Bangga! Buku Tentang Rendang Jadi 'Best of the Best' di Gourmand Awards

Bangga! Buku Tentang Rendang Jadi 'Best of the Best' di Gourmand Awards

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Rabu, 01 Des 2021 12:30 WIB
Bangga! Buku Tentang Rendang Jadi Best of the Best di Gourmand Awards
Foto: Instagram renoandamsuri
Jakarta -

Prestasi membanggakan datang dari dunia kuliner Indonesia. Buku Rendang: Minang Legacy to the World yang ditulis Reno Andam Suri berhasil memenangkan 'Best of the Best 25' Gourmand Awards.

Buku kuliner Indonesia mungkin belum terlalu populer di kalangan masyarakat Indonesia, namun siapa sangka beberapa buku kuliner Indonesia berjaya di kancah internasional? Salah satunya mengupas seluk-beluk rendang, makanan tradisional Minang.

Buku berjudul Rendang: Minang Legacy to the World karya Reno Andam Suri berhasil memenangkan 'Best of the Best 25' Gourmand Awards kategori C01 Local - Region. Buku ini bersanding dengan buku kuliner dari China, Jepang, Afrika Selatan, hingga Prancis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penghargaan 'Best of the Best 25' diberikan dalam rangka 25 tahun usia penghargaan bergengsi ini sejak diperkenalkan tahun 1995 oleh Edouard Cointreau. Di dunia buku kuliner, Gourmand Awards layaknya penghargaan Oscar dalam festival film dunia.

Lalu seperti apa kisah buku Rendang: Minang Legacy to the World bisa memenangkan Gourmand Awards? Cerita apa saja yang disampaikan dalam buku ini?

ADVERTISEMENT

Berikut detikfood merangkum informasinya dari hasil wawancara bersama sang penulis buku, Reno Andam Suri (1/12):

Pengumuman nominasi sudah sejak sebelum pandemi Covid-19

Bangga! Buku Tentang Rendang Jadi 'Best of the Best' di Gourmand AwardsBangga! Buku Tentang Rendang Jadi 'Best of the Best' di Gourmand Awards Foto: Instagram renoandamsuri

Uni Reno, sapaan akrab Reno Andam Suri, mengatakan pengumuman bahwa buku Rendang: Minang Legacy to the World miliknya masuk nominasi 'Best of the Best 25' Gourmand Awards sudah sejak sebelum pandemi Covid-19.

"Mereka sudah kirim email bahwa buku ini akan diadu lagi dengan buku-buku lain di tema yang sama. Jadi di kategori yang sama, kategorinya itu adalah local cookbook. Jadi dari tahun berapa berapa, mereka adu lagi," kata uni Reno mengawali cerita.

Ia melanjutkan, "Buku aku sendiri waktu itu tahun 2014, menang di kategori local cookbook, nah sekarang di 25 tahun Gourmand Awards, mereka mengumpulkan para pemenang-pemenang ini untuk dilombakan lagi."

Uni Reno kemudian mendapat kabar bahagia pagi ini (1/12/21), kalau bukunya jadi pemenang. "Bangun tidur dapat kabar dari seorang sahabat bernama Eka di Prancis, yang dia banyak memperkenalkan makanan-makanan Indonesia dan cerita-cerita Indonesia di Prancis. Dia cukup dekat dengan panitia Gourmand Awards ini. Jadi dia bisa memberi kabar bahwa buku aku ikut menang," katanya.

Kebahagiaan uni Reno semakin lengkap karena dalam acara penobatan pemenang, tari pasambahan khas Minang, ikut ditampilkan dalam ajang penghargaan bergengsi ini.

