Inovasi Misugaru Khas Korea Jadi Ide Bisnis Kuliner di Tengah Pandemi

Jihaan Khoirunnisa - detikFood Minggu, 08 Agu 2021 17:33 WIB
Instagram/minhodrinks Foto: Instagram/minhodrinks
Jakarta -

Pernah dengar tentang misugaru? Minuman menyehatkan yang terbuat berbagai biji-bijian ini memang cukup terkenal di Korea.

Misugaru adalah minuman tradisional yang terbuat dari tepung biji-bijian seperti quinoa, beras merah, beras hitam, biji kedelai, biji wijen, dan lainnya. Tak hanya sehat, minuman ini juga mengenyangkan sehingga sering menjadi teman untuk diet.

Popularitas misugaru di Indonesia memang belum seperti bobba, thai tea, iced coffee, dan lainnya. Hal inilah yang kemudian membuat Arya Putra, pengusaha UMKM asal Surabaya berinovasi untuk berbisnis misugaru di Indonesia.

"Saya punya impian mau buka bisnis minuman. Tadinya mau kopi, cuma udah banyak yang jual. Trus mikir di masa pandemi kalau buka stand biaya operasional tinggi dan sulit, modalnya juga besar. Akhirnya dapet chance waktu itu saya dapet dari Spencer buka peluang bisnis misugaru. Dia ngirim bahan, saya dapet lisensinya dan saya kerja sama dengan komunitas. Misugaru ini kan belum banyak yang jual di Indonesia. Jadi, saya lihat peluangnya masih besar banget," ujarnya kepada detikcom baru-baru ini.

Memulai bisnis di masa pandemi tentunya tak mudah bagi Arya. Terlebih Arya belum memiliki pengalaman sebagai pengusaha. Meski telah mendapatkan tawaran pekerjaan, Arya mengaku tetap memilih jalan sebagai pengusaha.

"Saya masih kerja waktu sebelum pandemi sebagai seorang konsultan. Saya sekarang juga masih konsultan, tapi bukan kerja di bawah orang. Gara-gara pandemi, planning saya hancur karena maunya kan kerja dulu, baru usaha. Saya memutuskan untuk keluar memang ingin cari kerjaan lain, tapi ternyata ada pandemi, dan cari pekerjaan nggak gampang," ungkapnya.

"Sebenernya sudah dapat tawaran pekerjaan, cuma nggak saya ambil dan pilih jadi entrepreneur langsung lebih dini," imbuhnya.

Memilih jalan sebagai pengusaha tentu banyak dihadapi dengan berbagai tantangan. Untuk itu, Arya terus berupaya untuk mengembangkan bisnisnya. Salah satunya dengan mengikuti webinar 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' yang digelar Kraft Heinz Food Service dan detikcom.

"Memang masih struggle, ada orderan dan cuma belum banyak. Tiga bulan berjalan dan sekarang berjalan, tapi memang masih harus ditingkatkan. Makanya ikut webinar Kraft. Walaupun sudah balik modal, tapi memang untuk jadi besar seperti ceritanya Mbak Nilamsari (Owner Baba Rafi) dan lainnya. Saya juga pengen sih suatu saat kayak gitu," katanya.

Lewat webinar ini, Arya mengatakan dirinya mendapatkan banyak ilmu dari para pengusaha kuliner ternama. Bahkan, dari webinar pertama dirinya mendapatkan banyak insight soal berbisnis bagi pemula. Tak hanya itu, Arya juga mengaku tertarik untuk mendapatkan kesempatan memenangkan hadiah.

"Awal tahu (webinar) dari Instagram, terus sempet liat topiknya cocok banget untuk pebisnis F&B. Liat nama Kraft juga sudah cukup besar. Akhirnya saya tertarik, di situ juga saya liat kan ada chance kalau berhasil bisnisnya bisa dipromosiin," paparnya.

"Kalau saya suka yang pertama karena lebih banyak insight seperti bagaimana mulai usaha dari nol. Supaya bisnis jadi besar apa saja yang mesti dilakukan. Terus cerita dari effort narasumber di awal mulai usaha, saya dapat banyak insight dari sana," ungkapnya.

Soal rencana bisnis ke depan, Arya mengatakan dirinya akan meningkatkan promosi minhodrinks agar lebih terkenal di masyarakat. Salah satunya dengan menerapkan strategi bisnis yang telah didapat lewat webinar.

"Kalau untuk rencana sudah banyak, tapi kita lihat yang paling possible yang mana. Apakah bisnis minuman ini akan kami kembangan untuk jadi franchise atau bikin pabrik sehingga bisa produksi massal. Tapi, untuk sekarang masih lebih ke pemasaran dengan memanfaatkan media sosial agar lebih banyak yang kenal," katanya.

Sementara itu, Managing Director Kraft Heinz Indonesia & PNG, Steven Debrabandere mengatakan gelaran webinar tersebut merupakan bentuk dukungan Kraft Heinz Food Service bagi UMKM kuliner di Indonesia.

"Melalui webinar ini, Kraft Heinz Food Service sebagai partner pelaku bisnis kuliner, ingin menyediakan wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan khususnya untuk UMKM kuliner agar bisa maju dan berkembang di masa pandemi ini." ujarnya.

Kraft Heinz Food Institute juga memberikan kesempatan bagi UMKM peserta webinar terpilih untuk mempromosikan bisnis kulinernya melalui detikcom. Ada juga tambahan modal senilai Rp 30 juta rupiah bagi para UMKM kuliner untuk mengembangkan bisnisnya. Selain itu, 10 UMKM terpilih juga akan berkesempatan mengikuti sesi pelatihan eksklusif dan kelas memasak dari Ultra Indonesia dan ACP Indonesia.

Melalui webinar ini, Steven berharap pelaku UMKM dapat mendapat pengetahuan untuk mengembangkan bisnisnya di tengah pandemi. Dengan demikian, bisnis kuliner di Indonesia dapat terus berkembang lebih baik.

"Dengan adanya webinar ini, kami berharap para pelaku bisnis kuliner dan masyarakat luas yang tertarik terjun di bisnis kuliner dapat berkembang dan bergerak maju secara bersama-sama untuk menuju Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.



Simak Video "Sate Taichan Sambal Terasi"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com