ADVERTISEMENT

Mirip Klepon, Ini Onde-onde yang Wajib Ada Saat Syukuran Bugis-Makassar

Ai Khoiriah Etiek Nugraha - detikFood
Kamis, 12 Mei 2022 14:30 WIB
Di Jepang Klepon Disebut Onde-onde, Netizen Langsung Heboh
Foto: iStock Photo
Makassar -

Masyarakat Bugis-Makassar punya banyak makanan tradisional khas. Salah satunya kue yang wajib ada dalam acara syukuran. Namanya onde-onde yang bentuknya serupa klepon khas Jawa.

Onde-onde, kue tradisional khas Bugis-Makassar ini, juga disebut umba-umba oleh masyarakat lokal. Onde-onde punya sejarah panjang. Konon sudah ada sejak abad ke-13 hingga 14.

Onde-onde disukai karena rasanya yang nikmat. Adonan bola-bola yang kenyal ini dibuat dari tepung beras, kemudian diisi serutan gula merah yang lumer. Penyempurnanya adalah parutan kelapa yang memberi rasa gurih.

Selain karena rasanya yang nikmat, onde-onde juga kerap hadir pada acara ritual syukuran masyarakat Bugis-Makassar karena ada filosofinya. Tersimpan berbagai harapan dan doa melalui kue onde-onde ini.

Makanan klepon hijrah buatan santri Ponpes Al Mawaddah, KudusKue ini bukan dihadirkan saja di dalam sebuah ritual atau acara adat, tapi ada harapan dan doa Foto: Dok. Ponpes Al Mawaddah

Budayawan Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Firman Saleh mengatakan, "Jadi kue itu bukan dihadirkan saja di dalam sebuah ritual atau acara adat, tapi ada harapan dan doa," ungkap Firman kepada detikSulsel pada Selasa (10/5/2022).

Firman menjelaskan, onde-onde terbuat dari tiga bahan dasar yakni gula merah, tepung beras dan kelapa. Masing-masing bahan tersebut menjadi simbol-simbol tertentu bagi masyarakat Bugis Makassar.

Gula merah disimbolkan sebagai kesukaan, tepung beras simbol dari kekuatan, dan kelapa sebagai simbol kenikmatan. Tiga bahan ini dianggap oleh masyarakat Bugis-Makassar sebagai bahan pokok dalam pembuatan makanan Bugis-Makassar.

"Berbicara simbol atau kesepakatan, bahwa gula itu simbol suka, Tepung beras, beras kan adalah salah satu makanan pokok. Dan dia menjadi simbol kekuatan. Kelapa itu simbol kenikmatan," jelasnya.

Doa dan Harapan di Balik Kenikmatan Onde-onde

Klepon isi gula aren Di dalam manis dan legitnya onde-onde, tersimpan harapan Foto: detikfood

Kehadiran onde-onde dalam sajian ritual syukuran maupun acara adat di masyarakat Bugis-Makassar menyimpan berbagai doa dan harapan. Di dalam manis dan legitnya onde-onde, tersimpan harapan akan kekuatan, kenikmatan, dan disukai oleh orang lain.

"Onde-onde ini harus ada supaya yang membuat hajatan atau yang melaksanakan ritual atau tradisi maupun pesta adat, dengan adanya itu (Onde-onde) orang akan menyukainya, kemudian selalu ada kekuatan di dalamnya, kemudian selalu merasakan kenikmatan," jelas Firman.

Selain harapan yang tersimpan di dalam bahan-bahan yang digunakan, bentuk onde-onde yang bulat juga menyimpan harapan tersendiri. Bentuk ini menjadi simbol persatuan.

"Kenapa dia bulat, bukan segitiga atau segi empat, karena dia menjadi simbol persatuan. Jadi semuanya menyatu," tambah Firman.

Tidak hanya itu, Firman menambahkan bahwa sebutan lain dari onde-onde, yakni Umba-umba, juga memiliki makna doa. Pada nama tersebut, tersimpan doa meminta kehidupan yang lebih meningkat.

"Onde-onde itu juga disebut juga Umba-umba, artinya muncul atau naik atau meningkat. Harapan atau doa supaya rezekinya bertambah, stratanya dapat ditingkatkan, atau jabatannya lebih meningkat bagi yang melaksanakan hajatan," tutur Firman.

Baca Juga: ResepKlepon Isi Gula Aren yang Legit Lumer



Simak Video "Ketika Klepon Disulap Jadi Cake yang Cantik"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT