Chef Professional Tolak Memakai Minyak Truffle, Kenapa?

Yenny Mustika Sari - detikFood Selasa, 22 Okt 2019 14:30 WIB
Foto: iStock
Jakarta -
Minyak truffle saat ini menjadi tren di restoran kelas atas. Namun, banyak chefprofessional justru menolak penggunaan minyak truffle dalam hidangannya.

Minyak truffle merupakan minyak dengan campuran jamur truffle putih atau jamur truffle hitam yang sangat langka. Jamur langka ini berasal dari Italia Utara. Jamur truffle hanya bisa dipanen dalam waktu pendek. Minyak ini memberikan aroma yang sangat unik dan tajam serta dijual dengan harga yang mahal.

Chef Professional Tolak Memakai Minyak Truffle, Kenapa?Foto: iStock
Namun, kebanyakan minyak truffle sebenarnya tidak mengandung jamur truffle sama sekali. Sebotol minyak truffle biasanya hanya mengandung minyak zaitun dengan aroma truffle dari zat buatan.


Biasanya pada restoran yang menjual hidangan menggunakan minyak truffle kebanyakan dari mereka menggunakan minyak 'truffle' murah. Hanya menghadirkan aroma dari jamur truffle tapi tidak ada kandungan dari jamur truffle sama sekali.

Chef Professional Tolak Memakai Minyak Truffle, Kenapa?Foto: iStock


Untuk memenuhi permintaan ini, produsen makanan menemukan alternatif yang murah untuk jamur. Mereka menciptakan aroma yang mirip jamur tryang 'earthy' tajam dan tahan lama. Biasanya chef profesional yang paham akan kualitas tak akan memesan minyak truffle tiruan ini.
Dirangkum dari MSN (19/10), Chef Daniel Patterson dalam wawancaranya di sebuah artikel New York Times menjelaskan bahwa sebagian besar minyak truffle di pasaran sebenarnya hanya terbuat dari minyak zaitun dan senyawa buatan laboratorium yang meniru rasa unik jamur truffle sungguhan. Minyak truffle sintetis memberikan rasa eksklusif nyaris sama dengan bahan kimia yang disebut 2,4-dithiapentane. Meskipun itu hanya salah satu molekul yang berkontribusi terhadap berbagai lapisan rasa dalam jamur truffle asli.


Chef William Eick dari Mission Avenue Bar dan Grill di Oceanside, California juga mengatakan, "Lebih baik tidak, minyak tersebut tak ada hubungan dengan rasa jamur truffle yang sebenarnya, tetapi menjadi populer karena merupakan pilihan yang lebih murah untuk minyak truffle dan relatif terjangkau."
Bagi And pecinta truffle sejati, Anda tidak akan tahu apakah itu rasa truffle yang sebenarnya atau tidak. Karena rasa tersebut sangat mirip dan susah sekali untuk membedakannya.


Jangankan minyak truffle 'palsu', minyak yang terbuat dari truffle asli saja bisa dikatakan di bawah standar. Itu karena rasanya yang lembut bisa cepat hilang jika didiamkan selama lebih dari sehari.


Sementara itu banyak chef professional yang menolak penggunaan minyak truffle yang dijual di pasaran untuk memasak. Karena mereka sudah mengetahui kandungan minyak truffle di pasaran seperti apa. Mereka lebih memilih menggunakan jamur truffle yang asli dibandingkan minyak truffle.

Para chef menggunakan truffle tersebut dengan cara memarut tipis jamur truffle lalu dimasukkan ke dalam makanan atau tumisan bersama mentega atau minyak. Namun menumisnya pun tidak boleh terlalu lama karena akan menghilangkan rasa asli dari truffle tersebut.


Simak Video "Bikin Laper: Manis Gurih Tongseng Wagyu dan Sumsum Tulang"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/adr)