Ketika Para Q-grader Korsel Mencicip Kopi Indonesia di Cafe Show 2017 Seoul

M Aji Surya - detikFood Sabtu, 11 Nov 2017 17:00 WIB
Foto: M Aji Surya Foto: M Aji Surya
Jakarta - Kini menjual kopi tidak bisa sembarangan lagi. Bahkan untuk merayu buyer kopi di Korea Selatan, Indonesia adakan cupping untuk ketahui karakteristik kopi.

Sudah dua hari, tanggal 9-10 November 2017, kegiatan devisi perdagangan KBRI seolah pindah tempat ke Cafe Show 2017 Seoul yang diikuti puluhan negara. Semua peseta beratraksi untuk merayu agar importir kopi Korsel berminat membeli kopi mereka.

Baca juga: Setelah Roasting, Kopi Harus Diuji Melalui Cupping Sebelum Disajikan

Ketika Q-grader Merayu Buyer Kopi di Cafe Show 2017 SeolFoto: M Aji Surya

Tidak main-main, Indonesia yang dikenal dengan kopi Robusta dan Arabicanya, kali ini melakukan cupping, atau mempersilahkan para Q-grader mencicipi kopi dari beberapa perusahaan yang hadir. Bagi yang tertarik maka dapat segera melakukan negosiasi harga dan memesan berapa kontainer kopi yang akan dibeli.

Q-grader adalah orang-orang ahli kualitas kopi bersertifikat yang pekerjaanya hanyalah icip-icip kopi. Bukan untuk diminum, namun hanya dirasakan sesaat. Ia menyeruput kopi yang sudah diseduh dengan cara cepat sehingga semua aromanya memasuki memasuki rongga mulut hingga tenggorokan.

Para Q-grader biasanya sudah tahu persis abc-nya kopi Arabica dan Robusta. Bahkan, dengan melakukan cupping maka akan faham kandungan khas yang ada dalam kopi. Apakah itu aroma buah, madu atau lainnya.

Ketika Q-grader Merayu Buyer Kopi di Cafe Show 2017 SeolFoto: M Aji Surya

"Bila kopi diminum dengan cara biasa maka yang terasa hanya manis, pahit, asam dan asin," ujar Syafrudin, Presiden Asosiasi Ahli Kopi Indonesia.

Menurut Atase Perdagangan KBRI Seoul, Aksamil Khair, cupping dilakukan sebagai salah satu metode menembus pasar Korea Selatan yang kini penuh persaingan. Terdapat 11 perusahaan Indonesia yang ikut dalam pameran kali ini untuk bersaing dengan produsen kopi dari berbagai negara.

"Sekarang tidak lagi urusan jual kopi berkualitas. Namun harus bisa mengenalkan detail aroma kopi khas Indonesia. Untuk inilah kita perlukan cupping," ujarnya.

Ketika Q-grader Merayu Buyer Kopi di Cafe Show 2017 SeolFoto: M Aji Surya

Puluhan Q-grader senantiasa mengantre untuk melakukan cupping kopi Indonesia. Dalam sehari hanya disediakan waktu kisaran dua jam bagi para ahli untuk icip-icip. Rekomendasi para ahli itulah yang ditindaklanjuti oleh para importir.

Untuk menjadi Q-grader, seseorang bisa kursus di loboratory grader yang ada di Bandung atau Jakarta. Sekali kursus harus merogoh kantong antara 15-20 juta rupiah. Kalau gagal bisa mengulang dengan biaya 2 juta rupiah per materi. Saat ini di Indonesia baru ada 400-an Q-grader. Anda tertarik ?

Baca juga: Ini Tahapan 'Coffee Cupping' untuk Mengetahui Kualitas Rasa dan Aroma Kopi (lus/lus)