ADVERTISEMENT

Pandemi Bikin Wanita Ini Buka Usaha Ayam Geprek, Omzet Rp 15 Juta/Bulan

Atta Kharisma - detikFood
Senin, 31 Jan 2022 11:21 WIB
ilustrasi ayam geprek
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Ayam geprek merupakan salah satu hidangan ayam yang kini sudah amat menjamur di Indonesia. Bahkan, aneka menu ayam geprek dapat kamu temukan dengan mudah di aplikasi ojek online.

Saat ini, kamu bisa menemukan banyak sekali varian ayam geprek, mulai dari ayam geprek, ayam geprek samyang, hingga ayam geprek mozarella. Kombinasi-kombinasi unik ini lah yang membuat orang-orang tidak pernah bosan memesan hidangan satu ini.

Karena itu tidak heran jika banyak yang melirik bisnis ayam geprek ini sebagai sumber mata pencarian baru, terutama di masa pandemi COVID-19. Misalnya saja seperti yang dilakukan oleh Aniesah Tatisya.

Aniesah merupakan salah satu yang terdampak dari pengurangan karyawan di perusahaan tempatnya bekerja lantaran COVID-19. Dengan modal seadanya, ia kemudian berinisiatif mendirikan usaha kuliner Ayam Geprek Empire Tambak Serang demi menyambung hidupnya.

"Awal berdirinya usaha Ayam Geprek Empire hikmah dari COVID-19. Karena awalnya kami sebagai karyawan yang terdampak dari pengurangan karyawan di perusahaan kami. Dengan modal seadanya kami coba menyelamatkan cash flow dengan penuh tekad dan niat untuk mempertahankan hidup dengan membuka usaha ayam geprek krispy sambal geprek," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (30/1/2022).

Mujurnya, usaha yang ia dirikan pada Desember 2020 itu mengalami kemajuan yang signifikan berkat lokasinya yang strategis.

"Alhamdulillah sampai sekarang dan merasakan kemajuan karena kami buka di lokasi yang cukup marketable. Karena di lingkungan kawasan industri," ungkapnya.

Dari bisnis barunya tersebut, Aniesah memperoleh keuntungan yang besar. Ia mengaku dalam sebulan mampu menjual hingga 150 kg ayam dan meraup omzet rata-rata Rp 15 juta setiap bulannya.

Kendati demikian, usaha milik Aniesah tak lepas dari terjangan pandemi. Ia mengatakan selama pandemi usahanya sempat mengalami penurunan karena aturan yang melarang makan di tempat.

"Dampak yang paling terasa pada saat tidak bisa makan di tempat," ucapnya.

Meskipun begitu, Aniesah tidak kehabisan akal dan mempromosikan usahanya lewat brosur dan media sosial.

"Kita perbanyak iklan di medsos dan juga sebar brosur untuk antar pesan," tuturnya.

Seperti pemilik usaha lainnya, Aniesah juga berkeinginan untuk mengembangkan bisnis miliknya tersebut. Untuk itu, dia pun mengikuti program 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' dari detikcom dan Kraft Heinz Food Service yang menghadirkan perbincangan seputar bisnis kuliner oleh para pakarnya.

Dengan mengikuti program ini, Aniesah berharap bisa mendapatkan dukungan ilmu yang kelak dapat semakin mengembangkan bisnisnya.

"Mendapatkan support ilmu dan bisa membantu mengembangkan bisnis lebih maju," pungkasnya.



Simak Video "Bikin Laper: Sensasi Makan Ayam Geprek Sambal Bakar"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT