Sajikan Nasi Padang tanpa 'Zat Kotor', Kafe di Singapura Ini Dikritik dan Minta Maaf

Riska Fitria - detikFood Senin, 31 Mei 2021 11:00 WIB
Sajikan Nasi Padang tanpa Zat Kotor, Kafe di Singapura Ini Dikritik dan Minta Maaf Foto: Instagram
Jakarta -

Alih-alih dapat pujian, sebuah kafe di Singapura ini justru dapat kritik tajam dari netizen Indonesia. Itu karena mereka sajikan nasi Padang dengan versi tanpa 'zat kotor'.

Kelezatan nasi Padang memang sudah tidak diragukan lagi bahkan sudah mendunia. Nasi Padang juga banyak ditawarkan oleh restoran atau kafe di luar negeri, mulai dari negara Asia hingga Eropa.

Seperti di Singapura misalnya, kafe The Ritual baru-baru ini menawarkan menu nasi Padang. Namun, nasi Padang yang ditawarkan bukan seperti nasi Padang pada umumnya yang disiram kuah gulai dan lauk jeroan.

Baca Juga : 10 Lauk Nasi Padang Enak, Yang Mana Favoritmu?

Sajikan Nasi Padang tanpa 'Zat Kotor', Kafe di Singapura Ini Dikritik dan Minta MaafSajikan Nasi Padang tanpa 'Zat Kotor', Kafe di Singapura Ini Dikritik dan Minta Maaf Foto: Instagram

Lewat Instagramnya @theritual.sg, kafe tersebut mengatakan bahwa nasi Padang versi mereka tanpa zat kotor, maksudnya tanpa kuah santan dan lauk jeroan. Mereka juga memperlihatkan sajian nasi Padang tersebut.

Kondimen nasi Padang itu terdiri dari nasi, daging ayam atau daging sapi, terong, telur dan perkedel. "The Ritual Nasi Padang tanpa zat-zat kotor. Makan tanpa rasa bersalah, beneran," tulisnya dalam caption.

Unggahan tersebut langsung viral. Bukannya mendapat pujian, kafe tersebut justru mendapat kritik tajam dari netizen Indonesia. Banyak netizen yang menyebut bahwa kafe tersebut secara tidak langsung menghina kuliner dan budaya Indonesia.

Diberi Sedikit Sambal dan Kuah saDiberi Sedikit Sambal dan Kuah saat Beli Nasi Padang, Netizen Ini Beri PesanSajikan Nasi Padang tanpa 'Zat Kotor', Kafe di Singapura Ini Dikritik dan Minta Maaf. Foto: TikTok @hugoalzaiddan90 / iStock

"Woi dimana-mana yang namanya nasi Padang ya pake kuah santan, ada lauk jeroan, tunjang, paru, otak. Kalau kayak gitu namanya bukan nasi Padang. Ini namanya penistaan nasi Padang," tulis netizen.

"Perlu dipahami ya, nasi Padang itu adalah identitas budaya. Nasi Padang sudah ada sebelum kafe anda buka, makanan itu tercipta dengan segala kondimen pentingnya. Jangan asal ubah!," tulis netizen lainnya.

Bahkan kasus tersebut juga ditanggapi langsung oleh Kevindra Prianto Soemantri, seorang penulis sekaligus Restaurant Observer. Ia mengatakan kalau tak ada satu budaya yang lebih unggul dari yang lain.

"Untuk nasi Padang yang 'menjijikkan' yang Anda maksud adalah produk identitas budaya," tulisnya lewat kolom komentar.

Diberi Sedikit Sambal dan Kuah saat Beli Nasi Padang, Netizen Ini BerDiberi Sedikit Sambal dan Kuah saat Beli Nasi Padang, Netizen Ini Beri PesanSajikan Nasi Padang tanpa 'Zat Kotor', Kafe di Singapura Ini Dikritik dan Minta Maaf. Foto: iStock

Bukan hanya komentar negatif, netizen juga ramai-ramai memboikot kafe tersebut. Menanggapi hal itu, kafe The Ritual kemudian menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka lewat unggahan di Instagram.

"Kami benar-benar minta maaf kalau unggahan kami menyinggung kamu atau komunitas kamu. Dan bukan maksud unggahan ini untuk menjelekkan seseorang atau sebuah budaya," tulisnya.

Lebih lanjut, mereka menyebut kalau sebenarnya mereka sangat menyukai nasi Padang. Namun, mereka ingin membuat versi lebih sehat dengan penafsiran mereka sendiri. Nasi Padang versi mereka itu juga untuk mengikuti kebutuhan orang berdiet.

The Ritual sendiri merupakan kafe yang fokus menyajikan menu-menu dengan resep kombinasi budaya barat dan timur. Misalnya seperti masakan Jepang dan China.

Selain aneka kopi, The Ritual juga menawarkan menu-menu sehat. Mulai dari smoothie, salad, avocado toast dan lainnya. Lokasi kafe ini berada di Bukit Timah, Singapura.

Baca Juga : Cuma Rp 10.000, Bisa Puas Makan Nasi Padang di Sini!



Simak Video "Unik! Burrito Nasi Padang yang Rasanya Tetap Nendang"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com