Kata Ardika Dwitama, Best Pastry Chef 2026 Soal Tren Pastry Indonesia

Kata Ardika Dwitama, Best Pastry Chef 2026 Soal Tren Pastry Indonesia

Atiqa Rana - detikFood
Minggu, 12 Apr 2026 19:00 WIB
August Restaurant
Foto: PRADITA UTAMA
Jakarta -

Sebagai salah satu pastry chef terbaik, chef Ardika Dwitama mengungkap pandangannya soal tren pastry di Indonesia. Ia menilai sudah maju hingga memungkinkan ada perkembangan ke depannya.

Usai menikmati hidangan utama, rasanya tak lengkap bila tidak ditutup dengan menikmati dessert. Dessert biasanya menawarkan cita rasa dominan manis dan memberi kesan penutup yang menyenangkan setelah makan.

Begitu juga dengan pastry atau makanan berbasis adonan, seperti croissant hingga pie, yang sering menjadi bagian dessert maupun dimakan sendiri untuk sarapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belakangan ini semakin banyak kreasi dessert dan pastry yang berkembang di Indonesia. Beberapa jenisnya cepat viral karena terlihat menarik secara visual maupun penggunaan bahan unik.

ADVERTISEMENT

Terkait tren pastry di Indonesia, chef Ardika Dwitama mengungkap sudah sangat bagus dan semakin maju. Ke depannya ia juga melihat bahwa perkembangan tren pastry atau dessert di indonesia akan tetap baik.

Namun mungkin karier sebagai pastry chef di Indonesia masih terbatas. Menurut Head Pastry Chef August Restaurant, kebanyakan para chef muda atau lulusan pastry chef masuknya ke ranah hotel karena lingkup restoran yang belum banyak.

"Tetapi semoga ke depannya, next 5 tahun, 10 tahun, makin banyak restoran bagus, casual dining, fine dining, yang membutuhkan pastry chef," ujarnya.

August RestaurantMenurut chef Ardika, tren pastry di Indonesia sudah bagus dan kedepannya bisa lebih maju. Foto: PRADITA UTAMA

Tren dessert dan pastry yang berkembang baik di Indonesia juga menurutnya sudah bisa bersaing di kancah internasional. Hal terpenting menurutnya membuat kreasi yang tetap mempromosikan dessert khas Indonesia, seperti jajanan pasar atau fokus terhadap penggunaan bahan lokal yang jarang didengar di luar.

Terkait hal ini, pastry chef tersebut mencontohkan beberapa bahan yang bisa dimanfaatkan. Mulai dari pandan atau gula aren yang menurutnya tidak banyak dipakai di luar. Oleh karena itu, bahan tersebut bisa digunakan lebih sering agar semakin banyak orang yang tahu.

"Contoh kayak pandan atau gula aren itu kan nggak banyak dipakai di luar. Sebanyak mungkin kita bisa pakai, semakin orang dengar, semakin orang tahu mau coba, ya semakin bagus. Pandan, gula aren," ujarnya.

Sejumlah bahan lokal lainnya juga bisa dimanfaatkan. Misalnya rempah, seperti vanilla, kayu manis, bunga telang, hingga buah lokal sirsak bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membantu mempromosikan bahan lokal di kancah Internasional.



(aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads