Pencinta Kopi, Ini Bedanya Cappuccino Basah dan Kering

Odilia WS - detikFood Kamis, 22 Okt 2020 06:00 WIB
Beda cappuccino basah dan kering Foto: iStock
Jakarta -

Cappuccino merupakan salah satu minuman kopi terpopuler di dunia. Campuran espresso dan susu ini ternyata punya berbagai versi racikan.

Kafe dan coffee shop makin banyak bermunculan seiring bertambahnya penggemar kopi di dunia. Karenanya coffee shop juga mulai memberikan pelayanan lebih spesifik bagi pencinta atau penggemar kopi yang datang.

Meskipun racikan kopi terdiri dari campuran espresso dan susu tetapi banyak istilah yang dipakai. Banyak pencinta kopi mulai memakai istilah yang terdengar rumit. Seperti triple low-fat, no foam latte, non-fat, extra foam, soy cappuccino, dan lain-lain. Tujuannya mendapatkan racikan kopi yang pas.

Cappuccino merupakan racikan kopi khas Italia yang namanya terinspirasi dari warna jubah para pendeta. Minuman ini diracik dari 2 shot espresso diberi lapisan steamed milk dan selapis buih susu atau foam milk di atasnya. Kadang diberi taburan cokelat bubuk.

Beda cappuccino basah dan keringBeda cappuccino basah dan kering Foto: iStock

Steamed milk berbeda dengan foamed milk. Steamed milk dihasilkan melalui proses mengepulkan susu melalui uap yang disembur dengan tekanan tinggi, sehingga menghasilkan buih-buih halus, memakai steam wand yang ada di mesin espresso.

Sementara foamed milk atau frothed milk merupakan buih halus mengembang yang dihasilkan dari proses mengocok susu panas dengan milk frother atau pengocok susu elektronik. Saat dikocok kencang susu yang mengandung protein, gula dan lemak akan mengembang.

Cappuccino pada dasarnya diracik dari perbandingan yang sama antara espresso, steamed milk dan foamed milk. Tetapi kini ada dua tipe cappuccino yang disukai penggemar kopi. Wet cappuccino dan dry cappuccino. Apa beda keduanya?

Beda cappuccino basah dan keringBeda cappuccino basah dan kering Foto: iStock

Istilah 'wet' atau basah merujuk pada cappuccino rasanya lebih creamy karena memakai banyak steamed milk. Sementara 'dry' cappuccino memakai lebih banyak frothed milk.

Cappuccino versi basah lebih manis karena rasa susu dominan dan mengurangi rasa pahit espresso. Sebaliknya dry cappuccino lebih terasa pahit espressonya. Buih pada kopi ini lebih tahan lama karena kering. Kedua jenis cappuccino ini bisa dibuat latte art buihnya.

Tetapi kini beberapa coffee shop juga punya 'bone dry' cappuccino. Racikan cappuccino tanpa steamed milk hanya foam atau buih susu saja. Sebaliknya ada juga 'super wet cappuccino yang sebenarnya adalah latte, hanya espresso dan steamed milk saja.

Minum kopi adalah selera pribadi. Yang terpenting, saat memesan kopi, tentukan dulu jenis susu. Mau susu full cream, non fat atau susu nabati seperti almond dan susu kedelai.

Selanjutnya tentukan jenis pemanis, seperti sirup caramel, hazelnut, dan lain-lain. Barulah tambahan topping, seperti whipped cream, kayu manis bubuk atau marshmallow.



Simak Video "Ngopi Cantik di Coffee Shop Besar nan Modern"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)