Cerita Dewinta, Bikin Tepung Bumbu untuk Penderita Alergi MSG

Inkana Putri - detikFood Selasa, 11 Jan 2022 09:45 WIB
Instagram/tepungbumbugupi Foto: Instagram/tepungbumbugupi
Jakarta -

Tepung bumbu merupakan salah satu bahan utama untuk membuat makanan agar semakin crispy atau renyah. Tak hanya itu, tepung bumbu juga kerap digunakan agar makanan terasa lebih gurih.

Saat ini, ada banyak jenis tepung bumbu dengan berbagai rasa dan varian. Bahkan, tersedia juga tepung bumbu tanpa MSG. Mengingat mengonsumsi terlalu banyak MSG dapat berisiko terhadap kesehatan tubuh.

Dewinta Leliasari adalah salah seorang yang memproduksi tepung bumbu non MSG dengan merek Gupi. Adapun tepung bumbu ini sengaja dibuat lantaran anaknya yang memiliki alergi.

"Saya menjual makanan produk tepung bumbu non MSG Gupi dan ayam geprek Gupi. Usaha ini berawal dari coba-coba bikin resep ayam krispi karena anak saya suka makan nasi ayam, tapi di satu sisi dia ada riwayat alergi. Akhirnya terciptalah tepung bumbu non MSG Gupi dan ayam geprek non MSG Gupi," katanya kepada detikcom.

Lebih lanjut, Dewinta mengatakan penjualan tepung bumbu Gupi awalnya juga dilakukan secara iseng. Namun, seiring berjalannya waktu, produknya pun cukup diminati.

"Kemudian iseng-iseng saya tawarkan via online, alhamdulillah ada aja pembelinya. Dan berjalan hingga saat ini," ungkapnya.

Selain lebih sehat, tepung bumbu Gupi juga dapat digunakan untuk menggoreng berbagai makanan. Bahkan, konsumen juga tak perlu menambah penyedap rasa saat memasak.

"(Tepung bumbu Gupi) terbuat dari bahan campuran tepung berkualitas ditambah rempah-rempah alami tanpa tambahan penyedap rasa atau MSG sehingga juga cocok untuk penderita alergi makanan ber-MSG," tulisnya dikutip dari akun Instagram/tepungbumbugupi.

"Selain untuk ayam goreng tepung, tepung bumbu Gupi juga bisa digunakan untuk membuat bakwan sayur, udang krispi, brokoli krispi, tempe mendoan, tahu kres, dan aneka sajian krispi lainnya," lanjutnya.

Meski awalnya hanya iseng, Dewinta mengaku saat ini penjualan produknya sudah cukup banyak. Setiap bulannya, terdapat sekitar 1.000 pcs tepung Gupi. Sayangnya, adanya pandemi membuat usahanya juga ikut terdampak.

Oleh karena itu, ia mulai beralih online dan menggunakan sistem pre order (PO). Di samping itu, Dewinta juga mengikuti program yang dapat mengembangkan usaha kulinernya, seperti Kembangkan Bisnis Kulinermu dari detikcom dan Kraft Heinz Food Service.

"Selama Pandemi, saya ingin banyak belajar (ketika penjualan menurun drastis) salah satunya mengikuti program detikcom x Kraft Heinz supaya nanti ketika pandemi usai harapan saya bisa jualan lagi, baik offline maupun online dengan ada tambahan variasi menu dan tetap dengan prinsip non MSG," katanya.

"Alhamdulillah banyak sekali ilmu yang didapat, salah satunya banyak istilah bisnis yang saya ketahui," tutupnya.



Simak Video "Ciptakan Inovasi untuk Hadirkan Peluang Baru Usahamu"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com