Ini Tahapan 'Coffee Cupping' untuk Mengetahui Kualitas Rasa dan Aroma Kopi

Annisa Trimirasti - detikFood Minggu, 02 Okt 2016 13:05 WIB
Foto: Getty Images/Detikfood Foto: Getty Images/Detikfood
Jakarta - Memperingati Hari Kopi Internasional, kafe di Jakarta ini adakan coffee cupping khusus kopi Indonesia. Seperti apa tahapannya?

Djournal Coffee mengadakan kelas 'coffee cupping' singkat di Cilandak Town Square (1/10/16). Kelas juga diadakan setiap Sabtu awal bulan di cabang Supermall Karawaci. Sendy Djaja, area manager dan Q grader Djournal Coffee membimbing langsung coffee cupping.

Coffee Cupping atau Coffee Tasting merupakan kegiatan coffee sommelier untuk mengevaluasi aroma, rasa, dan kekurangan sebuah kopi. Ternasuk melakukan coffee blending. Kopi kemudian dinilai dan dikelompokkan.

Di kelas coffee cupping singkat ini, diajarkan tahapan menilai kopi. Selembar kertas penilaian dengan kolom nomor sampel kopi, wangi dan aroma, tingkat keasaman, rasa, ketebalan, dan aftertaste kopi diberikan. Kemudian 4 cangkir bubuk kopi tanpa nama pun disajikan.

Coffee cupping harus dilakukan dengan tahapan, seperti ini.

1. Menciumi aroma kopi



Cium ke-4 bubuk tersebut dan tuliskan rasa juga aroma nya pada kolom yang disediakan. Cangkir tidak boleh diangkat dari posisinya. Condongkan tubuh ke arah cangkir berisi bubuk kopi dan cium aromanya.

Kemudian tinggal dituliskan apa pun aroma yang terlintas saat membaui kopi. Seperti aroma cokelat atau cabai kering.
Untuk menetralkan indera penciuman, Sendy Djaja, area manager dan Q grader Djournal, menyarankan untuk cium badan Anda sendiri saat jeda pada tiap kopi.

2. Air panas dituang



Air panas akan dituangkan secara melingkar. Kemudian dibiarkan 4 menit agar air dan kopi terekstrak sempurna. Ampasnya kemudian diangkat.

Yang perlu Anda lakukan adalah mencium kembali dan menyeruput kopi tersebut. Apa yang Anda rasakan bisa diisikan dalam kolom-kolom kertas penilaian. Disarankan unutk menelan air ludah sendiri diantara jeda tiap cangkir untuk netralkan papilla lidah.

3. Mengungkap jenis kopi



Selanjutnya, Anda diminta memilih kopi yang paling disukai beserta alasannya. Setelah itu barulah identitas kopi diungkap.

Keempat jenis kopi yang diuji ternyata merupakan kopi Mandailing, Bali, Papua dan Toraja. Semua kopi single origin ini dijual di Djournal Coffee.

Kopi Mandailing dan Bali merupakan jenis kopi "tebal" atau pekat dan agak kental. Mandaling punya aroma cokelat dan rempah hasil proses 'washed' yang menghadirkan rasa asli biji kopi. Sedang Bali punya aroma 'frangipani' karena hasil proses alami.

Kopi Papua dan Toraja adalah contoh kopi ringan dan tipis. Kopi Papua punya rasa nutty dan cokelat. Kopi in disukai karena aftertaste bersih yang membuat orang ingin terus meminumnya. Sedang Kopi Toraja punya rasa terasam dibanding yang lain dan beraroma kacang-kacangan.




Dalam coffee cupping internasional, kopi dicicipi oleh 3 coffee sommelier bersertifikat dan 2 orang biasa untuk menentukan kopi mana yang dipilih dan akan dijual.

Pada tahap terakhir kopi akan kembali dicicipi dalam kondisi dingin. Beberapa kopi punya rasa lebih nikmat disesap saat dingin.



"Saya baru menjadi bagian coffee cupping selama 1 tahun. Yang penting harus suka makan. Bagaimana bisa tahu rasa jeruk Bali kalau belum pernah makan jeruk Bali. 'Practice makes perfect'," komentar Sendy saat ditanya tentang kerja seorang coffee cupper. (msa/odi)