Tak Cuma buat Masak, Belimbing Wuluh Bisa Dibikin Kue Loh!

Jihaan Khoirunnisaa - detikFood Senin, 10 Jan 2022 12:41 WIB
Averrhoa bilimbi a.k.a. Kamias/Cucumber tree/Bilimbi; edible and medicinal fruit of South East Asia Foto: iStock
Jakarta -

Belimbing merupakan salah satu buah yang populer dan digemari masyarakat. Bentuk dan jenisnya sendiri cukup beragam, dari belimbing berbentuk bintang besar dan belimbing wuluh yang bentuknya kecil.

Biasanya belimbing besar bisa langsung dikonsumsi kalau sudah matang. Berbeda dengan belimbing wuluh yang lebih sering dipakai sebagai bumbu pelengkap untuk menambah citarasa masakan, seperti pindang atau sayur asam. Hal ini karena rasanya yang cenderung asam, meski sudah matang.

Rasa asam pada belimbing wuluh berasal dari kandungan asam oxalic, sehingga buah mungil ini nyaris tidak mungkin dimakan mentah-mentah, terutama bagi penderita asam lambung.

Hal inilah yang mendorong Sri Rahayu untuk mengolah belimbing wuluh dan dijadikan kreasi cake yang nikmat. Sri mengaku prihatin karena melihat banyak limbah belimbing wuluh yang tidak termanfaatkan dengan baik. Lewat brand Dapoer Eftiga, ia ingin memperkenalkan inovasi olahan belimbing wuluh yang tidak hanya enak, tapi bisa disantap karena ramah di lambung.

"Awal usaha kami dimulai saat melihat banyaknya belimbing wuluh berserakan di halaman dan menjadi sampah. Saat itu terpikir bagaimana caranya menghasilkan sebuah produk olahan belimbing wuluh yang ramah di lambung," ujarnya.

Dikatakan Sri dalam membuat cake dari belimbing wuluh tidak langsung berhasil. Melainkan diperlukan banyak trial and error sampai bisa mendapatkan formula yang tepat.

"Lahirlah ide untuk membuat Bilimbi Cake di tahun 2019. Lewat trial error akhirnya kami mendapatkan formulasi yang pas untuk Bilimbi Cake yang harum, gurih, manis dan kecut(asam)," terangnya.

Kue olahan belimbing wuluhKue olahan belimbing wuluh Foto: dok. Instagram/dapursehatbunda

Dia menjelaskan untuk saat ini hanya menerima order dengan kapasitas yang terbatas, sesuai pesanan melalui laman Instagram @dapursehatbunda. Mengingat alat produksi yang ada masih sederhana. Menurutnya dalam sebulan ada sekitar 30 loyang kue yang berhasil terjual.

Kendati demikian, ia menyebut adanya penurunan signifikan terhadap penjualan Bilimbing Cake di masa pandemi COVID-19. Sebab selama pandemi, kue bukan menjadi prioritas kebutuhan masyarakat. Selain itu, dia juga sempat terkendala kenaikan harga bahan baku, yang ikut berdampak pada naiknya biaya produksi.

"Sehingga strategi yang kami lakukan adalah dengan melakukan edukasi terkait cara mendapatkan manfaat belimbing wuluh. Kami melakukan promosi dengan bantuan influencer. Namun sayang, sepertinya cara ini tidak cukup memberikan pengaruh pada penjualan," tuturnya.

Meski di tengah tantangan yang tidak mudah selama pandemi, namun tidak lantas menyurutkan semangat Sri untuk bisa mengembangkan bisnis kuliner yang dirintisnya ini. Ia juga mengikuti program pengembangan usaha 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' yang digelar detikcom bersama Kraft Heinz Food Service.

"Acaranya luar biasa. Harapannya kami bisa menjadi usaha yang naik kelas dan produk kami bisa diterima pasar lebih luas," pungkas dia.



Simak Video "Berburu Kue Lebaran di Pasar Mayestik"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com