7 Makanan Enak Ini Pernah Dilarang Beredar, dari Jelly Hingga Caviar

Diah Afrilian - detikFood Selasa, 25 Mei 2021 10:30 WIB
7 Makanan Enak Ini Pernah Dilarang Beredar, dari Jelly Hingga Caviar, Foto: iStock
Jakarta -

Isu kontroversial juga seringkali terjadi pada makanan. Beberapa makanan ini pernah dilarang untuk dikonsumsi sebelum menjadi makanan yang populer.

Kontroversi tidak hanya selalu berkaitan dengan artis. Isu kontroversial juga tidak jarang berkaitan dengan makanan. Mulai dari nutrisi hingga beberapa alasan lainnya seringkali menjadi pertimbangan makanan untuk layak dikonsumsi atau tidak.

Setiap negara juga memiliki peraturan yang berbeda-beda terkait perizinan makanan di dalam negerinya. Beberapa negara ada yang melarang makanan yang dianggap lazim untuk dikonsumsi di negara lainnya.

Bahkan jika melihat sejarah di masa lampau, beberapa makanan yang sekarang telah populer pernah dilarang di beberapa negara dengan alasan tertentu. Mulai dari jeli hingga mangga, ternyata makanan-makanan ini pernah dilarang di beberapa negara.

Berikut ini 7 makanan yang pernah dilarang di beberapa negara menurut MSN Lifestyle (24/5).

7 Makanan Enak Ini Pernah Dilarang Beredar, dari Jelly Hingga Caviar,7 Makanan Enak Ini Pernah Dilarang Beredar, dari Jelly Hingga Caviar, Foto: iStock

1. Permen Jelly

Permen Jelly atau biasa dikenal dengan konjac dilarang untuk beredar di persekutuan negara-negara Eropa, Australia dan beberapa negara lainnya. Padahal di negara-negara Asia seperti Jepang, Korea hingga Indonesia, konjac bisa ditemukan dijual secara bebas di supermarket hingga minimarket setempat.

Menurut negara-negara yang melarang konjac ini, tekstur konjac cukup berbahaya terutama jika dikonsumsi oleh anak kecil. Tekstur konjac yang kenyal dianggap dapat membuat anak kecil tersedak dan sangat berbahaya.

Baca juga: Mewah Tapi Dikecam, 5 Daerah Ini Larang Warganya Santap Foie Gras

2. Permen Karet

Permen karet banyak digunakan untuk menyegarkan mulut hingga membersihkan makanan yang menyelip pada rongga gigi. tetapi hal ini justru bertolak belakang dengan peraturan pemerintah Singapura.

Pada tahun 1992 hingga 2004, peraturan pemerintah untuk melarang konsumsi permen karet di Singapura diberlakukan dengan tujuan menjaga lingkungan agar bersih dari sampah permen karet yang sembarangan. Hingga akhirnya permen karet diperbolehkan untuk dikonsumsi tetapi dianggap sebagai therapeutic yang hanya dijual di apotek.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com