Alunan Musik di Restoran Pengaruhi Makanan yang Ingin Dibeli Pelanggan

Dewi Anggraini - detikFood Jumat, 25 Mei 2018 13:54 WIB
Foto: Shutterstock/iStock/Graphius/TheGuardian Foto: Shutterstock/iStock/Graphius/TheGuardian
Jakarta - Ternyata musik yang diputar di restoran dan supermarket mempengaruhi daya beli dan makanan apa yang akan dibeli konsumen. Ini penjelasan para ahli.

Sebuah penelitian mengungkap kalau musik tidak hanya bisa memperbaiki mood. Tetapi juga mempengaruhi makanan yang akan dipesan.

Penelitian itu menyimpulkan kalau saat mendengar musik yang keras, orang cenderung memesan makanan yang kurang sehat seperti burger. Tapi ketika lagu yang diputar lebih lembut, orang cenderung memesan makanan sehat.

Hal ini ternyata berkaitan erat dengan tempo dalam musik. Tempo musik ternyata mempengaruhi tingkat kegembiraan. Musik dengan tempo yang cepat meningkatkan detak jantung. Sedangkan tempo yang lebih lambat menimbulkan perasaan tenang dan rileks.

Alunan Musik di Restoran Pengaruhi Makanan yang Ingin Dibeli PelangganFoto: Shutterstock/iStock/Graphius/TheGuardian
Baca juga: Alunan Musik Bisa Membuat Makanan dan Minuman Jadi Makin Enak

Penelitian mengenai efek volume musik dengan perilaku manusia ini dilakukan oleh Dr Dipayan Biswas dari University of South Florida, AS. Ia menemukan kalau tempo musik yang cepat dan bervolume besar meningkatkan kadar stres. Sehingga dalam keadaan seperti itu, orang cenderung memilih makanan berminyak seperti burger dan kentang goreng lapor Daily Mail (24/5).

Dr Biswas juga percaya kalau penelitian ini bisa digunakan untuk memanipulasi pola beli orang. Ia menuturkan, "Restoran dan supermarket bisa menggunakan strategi musik untuk mempengaruhi perilaku belanja konsumen."

Alunan Musik di Restoran Pengaruhi Makanan yang Ingin Dibeli PelangganFoto: iStock
Awalnya Dr Biswas melakukan penelitian di salah satu kafe di wilayah Stockholm, Swedia. Kafe itu memutar lagu dari beragam bergenre dengan intensitas suara 55 dB dan 70dB.

Sebagai bayangan, intensitas suara 55 dB sama seperti suara obrolan atau suara yang dikeluarkan pendingin udara. Sedangkan intensitas suara 70 dB hampir sama seperti suara vacuum cleaner.

Menu yang dijual di sana dibagi dalam tiga kategori, sehat, kurang sehat, dan seimbang. Penelitian ini dilakukan selama beberapa hari. Hasilnya, lebih dari 20 persen pengunjung membeli makanan kurang sehat saat musik bervolume keras diputar. Sebaliknya, saat diputar musik bertempo lambat justru pengunjung memilih menu makanan sehat.

Alunan Musik di Restoran Pengaruhi Makanan yang Ingin Dibeli PelangganFoto: iStock
Ternyata musik tidak hanya mempengaruhi pola pemesanan konsumen, tapi juga bisa mempengaruhi hasrat beli konsumen. Restoran cepat saji berjaringan global seperti McDonald's sudah menerapkan langkah ini. Gerai cepat saji itu sudah memasang sistem suara yang dirancang khusus.Sistem itu dinamai Soundtrack Your Brand. Soundtrack Your Brand ini menyertakan merek dagang dan bisa menimbulkan beragam emosi positif sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Professor Sven-Olov Daunfeldt dari HUI Research, Swedia, sistem musik tersebut meningkatkan daya beli pelanggan sebanyak 10 persen.

"Jika dilakukan dengan benar, musik bisa memberi pengaruh positif pada penjualan, sebagian besar dari pengunjung yang membeli menu lain seperti makanan penutup dan makanan pendamping," ungkapnya.

Baca juga: Musik Bikin Makanan Terasa Lebih Enak, Ini Trik yang Bisa Dilakukan Restoran (dwa/odi)