setya - detikFood
Sabtu, 20 Nov 2021 08:00 WIB
minyak jelantah
Foto: iStock

2. Minyak jelantah yang masih boleh dipakai

Semakin sering dipakai untuk menggoreng, maka tampilan minyak akan berubah. Tak hanya itu, kandungan nutrisi dalam minyak juga berubah secara total karena efek panas yang dipaparkan secara terus-menerus.

Namun ada juga minyak bekas yang masih bisa digunakan asalkan warnanya tidak berubah pekat menjadi cokelat atau hitam. Pastikan juga minyak tidak berbau tengik serta tidak kental dan lengket. Umumnya, minyak bisa dipakai menggoreng hingga 2-3 kali tergantung bahan yang dimasak.

minyak jelantahNetizen Ini Dibully Karena Tak Mau Makan Ayam yang Digoreng dengan Minyak Jelantah Foto: iStock/Serious Eats

3. Dapat mengganggu kesehatan usus

Salah satu bahaya minyak jelantah adalah risiko kerusakan jaringan di usus halus. Usus halus sendiri berperan penting dalam penyerapan nutrisi dari makanan sebelum diedarkan ke seluruh tubuh melalui darah.

Kerusakan jaringan dipicu oleh perubahan asam lemak bebas pada minyak goreng yang digunakan secara berulang. Ketika kesehatan usus halus terganggu maka akan memicu inflamasi atau peradangan yang efeknya mengganggu penyerapan nutrisi makanan.



Simak Video "Beli Takjil di Sini Bisa Dapat Minyak Goreng dengan Harga Murah"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT