Alunan Musik Bisa Membuat Makanan dan Minuman Jadi Makin Enak

Annisa Trimirasti - detikFood Sabtu, 05 Nov 2016 14:35 WIB
Foto: Shutterstock/iStock/Graphius/TheGuardian Foto: Shutterstock/iStock/Graphius/TheGuardian
Jakarta - Beberapa kafe memutar lagu dan yang lain tidak. Apa benar musik punya pengaruh dalam rasa makanan?

Hubungan makanan dan musik terungkap oleh penelitian multi disiplin ilmu yang melibatkan ahli saraf, pebisnis dan seniman.

Charles Spence, professor di Universitas Oxford mengatakan indra manusia terhubung dalam beberapa cara yang mengejutkan. Penelitian menunjukkan manusia menghubungkan suara lebih tinggi dengan rasa manis dan suara lebih rendah dengan rasa asam. Tidak ada yang tahu pasti mengapa begitu.

Ada ide yang menyatakan dalam setiap bayi spesies hewan yang baru lahir, menjulurkan lidah ke atas saat mencicipi rasa manis dan menjulurkan ke bawah agak jauh saat mencicipi rasa asam. Otak manusa mungkin menyesuaikannya di kemudian hari.

Alunan Musik Bisa Membuat Makanan dan Minuman Jadi Makin EnakFoto: Shutterstock/iStock/Graphius/TheGuardian
Dikutip dari theguardian.com (3/11/16), pada bulan Mei, Brussels Beer Project, pembuat bir, bertemu dengan band indie Editors untuk menciptakan minuman baru yang cocok dengan musik band tersebut.

Dua lagu dipilih dari album terbaru mereka yaitu Ocean of Night dan Salvation. Kedua lagu dinilai mengungkapkan 2 aspek utama Editors, jiwa Inggris mereka dan emosi gelap.

Pilihan lagu juga mempengaruhi pembuatan bir dan desain label. Bir dibuat dari dark malt, yang biasa disebut bir kering dan pahit.

Alunan Musik Bisa Membuat Makanan dan Minuman Jadi Makin EnakFoto: Shutterstock/iStock/Graphius/TheGuardian
Setelah itu, tim peneliti mengeksplorasi pengaruh background musik pada persepsi rasa. Peneliti merekrut 231 peserta dan membaginya menjadi 3 grup.

Grup pertama adalah kontrol, mereka diberi bir tanpa label dan minum tanpa musik. Grup kedua mencicipi bir berlabel juga tanpa musik. Grup ketiga minum bir berlabel sambil mendengarkan salah satu dari dua lagu Editors

Sebelum mencicipi bir, semua peserta ditanya bagaimana rasa yang mereka harapkan dari bir yang akan dicoba. Kemudian setelah minum, mereka ditanya seberapa banyak mereka suka rasa bir tersebut.

Hasilnya, mereka yang hanya melihat label jauh lebih tidak menikmati dari mereka yang mendengarkan musik. Saat ini, bir bernama Salvation, hasil eksperimen, sudah dijual di pasaran.

Spence berpendapat suara adalah indra perasa yang terlupakan. Pebinis makanan bisa menggunakan koneksi rasa dan suara untuk keuntungan mereka dan konsumen.

Alunan Musik Bisa Membuat Makanan dan Minuman Jadi Makin EnakFoto: Shutterstock/iStock/Graphius/TheGuardian
Terinspirasi oleh Spence, Dunford Wood, pemilik restoran bernama Parlour di London menciptakan pengalaman bersantap bergaya teater.

Dalam setiap acara Chef's Table yang ada setiap Selasa hingga Minggu malam di Parlour, Wood menyajikan 6 sampai 10 atau lebih makanan pada tamu. Dan untuk menu terakhir, tiap tamu akan menggunakan headphone wireless saat Wood membuat dessert di depan mereka.

Musik dengan hati-hati dipilih untuk mempekaya rasa makanan. Dessert disajikan dalam kertas alumunium panjang pengganti piring.

Playlist dimulai dari musik klasik sampai yang hits. Ini sebuah perjalanan emosi dengan musik yang disesuaikan dengan adegan masak, seperti Pure Imagination yang diputar saat asap muncul dari puding. Luar biasa!

(lus/odi)