Hebat! Pelayan Robot di Kafe Ini Dikendalikan oleh Para Difabel

Lusiana Mustinda - detikFood Jumat, 30 Nov 2018 19:20 WIB
Foto: Sora News 24 Foto: Sora News 24
Jakarta - Kafe ini dilayani oleh robot. Namun, ada orang-orang hebat dibaliknya yang berperan penting dalam menjalankan robot ini.

Dawn merupakan suatu perkawinan teknologi dan kemanusiaan yang menginspirasi banyak orang. Pada (26/11), peresmian kafe spesial ini diadakan di gedung Nippon Foundation Building di Akasaka, Tokyo.

Disebut Dawn ver.β, semua pelayannya adalah robot. Meskipun di Jepang bukan sesuatu yang baru, namun ada kisah menarik dibaliknya.

Baca juga: Science City India Sedang Buat Robot Pramusaji Canggih

Dikutip dalam SoraNews24 (30/11), dikembangkan oleh Ory, startup yang berspesialisasi dibidang robot untuk orang difabel. OriHime-D adalah robot setinggi 120 cm yang dapat dioperasikan dari jarak jauh oleh orang difabel. Bahkan operatornya hanya memiliki kendali atas nama mereka. Dengan perintah dari orang ini, OriHime-D akan bergerak, melihat-lihat dan berbicara pada orang hingga menangani objek.

Hebat! Pelayan Robot di Kafe Ini Dikendalikan oleh Para DifabelFoto: Sora News 24

Dibuat dalam kolaborasi antara Ory, NPO Nippon Foundation dan maskapai ANA, Dawn ver.β dirancang menyerupai kafe tituler dari anime 'Time of Eve 2008' yang juga berkonribusi pada proyek ini. Namun, kafe ini hanya dibuka sampai 7 Desember mendatang.

Selama waktu itu, staf berjumlah sepuluh orang dengan kondisi amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau cedera tulang belakang bekerja dari rumah. Penyandang difabel ini dibayar dengan 1.000 yen atau sekitar Rp 126.000 per jam (upah standar untuk kerja paruh waktu di Jepang). Tugasnya adalah melayani kopi dan berinteraksi dengan pelanggan.

Sebelum pembukaan kafe, terlebih dulu dilakukan penggalangan dana yang diadakan di situs Jepang Makuake dan mendapatkan hasil dua kali lipat dari target awal sebesar 1,5 juta yen atau sekitar Rp 185.857.700. Jika dukungan terus datang, diharapkan Dawn akan dibuka pada tahun 2020.

Namun, untuk mencapainya tentu dibutuhkan dukungan yang lebiih banyak. Di zaman orang-orang mengeluh bawa robot telah banyak mengambil alih pekerjaan mereka, senang dengan robot ini yang tetap bisa memanfaatkan sumber daya manusia, terutama orang difabel.

Baca juga: Robot Barista Ini Mampu Meracik Cappuccino Seenak Buatan Kafe

(lus/odi)