Pandemi Gini Mau Mulai Bisnis Kuliner? Ini Saran Owner Kebab Baba Rafi

Jihaan Khoirunnisa - detikFood Jumat, 06 Agu 2021 16:26 WIB
Ekspansi ke India, Kebab Baba Rafi Mau Buka 100 Gerai Foto: Dok. Baba Rafi
Jakarta -

Banyak masyarakat yang terdampak pandemi, termasuk pekerja yang pendapatannya berkurang atau bahkan harus terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Menjadi wirausaha bisa menjadi jalan keluar untuk menambah pemasukan, namun tidak sedikit yang bingung mau bisnis apa dan bagaimana cara memulainya.

Owner dan CEO Kebab Baba Rafi Indonesia Nilamsari mengatakan untuk memulai bisnis di masa pandemi COVID-19 tidak boleh asal. Sebab menurutnya pengusaha harus cermat melihat kondisi dan mencari peluang bisnis yang bisa dijalankan saat pandemi. Ia pun menyarankan untuk membuka bisnis berbasis online. Hal ini mengingat pasar usaha online yang masih terbuka lebar.

"Kalau mainnya konvensional, itu berat. Udah pasti bleeding di awal-awal. Dalam keadaan normal aja udah pasti bleeding, apalagi dalam keadaan seperti ini. Tapi kalau emang mau konsepnya online, itu peluangnya lebih besar," ujarnya kepada detikcom, Jumat (6/8/2021).

Selain itu Nilam menilai saat ini terdapat tren perubahan perilaku konsumen. Masyarakat kini lebih cenderung memanfaatkan platform online untuk membeli kebutuhan. Sehingga hal tersebut harus menjadi faktor yang menjadi pertimbangan masyarakat jika ingin memulai usaha baru di masa pandemi.

"Sebenarnya sekarang itu adalah shifting, bagaimana mengubah pola orang belanja. Kalau dulu polanya offline, makin ke sini online. Makin ke sini juga orang sudah tidak terlalu di restoran, tapi cenderung nyetok di rumah," tandasnya.

Nilam tak memungkiri jika kondisi pembatasan masyarakat atau PPKM turut berdampak pada geliat usaha kuliner di Tanah Air. Namun, ia menyebut situasi tersebut tidak menjadi penghalang yang berarti, selama calon pebisnis bisa fokus melihat potensi, tidak hanya pada ancamannya saja.

"Tinggal bagaimana kita mencermati keadaan di market dengan seksama. Jadi jangan terlalu larut terbawa (situasi). Tapi bagaimana kita melihat potensi instead of ancaman. Karena kalau lihat potensi kita bisa follow the wave. Sekarang potensinya ke arah online berarti kita menuju ke arah sana," tuturnya.

Untuk itu, Nilam mendukung kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat seputar usaha di sektor kuliner. Seperti halnya yang dilakukan oleh Kraft Heinz Food Service yang bekerja sama dengan detikcom menggelar webinar bertajuk 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' pada 29 Juli dan 5 Agustus 2021 lalu.

Nilam yang juga hadir sebagai narasumber mengatakan acara tersebut dapat ikut berperan dalam memajukan UMKM kuliner di Indonesia. Sebab informasi yang dibagikan tidak hanya berguna bagi pebisnis yang sudah memiliki usaha, namun juga masyarakat yang tertarik terjun ke dunia usaha kuliner.

"Memang itulah yang dibutuhkan oleh market sekarang. Karena mereka banyak yang kena PHK, nggak ngerti harus gimana. Mau bisnis juga bingung dengan keadaan sekarang. Serba chaos seperti sekarang ini," katanya.

"Tapi acara (Kraft Heinz Food Service) kemarin menunjukkan banget bahwa makanan yang bisa dijual seperti ini. Jadi memang dari berbagai sudut pandang itu bagus banget ya. Mereka jadi paham ternyata bisnis kuliner seperti ini," imbuhnya.

Selain topik yang diangkat, menurutnya webinar dikemas dengan menarik. Sehingga peserta bisa ikut aktif bertanya, tidak hanya sekadar menyimak saja.

"Kan saya juga sering ya ngasih seminar. Tapi ini kok benar-benar bagus banget responsnya. (Yang berkesan) komennya banyak banget sampai 800 komen. Menampilkan chef terkenal, pembicara yang oke. So far saya lihat kombinasi acaranya bagus banget. Dan target market yang dituju pas," katanya.

Bahkan Nilam mengaku kaget karena mendapat 100-an pesan di Instagram dari para peserta UMKM yang ikut webinar dari Kraft Heinz Food Service untuk berdiskusi seputar kendala dalam berbisnis kuliner. Hal ini dinilainya menunjukkan antusiasme peserta yang masih tinggi meski acara sudah selesai.

Diketahui rangkaian pertama webinar 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' diikuti oleh 26 ribu UMKM, sedangkan jumlah peserta di seri webinar ke 2 yaitu 24 ribu UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Selain Nilamsari, acara ini turut dihadiri oleh Founder & Owner Bittersweet by Najla, Najla Bisyir; Owner Waroeng Steak & Shake, Jody Broto Suseno; Cynthia Chaerunisa, Co-Founder Kopi Kenangan, serta Professional Chef, Martin Praja.

Managing Director Kraft Heinz Indonesia & PNG, Steven Debrabandere mengatakan gelaran webinar tersebut merupakan bentuk dukungan Kraft Heinz Food Service agar UMKM kuliner di Indonesia bisa maju dan berkembang, terutama di masa pandemi COVID-19.

"Melalui webinar ini, Kraft Heinz Food Service sebagai partner pelaku bisnis kuliner, ingin menyediakan wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan khususnya untuk UMKM kuliner agar bisa maju dan berkembang di masa pandemi ini." ujarnya.

Steven menambahkan, untuk mendorong digitalisasi bagi UMKM kuliner, Kraft Heinz Food Service juga mengajak Digital Marketing Expert, Niko Julius untuk berbagai ilmu seputar pembuatan konten sosial media dan pemasaran produk secara digital. Hal ini juga sejalan dengan upaya Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) yang menargetkan 30 juta UMKM go digital hingga tahun 2024.

Tidak hanya berbagi ilmu dan pengalaman, lanjut Steven, pihaknya juga memberikan kesempatan bagi UMKM peserta webinar terpilih dengan bisnis dan prospek paling potensial untuk mempromosikan bisnis kulinernya melalui detikcom.

Ada juga tambahan modal senilai Rp 30 juta rupiah bagi para UMKM kuliner untuk mengembangkan bisnisnya. Sementara itu, bagi 10 UMKM terpilih juga akan berkesempatan mengikuti sesi pelatihan eksklusif dan kelas memasak dari Ultra Indonesia dan ACP Indonesia.



Simak Video "Sate Taichan Sambal Terasi"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com