Biara di Belgia Kembali Membuat Bir Setelah Tutup Selama 220 Tahun

Lusiana Mustinda - detikFood Selasa, 11 Jun 2019 16:30 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Biara Grimbergen, di Belgia kembali menjalankan tempat pembuatan bir setelah sudah lebih dari 200 tahun tutup.

Pada 1798 silam, biara dengan lambang burung phoenix dan memiliki semboyan Latin 'Ardet nec consumitur' yang artinya 'dibakar tetapi tidak dihancurkan' dan pabrik birnya telah dihancurkan oleh pasukan Prancis.

Baca Juga: Terbukti Orang Suka Kopi dan Bir Bukan Karena Rasanya

Kini tradisi pembuatan bir yang telah ada sejak abad ke-13 itu akan dihidupkan kembali dengan membangun tempat pembuatan bir baru di kompleks biara di Kota Grimbergen, Brussel Utara. Mereka berharap dapat menghasilkan bir putih pertamanya di akhir tahun 2020 nanti.

Nama Grimbergen sudah muncul dalam usaha bir Belgia. Nama ini didapatkan dari kesepakatan lisensi dengan dua pabrik komersial yaitu Carlsberg membuat bur Grimbergern untuk pasar Internasional, sedangkan bir milik Alken Maes milik Heineken untuk pasar domestik di Belgia.

Biara di Belgia Kembali Membuat Bir Setelah Tutup Selama 220 TahunFoto: Istimewa

Biara mendapat bagian dari keuntungan itu, namun sekarang ia ingin terlibat langsung dalam proses pembuatan bir.

Pendeta Karel Stautemas mengatakan ia akan mendapatkan pelatihan formal untuk membantu menjalankan pembuatan bir mikro ini.

"Bagi kami, penting untuk melihat warisan jaman dahulu, tradisi para pendahulu untuk membuat bir selalu ada di sini. Selain itu, pembuatan bir dan kehidupan beragama selalu menyatu disini," kata Pastor Karel Stautemas, sehari setelah dewan setempat menyetujui rencana pembuatan bir. Mereka membuat bir sama seperti rahasia yang ada di buku-buku kuno yang berhasil dipertahankan oleh para biara.

Beberapa buku disimpan di perpustakaan biara pada abad ke-12. Buku-buku yang berkaitan dengan pembuatan bir itu menggunakan bahasa Latin dan Belanda Tua, sehingga sulit untuk mengidentifikasi dengan cepat buku mana yang harus dibawa untuk ditanggung dalam proyek baru tersebut.

Setelah kursus di Sekolah Pembuatan Bir Skandinavia di Kopenhagen tahun ini, Karel akan menjadi salah satu dari lima hingga enam pekerja di tempat pembuatan bir baru ini. Marc-Antoine Sochon, seorang ahli di Carlsberg juga akan menjadi brewmaster proyek.

Biara di Belgia Kembali Membuat Bir Setelah Tutup Selama 220 TahunFoto: Istimewa

"Kami akan menjaga ragi yang sama seperti yang dulu. Kami akan mulai menggali lebih banyak inovasi, seperti penuaan barel dan dry-hopping," kata Sochon.

Biara yang didirikan pada 1128 tersebut, telah dikaitkan dengan pembuat bir komersial sejak 1950-an. Bermula ketika pembuat bir lokal Maes meminta para biarawan untuk menggunakan nama Grimbergen dan lambang pada bir biara.

Proyek yang akan dibiayai oleh Carlsberg itu bertujuan untuk fokus pada penggunaan tanaman yang diproduksi secara lokal. Biara telah menanam hop di kebunnya yang akan menjadi pusat perhatian pengunjung.

Para Grimbergen akan mengikuti aturan pembuat bir Trappist Belgia. Selain itu, Pendeta Karel Stautemas, bawahan dari biara akan membuat sketsa penyelarasan baru pembuatan bir monastik tradisional. Ia juga mengatakan akan mendapatkan pelatihan formal untuk membantu menjalankan pembuatan bir baru.

Baca Juga: Pengunjung di Internet Cafe Ini Bisa Minum Bir Sepuasnya (lus/lus)