Peneliti Berhasil Membuat Ekstrak Vanila dari Botol Plastik

Devi Setya - detikFood Senin, 28 Jun 2021 19:30 WIB
Sirop Vanila Foto: iStock
Jakarta -

Botol plastik yang selama ini menjadi limbah ternyata bisa diolah jadi ekstrak perasa vanila. Ekstrak ini bisa dicampurkan dalam makanan dan aman dikonsumsi.

Botol plastik selama ini menjadi limbah yang tak terelakkan. Proses daur ulang yang memakan waktu lama membuat banyak orang berpikir untuk mengolahnya menjadi barang yang lebih bermanfaat. Salah satunya diolah menjadi ekstrak perasa vanila.

Sekilas kabar ini agak membingungkan karena botol plastik terbuat dari bahan yang tidak bisa dimakan. Sementara ekstrak perasa vanila adalah produk makanan yang dikonsumsi dan masuk dalam tubuh manusia.

Sirop VanilaPeneliti Berhasil Membuat Ekstrak Vanila dari Botol Plastik Foto: iStock

Dilansir dari Independent (25/6) para peneliti dari University of Edinburgh memanfaatkan bakteri hasil rekayasa genetik untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi ekstrak vanila.

"Ini merupakan pertama kalinya bahan kimia bisa menguntungkan setelah didaur ulang. Dari limbah plastik bisa menjadi cara yang efektif untuk memerangi krisis limbah plastik global," kata para peneliti.

Para peneliti menggunakan mikroorganisme yang sudah direkayasa. Bakteri bernama Escherichia coli ini membantu mengurai plastik polietilen tereftalat polimer (PET) menjadi vanillin, ekstrak yang yang banyak digunakan di berbagai industri.

Ekstrak ini ditemukan dalam makanan dan produk kosmetik. Ekstrak vanila aslinya berasal dari ekstrak biji vanili yang memberi rasa dan aroma khas vanila.

Ekstrak ini dibanderol dengan harga mahal dan permintaannya sangat tinggi hampir di seluruh dunia. Selain dibuat dalam versi asli ekstrak vanila juga dapat dibuat secara sintetis. Faktanya, sekitar 85 persen produksi ekstrak vanila dunia diproses menggunakan bahan petrokimia.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Green Chemistry ini menemukan proses mengubah plastik menjadi ekstrak vanila yang ringan dan bisa dimanfaatkan dalam industri.

Joanna Sadler, salah satu peneliti mengatakan: "Ini adalah contoh pertama penggunaan sistem biologis untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi bahan kimia industri yang berharga dan memiliki implikasi yang sangat berguna bagi ekonomi sirkular."

Stephen Wallace, yang juga melakukan penelitian tersebut, menambahkan: "Pekerjaan kami menantang persepsi bahwa plastik adalah sampah yang bermasalah dan sebaliknya menunjukkan penggunaannya sebagai sumber karbon baru yang dapat menghasilkan produk bernilai tinggi."

Penelitian ini masih harus dimatangkan lagi untuk memastikan ekstrak vanila yang dicampurkan dalam makanan ini tidak memberi dampak buruk bagi kesehatan.



Simak Video "Menyantap Tteokbokki hingga Cheese Ramyun Sambil Lesehan"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com