Masjid di Singapura Sajikan Makanan Sehat untuk Berbuka Puasa

Lusiana Mustinda - detikFood Senin, 13 Mei 2019 15:15 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Dalam upaya mempromosikan makan sehat di bulan Ramadan. Badan Promosi Kesehatan (HPB) bekerja sama dengan masjid untuk layani menu buka puasa sehat.

Disebuah pernyataan, HPB mengatakan mulai mendistribusikan 1.100 Kg beras merah ke 16 masjid di Singapura. Data ini jumlahnya dua kali lipat lebih banyak didistribusikan dari tahun lalu. Masjid-masjid akan menyajikan nasi merah atau bubur saat berbuka puasa.

Masjid di Singapura Sajikan Makanan Sehat untuk Berbuka PuasaFoto: detikfood

HPB juga akan mendistribusikan campuran minuman rendah gula seperti es teh lemon dan rosella. Minuman dan makanan ini akan diberikan kepada 11 kelompok Qaryah yang merupakan kelompok muslim di daerah tetangga.

Dari 16 masjid, 6 bekerja dengan katering mereka untuk menawarkan menu buka puasa yang dimodifikasi lebih sehat. Hidangan yang disajikan akan disiapkan menggunakan minyak yang lebih sehat.

Baca juga: Berburu Takjil di Masjid Sunda Kelapa, Ada Bubur Kampiun hingga Roti Maryam

Masjid An-Nahdhah di Bishan adalah salah satu masjid tersebut. Bapak Amrin Amin, selaku Sekretaris Senior Parlemen untuk Kesehatan bergabung dengan sekitar 150 jamaah untuk berbuka puasa di sana. Menunya ada briyani nasi merah, kari ayam tanpa kulit, tumis sayuran dan salad buah.

"Ramadhan ini adalah waktu yang sangat baik bagi kita untuk mengingatkan diri sendiri bahwa dapat menjalankan perintah agama dengan baik dengan kesehatan yang baik sehingga dapat memenuhi kewajiban kita," jelas Amin dalam Strait Times.

Masjid di Singapura Sajikan Makanan Sehat untuk Berbuka PuasaFoto: iStock

"Selama Ramadhan, kita mengikuti praktik-praktik tertentu seperti tidak merokok dan mengawasi diet kami. Ini adalah hal-hal yang dapat kami teruskan setelah Ramadhan," tambahnya.

Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye yang lebih besar dengan mendorong masyarakat untuk mengonsumsi lebih sedikit gula selama Ramadhan dan Lebaran. Karena asupan gula yang tinggi dikaitkan dengan risiko diabetes.

Di antara orang-orang Melayu, 61 persen konsumsi minuman manis dua kali atau lebih banyak dalam seminggu. Angka ini lebih tinggi dari orang China 41,9 persen dan orang India 48,8 persen. Temuan HPB juga menunjukkan bahwa satu dari enam orang Melayu antara 18 dan 69 tahun mengidap diabetes.

Sebagai bagian dari kampanye selama dua bulan, HPB akan melibatkan masyarakat melalui televisi dan media sosial.

Mereka juga mendirikan gerai di pasar Ramadhan di Geylang Serai dan Woodlands, di mana pengunjung dapat belajar cara makan yang lebih sehat dan dapat mendaftar untuk "I Quit 28-Countdown Countdown", sebuah program berhenti merokok yang menantang perokok untuk tidak merokok selama 28 hari.

Baca juga: Patola, Jajan Pasar Legendaris yang Diburu Sebagai Takjil Buka Puasa (lus/odi)