Terbaik dari Indonesia

Ini Cara Barista Warung Kopi Aceh Meracik Kopi Enak

Agus Setyadi - detikFood Kamis, 16 Agu 2018 18:21 WIB
Foto: dok. detikFood/Agus Setyadi Foto: dok. detikFood/Agus Setyadi
FOKUS BERITA Terbaik dari Indonesia
Aceh - Banda Aceh terkenal dengan sebutan kota 1001 warung kopi. Rasa kopi hitam yang disajikan berbeda pada setiap kedai kopi. Apa rahasia racikan mereka?

Meskipun sama-sama hitam, hasil seduhan kopi selalu punya rasa yang beda. Di Aceh Kopi diseduh dengan cara tradisional, memakai saringan berbentuk memanjang seperti kaos kaki. Kemudian juga memakai ceret berisi air mendidih.

Baca Juga: Solong, Warkop Legendaris Tempat Nongkrong Paling Populer di Aceh

Proses pembuatan kopi robusta di Aceh sedikit berbeda dengan luar Tanah Rencong. Di Aceh, kopi disaring dengan cara saringannya diangkat tinggi-tinggi. Biasanya, untuk kopi baru bisa tujuh hingga 10 kali saring sedangkan kopi dengan bubuk lama (sudah 15 kali pakai) bisa tiga hingga empat kali saja.
Ini Cara Barista Warung Kopi Aceh Meracik Kopi EnakFoto: dok. detikFood/Agus Setyadi
Cara saring kopi ini juga berpengaruh terhadap citarasa. Selain itu, setelah disaring, air yang pertama keluar dari saringan juga tidak langsung dituangkan ke dalam gelas. Hal ini untuk menghilangkan kadar keasaman kopi.

"Saringan kopi ini diangkat tinggi-tinggi agar asap kopi ditiup angin. Kalau masih ada asap rasa kopi agak asam," kata seorang peracik kopi di Kuta Alam, Banda Aceh, Zainuddin kepada detikcom, Kamis (16/8/2018).

Menurutnya, proses pembuatan kopi sebenarnya tidak terlalu rumit. Namun cara penyaringan yang dilakukan setiap barista juga mempengaruhi rasa kopi. Meski sama bubuk, tapi beda saring bakal beda rasa enaknya. Untuk bubuk sendiri, ia mengganti setelah membuat 15 gelas kopi.
Ini Cara Barista Warung Kopi Aceh Meracik Kopi EnakFoto: dok. detikFood/Agus Setyadi
"Untuk ganti bubuk prosesnya sekitar lima menit. Rasa kopi pertama setelah bubuk diganti juga beda dengan kopi gelas kedua dan seterusnya," jelas pria yang sudah 15 tahun menjadi barista ini.

Kopi yang baru diganti bubuk pun, tidak langsung dituangkan ke dalam gelas. Tapi setelah disaring tujuh hingga 10 kali, kopi kembali ditaruh ke atas kompor sekitar satu menit. Tujuannya, biar rasa kopi padu. Setelah itu, disaring ulang baru dituangkan ke dalam gelas. Kopi pun siap disajikan ke pelanggan.

Rahasia lain yang membuat cita rasa kopi Aceh berbeda yaitu dari bubuk. Olahan bubuk dari biji kopi juga punya peran penting terhadap citarasa. Beda warung kopi di Banda Aceh, beda olahan bubuk yang dipakai. Meski demikian, ada juga beberapa warkop yang membeli bubuk dari kedai kopi yang sudah duluan kesohor.
Ini Cara Barista Warung Kopi Aceh Meracik Kopi EnakFoto: dok. detikFood/Agus Setyadi
"Racikan bubuk juga berpengaruh terhadap rasa kopi," ungkap pemilik Jay Kupi ini.

"Jadi kopi ini meski bubuk sama tapi beda orang saring beda rasanya. Saringan yang dipakai juga menentukan cita rasa kopi," jelas pria yang akrab disapa Jay tersebut.

Baca Juga: Bu Guri dan Kopi Jadi Menu Sarapan Favorit di Aceh

(sob/odi)
FOKUS BERITA Terbaik dari Indonesia