Terbukti Orang Suka Kopi dan Bir Bukan karena Rasanya

Shara Azzhara - detikFood Jumat, 10 Mei 2019 08:19 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Kopi, bir, dan soda adalah minuman yang banyak dikonsumsi di dunia. Tapi ternyata banyak orang mengonsumsi minuman ini bukan karena rasanya.

Minuman seperti kopi dan bir, bahkan minuman bersoda ternyata banyak dikonsumsi secara global bukan karena rasanya. Sebuah penelitian menemukana bahwa minuman kopi, bir, dan minuman bersoda sangat disukai karena sensasi yang diberikan pada tubuh setelah konsumsinya. Penelitian ini dipublikasikan dalam Human Molecular Genetics oleh Universitas Northwestern.

Dalam penelitian terbarunya, Marilyn Cornelis merumuskan gen rasa mana yang bertanggung jawab terhadap apa yang kita minum. Sebelumnya, Cornelis juga pernah mempublikasikan penelitian genetik tentang konsumsi kopi.

Peneliti Ungkap Orang Suka Kopi dan Bir Bukan karena RasanyaFoto: iStock

Baca juga: Kebiasaan Minum Kopi Saat Sarapan Ternyata Punya Dampak Positif Untuk Kesehatan

Para peneliti terkejut dengan hasil yang ditemukan bahwa ternyata preferensi orang dalam mengonsumsi minuman berkafein dan beralkohol bukan berdasarkan gen perasa. Tetapi, preferensi tersebut didasari gen yang terkait dengan efek perubahan pikiran terhadap minuman.

"Genetik yang mendasari preferensi kita berkaitan dengan komponen psikoaktif dari minuman tersebut," kata Cornelis pada Japan Today(7/5). "Orang menyukai perasaan yang ditimbulkan dari kopi dan alkohol. Itulah mengapa mereka meminumnya," tambahnya.

Asosiasi Jantung Amerika dan Institusi Kesehatan Nasional mengumpulkan kuesioner konsumsi makanan selama 24 jam dari 336.000 individu di UK Biobank. Minuman dibagi menjadi dua klasifikasi yakni minuman pahit dan minuman manis.

Peneliti Ungkap Orang Suka Kopi dan Bir Bukan karena RasanyaFoto: iStock

Baca juga: Ilmuwan Ciptakan Alkohol Sintetis yang Tidak Bikin Mabuk

Minuman dengan rasa pahit termasuk kopi, teh, jus grapefruit, wine dan minuman keras. Sementara kelompok dalam minuman manis termasuk minuman dengan pemanis gula, minuman dengan pemanis buatan, dan jus selain jus grapefruit. Para peneliti kemudian melakukan studi asosiasi genom-luas dari pola konsumsi tersebut.

Menurut Cornelis, rasa mungkin menjadi faktor namun rasa yang dimaksud adalah rasa yang didapatkan setelah konsumsi minuman. Kopi, karena kepahitannya yang dominan tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Hal ini bukan hanya karena efek rasa tetapi juga efek kafein yang diberikan. Namun ada satu faktor yang tidak diperhitungkan dalam penelitian ini yaitu tambahan krim dan gula dalam kopi yang membuat rasanya lebih manis.

Peneliti Ungkap Orang Suka Kopi dan Bir Bukan karena RasanyaFoto: iStock / Rocketnews24

Cornelis juga mengemukakan bahwa individu yang memiliki varian tertentu dalam gen yang disebut dengan FTO cenderung memilih minuman dengan tambahan manis dari gula. Hasil ini sangat mengejutkan karena varian yang sama dalam gen sebelumnya telah dihubungkan dengan risiko obesitas yang rendah.

Keseluruhan penelitian ini ternyata mampu membantu para peneliti. Utamanya soal menemukan cara mengatasi ketika pola konsumsi manusia sudah tidak sehat.

Baca juga: Keracunan Miras, Pria Ini Sembuh Usai Konsumsi 15 Kaleng Bir

(adr/adr)