Mau Jajan di Warung Berusia 1 Abad, Jangan Datang Lewat Jam 12 Siang

detikcom/Heri Susanto - detikFood Senin, 06 Des 2021 10:30 WIB
Warung Makan Bue Spoed Legendaris Berusia 1 Abad Foto: dok. Warung Makan Bu Spoed
Jakarta -

Mau menikmati masakan "Warung Makan Bu Spoed" yang berusia 1 abad. Sebaiknya datang lebih pagi, sebelum pukul 12.00 supaya bisa mencicipi masakan andalan.

Dari pengalaman detikcom, dua kali datang siang setelah pukul 13.00, sudah tutup dan masakan ludes terjual. Setelah semua dagangan habis, otomatis pemilik memilih menutup warung. Meski, warung ini buka Senin-Jumat pukul 08.00-15.00 WIB.

"Kalau datang sebaiknya memang sebelum siang. Biasanya semua menu masih komplit," kata Sari Dwijayanti, generasi keempat pemilik "Warung Makan Bu Spoed" ditemui Sabtu (4/12/2021).

Sari mengungkapkan, dengan usia yang sudah mencapai 100 tahun atau 1 abad, memang mayoritas pelanggannya adalah pelanggan loyal. Bahkan, pelanggan warung ini juga turun-temurun.

Baca juga: 5 Tips Diet Meisya Siregar yang Kian Bugar Usai Turun BB 26 Kg

Warung Makan Bue Spoed Legendaris Berusia 1 AbadWarung Makan Bue Spoed Legendaris Berusia 1 Abad Foto: dok. Warung Makan Bu Spoed

"Sama kalau kami resep masakan yang turun-temurun. Pelanggan juga banyak yang turun temurun. Dulu mbahnya yang jadi pelanggan, sekarang cucunya," imbuhnya.

Sari menambahkan, kesetiaan pelanggan ini bukan tanpa alasan. Mereka setia karena soal resep juga turun temurun sampai ke generasi keempat dirinya.

"Rasanya sama. Tapi memang ada menu yang diberikan khusus ke keluarga secara turun temurun. Saya dapatnya dari ibu yang merupakan generasi ketiga warung ini

Ia menambahkan, layanan lain yang membuat pelanggan setia adalah sikap disiplin sejak Mbah Harjo sang pendiri warung.

Baca juga: Pasangan Ini Buktikan Makan di Nusr Et Steakhouse Turki Jauh Lebih Murah

Warung Makan Bue Spoed Legendaris Berusia 1 AbadWarung Makan Bue Spoed Legendaris Berusia 1 Abad Foto: dok. Warung Makan Bu Spoed

"Simbah buyut dan simbah saya (generasi kedua) itu disiplin. Warung belum dibuka ya tidak melayani. Meski sudah ada beberapa masakan yang sudah matang," jelasnya.

Warung Makan Bu Spoed ini, untuk racikan bumbu sampai alat memasaknya masih manual. Bumbu ditumbuk, memasaknya dengan arang.

"Salah satu pesan ibu memang meminta semuanya dipertahankan," imbuhnya.

Tak hanya proses memasak yang dipertahankan, ia menambahkan, penamaan "Warung Makan Bu Spoed" ini juga merupakan kekhasan saat awal buka. Yaitu, warung yang konotasinya tempat makan kalangan menengah ke bawah.

"Kalau mau pakai restoran nanti kelihatan mahal," jelasnya.

Baca juga: Baso Bening Villa Duta: Kenikmatan Bakso Yamin Tanpa Kuah yang Jadi Favorit YouTuber



Simak Video "Pepes Bluluk, Cita Rasa Pepes Tak Biasa dari Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com