Tempe Semangit yang Bikin Masakan Jawa Unik Sedapnya

Devi Setya - detikFood Sabtu, 18 Jul 2020 08:00 WIB
nasi sambal tumpang untuk sarapan Foto: Instagram
Jakarta -

Bagi masyarakat Jawa, tempe semangit merupakan bumbu masakan yang bikin masakan unik sedapnya. Dikenal sebagai tempe busuk atau tempe yang disimpan melebihi batas fermentasi.

Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, ada beberapa masakan yang diolah menggunakan tambahan tempe semangit. Tempe semangit merupakan tempe yang disimpan lebih lama dari batas fermentasinya. Bukan benar-benar busuk tetapi proses awal menjadi busuk. Karenanya rasanya lebih asam dan teksturnya lembek basah maka masyarakat menyebutnya sebagai tempe bosok atau busuk.

Semangit sendiri artinya 'sangit' atau beraroma tajam menyengat. Meskipun tempe ini tergolong 'kematangan' tapi di Jawa jenis tempe ini laris manis. Merupakan bumbu penting dalam berbagai masakan. Aroma sangit atau asapnya membuat masakan jadi unik rasa dan aromanya.

Berikut beberapa fakta seputar tempe semangit dan hidangannya.

Baca juga : Tempe Semangit yang Sedap Bikin Kangen

1. Terbuat dari tempe segar

TempeTempe Foto: Getty Images/iStockphoto/BanarTABS


Tempesemangit dibuat dari tempe segar yang berkualitas. Tempe yang sebenarnya sudah siap olah ini kemudian sengaja disimpan selama 2-3 hari setelah umur tempe masak. Tempe yang 'over fermentation' ini akan membuat jamur menjadi basah kecokelatan.

Dari jamur tempe yang mulai menyatu dengan kedelai mempengaruhi rasa dan aroma tempe. Tempe semangit bisa dibuat sendiri di rumah, caranya hanya dengan menyimpan tempe di suhu ruang selama kurang lebih 2 hari. Setelah itu, tempe bisa langsung digunakan sebagai campuran masakan.

Semakin lama tempe disimpan maka semakin eksotis juga rasa dan aromanya. Untuk menghadirkan sensasi rasa semangit yang ringan, cukup simpan selama 1-2 hari saja. Lebih dari 2 hari tempe akan menjadi lebih asam dan tak enak lagi rasanya.

2. Ciri tempe semangit

Fakta tentang tempe semangitFakta tentang tempe semangit Foto: Istimewa


Tempe segar yang siap olah biasanya memiliki serabut jamur yang berwarna putih. Serabut halus ini mengikat kedelai hingga membuat tempe menjadi padat. Lantas bagaimana dengan tempesemangit?

Proses fermentasi yang berjalan lebih lama akan membuat tempe semangit jadi 'over fermentation'. Serabut halus pada tempe jadi lebih banyak dan padat. Pada tempe segar, biasanya kedelai berwarna putih agak kuning. Sementara pada tempe semangit, kedelai mulai berubah warna menjadi kecokelatan.

Untuk tekstur, tempe semangit semakin lembek dan tidak padat kokoh layaknya tempe segar. Sementara aromanya, bisa mudah dikenali karena aromanya lebih asam dan cukup menyengat. Makin lama disimpan maka makin menyengat aroma tempe semangit.

3. Amankah konsumsi tempe semangit?


Tempe semangit memang dikenal sebagai tempe busuk tapi sebenarnya tempe ini aman dikonsumsi. Banyak orang mempertanyakan soal keamanan konsumsi tempe semangit, apalagi kalau melihat tampilan dan mencium aromanya.

Tempe semangit aman dikonsumsi selagi belum berubah menjadi hitam pekat dan berlendir. Jika tempe sudah berlendir, sebaiknya jangan mengonsumsinya karena justru bisa menjadi racun dalam tubuh.

Menurut penelitian, tempe semangit bahkan memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik dibandingkan tempe segar. Ada beberapa nutrisi yang tidak terdapat pada tempe segar seperti genistem, glisten, vitamin B12, aglikon dan lain sebagainya.

4. Manfaat makan tempe semangit

Resep tempe gorengResep tempe goreng Foto: dok. detikFood


Kandungan nutrisi yang lebih kompleks pada tempesemangit membuat bahan makanan ini memiliki manfaat ganda. Tempesemangit bahkan disebut bisa menambah nafsu makan.

Tempe semangit yang mengandung jamur tempe lebih banyak ternyata bsa menyembuhkan infeksi pada tubuh. Jika Anda memiliki luka, dengan konsumsi tempe semangit bisa mempercepat proses penyembuhan luka karena tempe semangit mengandung zat anti bakteri.

Tempe semangit bahkan menurunkan risiko sakit jantung yang disebabkan oleh kolesterol jahat dalam tubuh. Tempe semangit mengandung lemak tak jenuh ganda, omega 3 dan omega 6 yang mengurangi risiko jantung koroner.

5. Masakan yang pakai tempe semangit


Ada banyak olahan masakan Jawa yang mengunakan tempe semangit sebagai campuran. Di Malang, tempe semangit kerap dibuat menjadi mendhol atau perkedel tempe yang diberi bumbu bawang putih, kencur dan cabe merah. Rasanya gurih pedas.

Sementara di Jawa Tengah, seperti Kediri dan Blitar terkenal dengan sambal tumpangnya. Sambal ini biasanya dimasak dengan santan kental dengan tambahan tempe semangit dan krecek. Dimakan dengan sayuran rebus.

Di Salatiga, tempe semangit kerap jadi bahan masakan tumpang koyor. Sambal tumpang dengan tambahan koyor sapi. Tempe semangit juga kerap ditambahkan dalam sayur lodeh atau campuran tumisan. Aromanya yang khas membuat tempe semangit bikin lebih sedap.

Baca juga :Soponyono : Sedep Tenan! Tumpang Koyor Khas Salatiga di Jakarta



Simak Video "Menjajal Tempe Mendoan Jumbo, Oleh-oleh Khas Purwokerto"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com