Segar Gurih! Ketika Cendol Menyatu dengan Sambal Pecel

Charolin Pebrianti - detikFood Selasa, 27 Nov 2018 10:45 WIB
Foto: dok. detikFood/Charolin Pebrianti
Ponorogo - Cendol atau dawet umumnya dipadu dengan santan dan sirop gula Jawa. Tapi yang satu ini dikucuri sambal pecel. Kayak apa rasanya?

Minuman es dawet pecel ini dijajakan di sebuah pos keamanan keliling berukuran 2,5x2,5 meter di Desa Bedoho, Kecamatan Sooko. Jarmi, sang penjual langsung mempersilahkan Detikfood duduk dan menawari minuman dawet yang ada di kedainya. Ada es dawet biasa dan es dawet pecel.

"Es dawet pecel memang tidak lumrah baru di sini saja adanya," tutur Jarmi di kedainya, Selasa (27/11/2018).
Segar Gurih! Ketika Cendol Menyatu dengan Sambal Pecel Foto: dok. detikFood/Charolin Pebrianti
Baca Juga: Video Tentang Cendol Ini Picu Reaksi Netizen Indonesia dan Malaysia

Jarmi dengan cekatan menunjukkan cara menyajikan dawet pecel, tangan kirinya meraih gelas tinggi dan diisi es batu. Sementara tangan kanannya mengambil juruh atau sirop gula Jawa. Juruh berwarna merah kecokelatan dan berasal dari gula merah ini menjadi pemanis alami.

Kemudian dia menuangkan dawet atau cendol yang sudah bercampur santan kedalam gelas tersebut. Nah, yang membedakan dengan dawet pada umumnya, Jarmi menambah sambel pecel sebanyak dua sendok makan.

"Inilah yang membedakan, jadi ada perpaduan rasa manis dan pedas. Rasanya seperti rujak," jelasnya sambil menyorongkan gelas dawet pecel.
Segar Gurih! Ketika Cendol Menyatu dengan Sambal Pecel Foto: Istimewa
Saat dicicipi, rasanya memang berbeda dengan es dawet pada umumnya. Layaknya minum kuah rujak yang dipadu dengan es. Rasa legit manis dari sirop gula jawa bercampur pedasnya sambal pecel. Rasa segar bakal langsung muncul usai meminum kedua kalinya. Memang paling pas dinikmati saat siang terik demi menghilangkan rasa dahaga.

Menurut Jarmi, resep ini ia dapat dari neneknya. Terhitung sudah 20 tahun terakhir ia menjual es dawet pecel. Tak sedikit peminatnya yang datang ke kedainya untuk mencicipi segelas es dawet unik ini. Sebab, hanya Jarmi satu-satunya penjual es dawet pecel di bumi reog.

"Awalnya nenek saya jualan pecel dan dawet, terus ada pembeli yang minta dicampur. Eh, justru jadi favorit sampai sekarang," jelasnya.
Segar Gurih! Ketika Cendol Menyatu dengan Sambal Pecel Foto: dok. detikFood/Charolin Pebrianti
Dalam sehari, Jarmi mampu menjual 200 gelas es dawet pecel. Sedangkan bahan membuat es menghabiskan 1,5 kilogram tepung sagu dan 7 buah kelapa sebagai santannya. Satu porsi es dijual dengan harga Rp 3.500 saja.

Menariknya sebagian pembelinya percaya dengan minum es dawet pecel buatannya mengaku bisa sembuh dari sakit pegal linu dan sakit kepala. Namun Jarmi hanya tersenyum menanggapi hal itu.

"Itu hanya komentar pembeli, ini minuman sehat tidak ada bahan kimianya," pungkas dia.

Baca Juga: Kesengsem Pecel Keong, Racikan Pecel yang Sedap dari Banyubiru

(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com