Krisis Ekonomi Akibat COVID-19, Warga di Myanmar Makan Tikus

Riska Fitria - detikFood Senin, 26 Okt 2020 16:30 WIB
Peternak ular dan tikus gulung tikar Foto: AFP
Jakarta -

Mengalami krisis akibat pandemi COVID-19, masyarakat miskin di Myanmar terpaksa mengonsumsi tikus dan ular demi bertahan hidup.

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan krisis ekonomi di seluruh dunia. Krisis parah tersebut menyebabkan banyak kasus kelaparan.

Seperti yang terjadi di Myanmar, tepatnya di Hlaing Thar Yar, sebuah kawasan miskin di kota Yangon. Ma Suu, salah satu warga di sana menceritakan bagaimana mereka berjuang demi bisa bertahan hidup.

Krisis Ekonomi Akibat COVID-19, Warga di Myanmar Makan TikusKrisis Ekonomi Akibat COVID-19, Warga di Myanmar Makan Tikus Foto: Reuters

Baca Juga : Gara-gara Video Masak di YouTube, Makan Tikus Semakin Populer di China

Untuk makan, mereka terpaksa mengonsumsi ular dan tikus. Hewan-hewan tersebut diambil dari saluran air dan semak-semak yang berada di dekat tempat tinggalnya.

"Orang-orang memakan tikus dan ular. Tanpa penghasilan mereka perlu makan seperti itu untuk memberi makan anak-anak mereka," ujar Ma Suu, seperti yang dikutip dari AsiaOne (25/10).

Lebih lanjut, Ma Suu menceritakan bahwa ia telah melakukan banyak cara untuk bisa membeli makanan. Pada gelombang pertama virus corona Maret lalu, ia telah menutup kios saladnya.

Krisis Ekonomi Akibat COVID-19, Warga di Myanmar Makan TikusKrisis Ekonomi Akibat COVID-19, Warga di Myanmar Makan Tikus Foto: Reuters

Ia pun menggadaikan perhiasan serta emas untuk membeli makanan. Kemudian, di gelombang ke dua saat pemerintah setempat membuat peraturan untuk tetap di rumah, Ma Suu kembali menutup kiosnya.

Ma Suu pun menjual pakaian, piring dan panci miliknya. Sang suami yang seorang pekerja konstruksi juga harus dirumahkan, sehingga tidak ada penghasilan.

Hal tersebut juga dialami oleh warga lainnya. Oleh karena itu, mereka mengandalkan tikus, reptil dan serangga untuk dijadikan makanan.

Sementara itu, pihak Administrator lokal, Nay Min Tun menyebut bahwa sekitar 40% rumah tangga di Hlaing Thar Yar telah menerima bantuan.

Krisis Ekonomi Akibat COVID-19, Warga di Myanmar Makan TikusKrisis Ekonomi Akibat COVID-19, Warga di Myanmar Makan Tikus Foto: Reuters

Begitupun dengan Myat Min Thu, anggota parlemen partai yang berkuasa di daerah tersebut mengatakan bantuan Pemerintah dan sumbangan pribadi sedang didistribusikan.

Namun, ia mengatakan kalau tidak semua orang dapat tercakup dengan bantuan tersebut. Di Myanmar sendiri virus corona mencapai lebih dari 40.000 kasus dan 1.000 kematian.

Myanmar merupakan salah satu negara di Asia Tenggara dengan kasus tertinggi. Dan lockdown di Yangon telah menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan pekerjaan.

Baca Juga : Karena Rasanya Enak, Tikus Jadi Hidangan Populer di 5 Negara Asia Ini



Simak Video "Rekomendasi Sambal buat Kamu"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)