Tuai Kontroversi, Perusahaan Ini Jual ASI Secara Komersil

Devi Setya - detikFood Selasa, 31 Agu 2021 12:00 WIB
Canggih! Peneliti Klaim Bisa Memproduksi ASI di Laboratorium Foto: Getty Images/iStockphoto/opel_ru
Jakarta -

Sebuah perusahaan mengolah ASI menjadi produk yang siap jual. Bisnis ini diklaim bisa membantu ibu yang melahirkan bayi prematur, sayangnya penjualan ASI ini justru menuai kontroversi.

Air Susu Ibu (ASI) otomatis diproduksi secara alami oleh ibu yang baru saja melahirkan. Namun ada beberapa ibu yang memiliki ASI sedikit atau tidak lancar. Solusinya adalah memberi susu formula untuk bayi.

Bagi ibu yang tetap ingin memberi ASI sambil menunggu produksi ASI lancar, biasanya akan mencoba mencari donor ASI. Banyak pendonor ASI yang memberikan secara cuma-cuma karena produksi ASI mereka sangat berlimpah.

Mother is pouring milk from breast milk storage bags to baby bottle with measuring scale,  Breast Pumping milk concept. selective focus.Tuai Kontroversi, Perusahaan Ini Jual ASI Secara Komersil Foto: Getty Images/iStockphoto

Ternyata donor ASI ini dilirik perusahaan untuk membuat ASI kemasan yang kemudian akan dijual secara komersil untuk mendapat keuntungan.

Dilansir dari BBC (30/8) perusahaan bernama NeoKare Nutrition yang berlokasi di Redditch, Worcestershire, Inggris sengaja mengumpulkan ASI dari para pendonor untuk kemudian disaring dan diolah hingga menjadi ASI kemasan yang bisa dijual. Pihak perusahaan mengklaim, mereka mendapat pesanan dari para orangtua bayi yang ingin membeli ASI ini.

Sayangnya, tidak semua pihak menganggap ASI komersil ini membantu para ibu yang memiliki bayi. Ada banyak juga yang merasa keberatan dengan praktik jual beli ASI.

National Childbirth Trust (NCT) telah menulis surat kepada pemerintah Inggris dan menyatakan bahwa ASI tidak boleh dibeli atau dijual. Selama ini solusi bagi ibu yang kekurangan ASI adalah mencari donor ASI.

Di lain sisi, ada ibu yang merasa terbantu dengan adanya ASI komersil ini. Salah satunya Megan Golub, ibu beranak 3 ini mengatakan ia dan suaminya sangat terbantu dengan adanya NeoKare karena anaknya, Oliver tetap bisa mengonsumsi ASI.

Perusahaan ini mengklaim sebagai satu-satunya perusahaan di Eropa yang menjual 100% produk ASI dan mengatakan itu membantu bayi prematur dan ibu dengan masalah menyusui. Seorang staf pemasaran Jessica Preston menjelaskan ASI ini dijual dengan harga £45 (Rp 890 ribu) untuk enam botol ASI masing-masing berisi 50 ml.

ASI ini berasal dari ibu-ibu yang mendonorkan ASI. Adanya biaya yang dikenakan untuk ASI komersil ini disebutkan untuk proses pasteurisasi yang menjamin kebersihan dan keamanan susu.

Salah satu pendonor ASI, Claudia Campbell mengatakan akan memerah ASI lalu membekukannya sebelum diolah oleh perusahaan NeoKare. Claudia mengaku mendapat uang untuk setiap ASI yang diberikan.

"Saya bukan ingin menghasilkan banyak uang atau semacamnya. Ini adalah perasaan yang luar biasa ketika mengetahui bahwa saya membantu seseorang di luar sana," kata Claudia.

Sebenarnya untuk memproduksi ASI dibutuhkan beberapa faktor, termasuk asupan nutrisi ibu serta suasana hati. Perlu diakui, hormon dalam tubuh ibu mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI.

Berikut makanan untuk memperbanyak produksi ASI secara alami:


1. Daun katuk

Daun katuk sudah lama dikenal sebagai booster ASI alami. Tak heran, orang tua zaman dulu akan menyarankan ibu menyusui untuk mengonsumsi banyak sayur katuk. Tanaman dengan nama latin Sauropus androgynus ini mengandung protein dalam jumlah tinggi.

Dalam 100 gram daun katuk mengandung 6,4 gram protein yang mampu membantu memperbanyak produksi ASI. Ibu menyusui membutuhkan 20 gram asupan protein lebih banyak dibandingkan wanita biasa.

Daun katuk bisa diolah dengan cara dibuat sayur bening atau dijadikan campuran pada masakan lain misalnya urap atau bakwan. Kini juga banyak suplemen ekstrak daun katuk yang dibuat untuk ibu menyusui.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com