5 Kontroversi Nasi Padang dan Rendang yang Pernah Viral

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Selasa, 01 Jun 2021 19:00 WIB
5 Kontroversi Nasi Padang dan Rendang yang Pernah Viral Foto: National Geographic
Jakarta -

Kelezatan nasi padang dan rendang Minang telah mendunia, namun siapa sangka pernah ada 5 kontroversi menyangkut keduanya. Berikut informasinya.

Membicarakan nasi padang dan rendang Minang lain seolah tak ada habisnya. Beragam pilihan lauk dengan aneka bumbu rempah yang nikmat membuat kelezatan masakan dari Sumatera Barat ini mendunia.

Nasi padang bahkan menjadi salah satu makanan khas Indonesia yang paling populer di luar negeri. Ini terlihat dari banyaknya restoran Indonesia di sana yang menawarkan menu nasi Padang atau lauk Minang seperti rendang, balado, dan gulai.

Namun siapa sangka di balik kepopulerannya, nasi padang dan rendang Minang pernah menjadi kontroversi karena beberapa hal. Salah satu yang terbaru karena deskripsi kurang tepat dari sebuah kafe di Singapura.

Lalu ada juga kontroversi nasi padang karena dipadukan dengan menu Meksiko, burrito. Juga seruan boikot nasi padang yang pernah viral di masa pemilihan presiden Indonesia tahun 2019.

Berikut 5 kontroversi nasi padang dan rendang Minang yang pernah viral:

1. Nasi padang 'sehat' tanpa 'zat kotor'

5 Kontroversi Nasi Padang dan Rendang yang Pernah Viral5 Kontroversi Nasi Padang dan Rendang yang Pernah Viral Foto: Instagram theritual.sg

Kafe The Ritual di Singapura menuai kontroversi setelah coba menyajikan nasi padang yang lebih sehat. Pihaknya tidak memakai kuah santan dan lauk jeroan sehingga tampilan nasi padang pun terlihat kering, tanpa siraman kuah gulai seperti biasanya.

Sayangnya pihak kafe memberikan deskripsi kurang tepat pada menu sehatnya dengan menyebut nasi padang tanpa zat kotor/menjijikkan (the nasties). Hal inilah yang kemudian menimbulkan kritik tajam dari netizen Indonesia.

Banyak netizen merasa The Ritual secara tidak langsung menghina kuliner dan budaya Indonesia. "Perlu dipahami ya, nasi Padang itu adalah identitas budaya. Nasi Padang sudah ada sebelum kafe anda buka, makanan itu tercipta dengan segala kondimen pentingnya. Jangan asal ubah!," tulis seorang netizen.

Kejadian ini berakhir dengan permintaan maaf dari pihak kafe. "Kami benar-benar minta maaf kalau unggahan kami menyinggung kamu atau komunitas kamu. Dan bukan maksud unggahan ini untuk menjelekkan seseorang atau sebuah budaya," tulis The Ritual.

Baca Juga: Sajikan Nasi Padang tanpa 'Zat Kotor', Kafe di Singapura Ini Dikritik dan Minta Maaf

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com