Kisah Pria yang Bisa Bertahan Hidup 382 Hari Tanpa Makanan

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 29 Apr 2019 13:33 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Puasa satu bulan saat Ramadan sudah biasa, tapi pria ini berhasil puasa selama lebih dari 1 tahun. Ia tidak mengonsumsi makanan apapun dalam 382 hari!

Terdengar mustahil, namun kisah pria berpuasa 382 hari ini benar-benar terjadi. Adalah pria obesitas berusia 27 tahun asal Skotlandia yang melakukan hal itu. Ia putuskan tidak makan selama lebih dari 1 tahun dalam rangka menurunkan berat badan.

Dikutip dari Oddity Central (26/4), pria itu rupanya tetap sehat dan berhasil menurunkan berat badan dari 206 kilogram menjadi 81 kilogram. Dokter di University of Dundee School of Medicine bahkan menyebut berat badan sang pria tetap stabil di angka 88 kg, lima tahun setelah jalani puasa super panjang.

Kisah Pria yang Bisa Bertahan Hidup 382 Hari Tanpa MakananFoto: Istimewa

"Beberapa tahun lalu, seorang pria obesitas parah meminta penanganan. Awalnya ia jalani puasa lama, tetapi karena telah beradaptasi dengan baik dan ingin sekali mencapai berat badan ideal, puasa dilanjutkan hingga memecahkan rekor," tulis seorang dokter dalam dokumen Postgraduate Medical Journal edisi tahun 1973.

Baca Juga: YouTuber Ini Coba Diet Aneh, Hanya Makan Tomat Selama Seminggu

Kabarnya pria bernama Angus Barbieri itu tidak melahap makanan padat apapun. Ia mendapat energi dari simpanan lemaknya plus beberapa suplemen seperti potassium, sodium, dan ragi. Supleme ini penting untuk menjaga fungsi biologis dalam tubuhnya tetap berjalan. Karena hal ini, pergerakan ususnya pun jarang terjadi. Konon proses pengosongan usus hanya terjadi tiap 37 hingga 48 hari.

Kisah Pria yang Bisa Bertahan Hidup 382 Hari Tanpa MakananFoto: Istimewa

Ia juga rutin memeriksakan diri ke rumah sakit guna mengetes darah dan urinnya. Dokter lalu menyarankan konsumsi suplemen tertentu dan menangani kekurangan suatu zat gizi dengan benar. Tak heran, Angus pun tetap bisa sehat selama berpuasa ratusan hari meski disebut sempat alami gula darah rendah.

Lalu bagaimana hal ini mungkin terjadi? Pada 2012, ilmuwan dari Austalia bernama Dr. Karl Kruszelnick coba menjelaskannya. Pada dasarnya, dia mengklaim Angus mampu bertahan hidup dengan lemak yang tersimpan, yang bertindak sebagai bahan bakar untuk tubuhnya.

"Setelah dua atau tiga hari puasa... Sebagian besar energi Anda berasal dari memecah lemak," tulis Kruszelnick. "Molekul lemak terurai menjadi dua bahan kimia terpisah - gliserol (yang dapat diubah menjadi glukosa) dan asam lemak bebas (yang dapat diubah menjadi bahan kimia lain yang disebut keton). Tubuh Anda, termasuk otak Anda, dapat menggunakan glukosa dan keton ini sampai Anda akhirnya kehabisan lemak," jelas Karl.

Kisah Pria yang Bisa Bertahan Hidup 382 Hari Tanpa MakananFoto: Istimewa

Dikutip dari sumber lain, setelah jalani puasa dalam waktu lama, Angus pun mengonsumsi makanan seperti orang normal sesudahnya. Hanya saja ia sudah lupa rasa makanan. Ia cicip telur rebus dengan irisan roti dan mentega. "Saya sepenuhnya menikmati telur dan merasa sangat kenyang," ujarnya kala itu.

Meski terdengar menjanjikan, faktanya jalani puasa ekstrem tidak direkomendasikan. Hal ini bisa berujung pada berbagai komplikasi masalah kesehatan dan bahkan kematian. Pasien harus mendapat supervisi dari ahli nutrisi ketika ingin jalani puasa dalam waktu lama, terlebih puasa ekstrem seperti Angus.

Baca Juga: Terbaru! Pola 'Diet Angin', Anda Tak Perlu Makan Apapun Kecuali Udara

(adr/odi)