Netizen Debat Sengit Soal Rawon Warteg Berkuah Kuning

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Rabu, 09 Sep 2020 10:30 WIB
Rawon warteg berkuah kuning Foto: dok. detikFood

2. Sentilan Arie Parikesit

Rawon warteg berkuah kuningRawon warteg berkuah kuning Foto: dok. detikFood

Pegiat kuliner sekaligus CEO Kelana Rasa, Arie Parikesit menyentil unggahan resep rawon warteg itu. Ia me-mention akun Twitter @kulinersurabaya dan @MakanMasak dengan keterangannya, "Rawon kuning jare."

Komentarnya lalu mendapat tanggapan dari pihak Masak TV. Mereka menulis, "Dulu kami juga kaget nih mas pas liat rawon warteg sampe penasaran dan bikin video ini." Masak TV menyertakan tautan video YouTube mereka yang berjudul "Rawon Warteg | Kenapa Rawon Warteg tidak hitam?"

Video ini menampilkan Alvin Kapau dan Mariyo Suniroh yang berbincang mengenai asal-usul rawon warteg. Mariyo merupakan pendiri Kafha Paramadina, Laboratory for Humanity & Culture. Sementara Alvin adalah sosok di balik Masak TV yang juga seorang street food enthusiast.

3. Kenapa rawon warteg warnanya kuning?

Rawon warteg berkuah kuningRawon warteg berkuah kuning Foto: YouTube Masak TV

Dalam video berdurasi 52 menit ini terungkap alasan kenapa rawon warteg warnanya kuning. "Kenapa rawon di Tegal warnanya gini?" tanya Alvin. Mariyo menjelaskan, "Orang Tegal itu orang yang inklusif, terbuka. Jadi penyebutan rawon ini bisa jadi pas masak, ada orang: 'Wah ini rasanya apa ya?' (lalu dijawab) 'oh rawon aja ya'."

Mariyo juga menceritakan keluarganya mengenal rawon itu bukan hidangan berkuah hitam dari Surabaya, melainkan sebutan potongan daging. "Waktu aku remaja, kalau ikut nenek ke pasar, dia itu nyebut daging tetelan itu 'rawon sekilo'." Lalu untuk bumbunya kuning, berupa bumbu gulai.

Mariyo menekankan rawon warteg tidak pakai keluak, tapi tetap disebut rawon di kota asalnya. "Kalau misalnya mau diganti gulai daging, ya silakan saja. Tapi kalau orang yang biasa makan di warteg tahunya rawon berkuah kuning," ujar Mariyo.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Bikin Laper: Santapan Serba Rawon hingga Empal Gentong"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com