5 Fakta Telur Pitan, Telur 1.000 Tahun dari China yang Dimasak di MasterChef Indonesia

Sonia Basoni - detikFood Minggu, 20 Jun 2021 14:30 WIB
century egg , chinese food Foto: iStock

3. Mengolah Telur Pitan

Telur pitanTelur pitan Foto: Istimewa

Setelah telur melalui proses pengawetan selama berbulan-bulan, telur pitan bisa dimakan langsung tanpa perlu dimasak ulang. Apalagi kebanyakan orang-orang di China, menggunakan telur pitan seperti hidangan pendamping. Mungkin mirip dengan hidangan sejenis cakwe.

Sementara jika Di Hong Kong, orang-orang lebih suka memakan telur pitan dalam versi gorengannya. Telur pitan dicelupkan ke dalam adonan tepung, kemudian digoreng hingga garing.

Lalu di Taiwan, telur pitan umumnya dimakan bersama tahu rebus yang sudah didinginkan kemudian ditambahkan serutan ikan cakalang kering atau katsuobushi. Terakhir di Indonesia, telur pitan jadi topping favorit makan bubur oriental sampai jadi isian sayuran tumis.

4. Harga Telur Pitan di Pasaran

Telur pitanTelur pitan Foto: Istimewa

Harga telur pitan di pasaran cukup beragam, harganya memang relatif lebih tinggi dibandingkan telur asin atau telur ayam biasa. Tentunya harganya sepadan dengan proses pengawetan yang lama hingga rasanya yang unik dan memiliki ciri khas.

Biasanya satu butir telur pitan dijual dengan harga kisaran Rp 9.500 - Rp 15.000. Sementara di toko online, kisaran harga telur pitan ini per paket isi 6 butir dijual di harga Rp 55.000 ke atas.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Puas Menyantap Bubur Ayam Klasik Bergaya China "
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com