Simak juga 'Lezat dan Sehat! Menyantap Rendang Tempe di Tepian Sawah Asri':

[Gambas:Video 20detik]



Buku yang menceritakan soal beragam rendang di Sumatera Barat

Bangga! Buku Tentang Rendang Jadi 'Best of the Best' di Gourmand AwardsBangga! Buku Tentang Rendang Jadi 'Best of the Best' di Gourmand Awards Foto: Instagram renoandamsuri

Mengenai isi buku Rendang: Minang Legacy to the World, uni Reno mengatakan sama dengan buku Rendang Traveler buatannya juga. "Buku ini menceritakan tentang rendang Minang, mendokumentasikan beragam rendang yang ada di Sumatera Barat. Dibuat edisinya sangat terbatas, cuma 10 eksemplar, 10 buku waktu itu, dan diikut lombakan juga di Gourmand Awards. (Intinya buku ini) menceritakan tentang rendang-rendang yang ada di Minangkabau," kata pengusaha kuliner Rendang Uni Farah ini.

Diakui uni Reno, proses pembuatan buku ini cukup lama, terutama dalam proses layout-nya. "Aku terlibat dari A sampai Z, dari mulai riset sampai layout dan proses cetaknya. Sekitar 1 tahun, bolak-balik Sumatera Barat dan akhirnya mengumpulkan semua rendang-rendang itu dan kemudian kita foto sebaik mungkin. Baru kita layout dan kita kirimkan buku itu ke Gourmand Awards untuk ikut dilombakan," katanya.

Senang rendang bisa semakin dikenal di internasional

Bangga! Buku Tentang Rendang Jadi 'Best of the Best' di Gourmand AwardsBangga! Buku Tentang Rendang Jadi 'Best of the Best' di Gourmand Awards Foto: Instagram renoandamsuri

Kemenangan buku Rendang: Minang Legacy to the World dalam ajang Gourmand Awards membuat uni Reno begitu senang. Ia menuturkan, "Tentu saja senang ketika makanan Indonesia, khususnya rendang, semakin dikenal orang, semakin diketahui orang cerita di baliknya."

"Jadi kalau sekarang mungkin orang-orang bisa memperkenalkan rendang sebagai makanan terenak nomor satu (di dunia) dengan menyajikannya, tapi menjadi lengkap ketika kita juga bisa menceritakan tentang rendang itu lebih jauh melalui bukunya. Jadi aku senang ketika buku ini bisa dibaca oleh orang-orang di luar sana, terpampang di toko buku luar negeri. Jadi itu salah satu yang membuat aku bangga atas penghargaan ini," tutup uni Reno.

Bagi yang tertarik, buku Rendang: Minang Legacy to the World bisa dibeli di Periplus atau melalui uni Reno di Instagramnya, renoandamsuri.

Bersanding dengan buku kuliner dari China hingga Prancis

Bangga! Buku Tentang Rendang Jadi 'Best of the Best' di Gourmand AwardsBangga! Buku Tentang Rendang Jadi 'Best of the Best' di Gourmand Awards Foto: Instagram renoandamsuri

Mengintip situs resmi Gourmand Awards, dalam kategori C01 Local - Region penghargaan 'Best of the Best 25' Gourmand Awards, buku Rendang: Minang Legacy to the World bersanding dengan buku-buku kuliner dari berbagai negara seperti Malaysia, China, Jepang, hingga Prancis.

Berikut daftarnya:

China - Cantonese Cuisine (Vorwerk 2019)
Kolombia - Atlantico sabe rico (2018)
Prancis - La Nouvelle Gastronomie Bretonne, Gerard Boscher, Christian Berat ( Le Telegramme 2012)
Indonesia - Rendang, Minang, Legacy to the world, Reno Andam (2014)
Jepang - La Brise souffle de Nagano, Hidetoshii Ohtomo (2018) 9784866230139
Malaysia - Kulit Manis, Terengganu, Puan Rosita bt Abdullah (My Viscom 2010)
Peru - Piura, Chef Adolfo Perret (2015)
Portugal - Algarve Mediterraneo, Maria Manuel Valagao (Tinta da China 2015)
Skotlandia (UK) - Shetland Food & Dining ,Marian Armitage (2015)
Afrika Selatan - Sandveldkos, Rina Theron (2017)
Spanyol - Eating with Hemingway, Basque, La Rioja, Aragon, Javier Munoz (2016)
Swedia - Smak pa Sapmi (Slow Food Sapmi 2014)

Halaman 2 dari 3
(adr/odi)

Hide Ads