ADVERTISEMENT

Bikin Ngiler, Aneka Nasi Bakar Isi Tuna hingga Cumi Pedas Ada di Sini

Erika Dyah - detikFood
Rabu, 11 Mei 2022 10:10 WIB
Ilustrasi Nasi Bakar
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Nasi bakar isi tuna hingga cumi pedas bisa jadi alternatif makan praktis yang bikin ngiler. Cara memasaknya yang dibungkus rapi menggunakan daun pisang kemudian dibakar atau dipanggang membuat bumbunya meresap ke dalam nasi.

Selain itu, kemasannya yang digulung menggunakan daun pisang ini juga membuat nasi mampu memiliki aroma unik dan tambah sedap. Isiannya yang beragam pun membuat hidangan ini bisa jadi favorit banyak orang.

Seperti halnya kedai di Malang, salah satu pemilik usaha kuliner menawarkan kreasi nasi bakar dengan berbagai isian. Mulai dari Ayam Jamur Rica, Tuna Pampis hingga Cumi Pedas. Adapun usahanya ini ia namakan Sego Bakar Mak Nyak. Sego sendiri merupakan Bahasa Jawa dari kata nasi.

Ia mengaku usaha kulinernya ini berawal dari kondisi pandemi COVID-19 yang membuatnya berhenti bekerja. Sebab, sektor wisata yang digelutinya sebagai lahan mengais rezeki lumpuh total.

"Akhirnya setelah hampir 7 bulan bertahan dalam ketidakjelasan, kami memutar otak agar tetap dapat bertahan memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Lahirlah Sego Obong 'Mak Nyak' tepat di bulan Agustus 2020 kami memutuskan untuk berjualan dan alhamdulillah rasa dan keunikan yang kami sajikan direspons baik oleh para pembeli yang akhirnya menjadi pelanggan setia," ungkap Nadya kepada detikcom.

Ilustrasi Nasi BakarFoto: Dok. Instagram/segoobong.maknyak

Tak hanya menawarkan varian sego bakar, Nadya juga menjual hidangan lain seperti Lontong Sayur. Serta aneka lauk mulai dari Dory Crispy Sambal Matah, Sambal Goreng Tempe, Ikan Salem Bumbu Pija, Ikan Tuna Bumbu Habang, Oseng Kerang, hingga Cumi Masak Hitam yang nikmat dipadukan dengan nasi hangat.

Dari usaha kulinernya ini, Nadya mengatakan bisa mengumpulkan omzet hingga Rp9-10 juta per bulannya. Salah satunya dengan menjual lebih dari 900 pcs nasi bakar. Ia mengungkap kondisi pandemi tak terlalu berpengaruh pada usaha kulinernya. Sebab menurutnya makanan merupakan usaha yang mampu bertahan di era pandemi.

Kendati demikian, ada perubahan penghasilan yang cukup signifikan dirasakannya akibat dampak dari kondisi pandemi yang berubah-ubah. Untuk itu, ia melakukan 2 strategi penjualan baik online maupun offline. Termasuk juga menyediakan pengantaran bagi pelanggan sekitar atau dengan minimum order.

Selain itu, Nadya juga mengikuti program pengembangan bisnis kuliner 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' dari detikcom bekerja sama dengan Kraft Heinz Food Service untuk dapat membawa brand atau usahanya lebih berkembang agar dapat memberi banyak manfaat kepada sekitar.

Ia pun berharap program ini bisa menjadi salah satu jembatan serta media publikasi untuk lebih mengenalkan brand Sego Obong Mak Nyak kepada masyarakat.

(ads/ads)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT