Bikin Nagih, 5 Kuliner Lezat Khas Bali Ini Wajib Dicoba

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFood Rabu, 28 Jul 2021 15:00 WIB
Ilustrasi makanan khas Bali. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Tak ada yang lebih indah dibandingkan pesona Pulau Bali. Panorama alamnya yang indah membuat siapapun akan terhipnotis untuk terus datang ke nirwana di Indonesia Tengah ini.

Tapi tak cuma keindahan pantainya, makanannya yang lezat juga membuat wisatawan rindu akan Pulau Dewata. Memang soal kuliner, Bali menjadi salah satu kota #DiIndonesiaAja yang menyimpan segudang makanan lezat.

Bahkan banyak lho orang yang rela berkunjung ke Bali demi mencicipi kuliner yang menggugah selera. Buat yang ingin mencicip makanan khas Bali di tengah pandemi, 5 makanan ini wajib ada di daftar kulinermu!

Ayam Betutu

Resep Ayam Betutu Khas BaliResep Ayam Betutu Khas Bali Foto: iStock


Kamu pencinta makanan pedas? Mungkin ayam betutu bisa jadi makanan yang wajib kamu cicip. Ya, hidangan khas Bali dimasak dengan cara dikukus atau dipanggang dan ditambahkan rempah-rempah yang kaya akan rasa.

Hidangan pedas ini menjadi makanan yang populer loh di Bali dan di Lombok. Apalagi, ketika ayam betutu disajikan dengan nasi panas, wah pastinya membuat siapapun langsung ingin melahapnya. Uniknya, bumbu dari ayam betutu serta cara masaknya bisa berbeda-beda berdasarkan wilayah yang ada di Bali.

Buat yang ingin mencobanya, bisa datang ke Krisna Gallery Resto yang berlokasi di Denpasar, Bali. Di tempat ini, untuk makanan dibanderol di bawah Rp 75.000 per orang belum termasuk pajak.

Bebek Pelalah

Satu lagi makanan pedas yang wajib masuk ke bucket list kamu para pecinta makanan pedas adalah Bebek Pelalah. Berbeda dari ayam pelalah yang disuwir, bebek pelalah biasanya disajikan utuh, tetapi sambal yang digunakan sama seperti ayam pelalah.

Bebek pelalah biasanya disajikan dengan satu porsi nasi hangat. Sekali suap, rasa pedas bercampur nikmat membuat siapapun nagih untuk memakannya lagi.

Untuk menyantap sajian satu ini, kamu bisa mendatangi Restoran Bebek Bengil yang ada di Ubud. Satu porsi bebek bengil dibanderol dengan harga Rp 130.000 belum termasuk pajak.

Nasi Campur


nasi campur baliNasi campur bali Foto: Instagram


Ini dia 'Nasi Rames'nya Pulau Dewata. Nasi campur memang sudah menjadi makanan one dish meal-nya Indonesia. Umumnya makanan ini dihidangkan dengan berbagai lauk yang menggugah selera.

Nah, untuk Nasi Campur yang ada di Bali biasanya komplet disajikan dalam satu piring berisi nasi putih hangat yang dipadukan dengan lauk menggugah selera khas Bali seperti sate lilit, jukut urap, tum ayam, ayam suir, dan lauk lainnya.

Buat yang ingin mencicip makanan yang satu ini, kamu bisa mencobanya di Kafe Batan Waru yang terletak di Lippo Mall Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Di tempat ini, Nasi Campur dibanderol dengan harga Rp 75 ribu untuk yang regular dan Rp 95 ribu untuk yang spesial.

Pilihan lainnya yang bisa didatangi adalah Warung Semesta di Ubud, Bali. Di restoran ini, kamu bisa mendapatkan satu piring nasi campur dengan harga Rp 60 ribu. Harga-harga tersebut belum termasuk pajak ya.

Sate Lilit

Sate Lilit Ayam Khas BaliSate Lilit Ayam Khas Bali Foto: iStock

Sate lilit merupakan satu dari variasi sate yang ada di Indonesia. Sate khas Bali ini biasanya dibuat dari berbagai macam daging mulai dari ayam, sapi, bahkan bebek. Bumbunya adalah campuran kelapa parut, santan kental, perasan lemon, bawang merah, dan lada.

Daging cincang yang telah dibumbui kemudian dililit pada bambu, tebu, ataupun sereh (serai), kemudian dipanggang di atas arang. Istilah 'lilit' berarti 'membungkus', yang sesuai dengan metode pembuatannya yang melilit daging daripada menusuknya.

Untuk yang ingin menyantap hidangan ini, kamu bisa datang ke Bebek Tebasari di Ubud. Restoran ini menyuguhkan sate lilit dengan campuran daging, ayam dan ikan yang dibanderol dengan harga Rp 75 ribu. Harga tersebut belum termasuk pajak.

Serombotan

Siapa di antara kamu yang vegetarian? Makanan khas Bali satu ini bisa menjadi pilihan buat kamu para vegetarian atau bukan vegetarian. Serombotan adalah makanan yang identik dengan sayur-sayuran seperti kacang panjang, kangkung, bayam, buncis, tauge, terong bulat, dan pare.

Sama seperti salad yang ada di negara lain, namun yang membedakan adalah bumbunya yang berisikan campuran kunyit tumbuk, lengkuas, bawang putih, bawang merah, ketumbar, dan kencur. Bumbu-bumbu ini dicampur dengan sambal kacang dan bumbu pedas yang membuat variasi rasa dalam satu suapan.

Untuk menyantap hidangan ini, kamu bisa datang ke Restoran Bebek Timbungan yang ada di Kuta, Bali. Satu porsi serombotan di restoran ini kamu bisa mendapatkannya dengan harga Rp 23.600, harga tersebut belum termasuk pajak.

Itu tadi beberapa kuliner khas Bali yang wajib banget kamu cicipi sekarang juga. Saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah mengupayakan reaktivasi. Ini dilakukan agar ekonomi yang ada di Bali bisa kembali seperti semula.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno memaparkan setidaknya ada 3 strategi untuk reaktivasi Bali. Pertama yaitu percepatan program vaksinasi bagi masyarakat Bali. Direncanakan 70 persen penduduk Bali bisa mendapatkan vaksinasi, yaitu sebanyak 3 juta orang, dari jumlah penduduk Bali yang mencapai 4,3 juta orang.

"Kami terus menyiapkan pemulihan pariwisata di Bali. Kami melihat dari penanganan COVID-19 sudah jauh lebih baik, dan vaksinasi ini kami apresiasi, bahwa Bali sebagai provinsi yang mendapatkan persentase vaksinasi tertinggi dari targeted group. Dan sesuai dengan arahan Presiden vaksinasi itu harus sudah diselesaikan pada Juli ini," ujar Sandiaga dikutip dari website resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Selain program vaksinasi, kepatuhan terhadap protokol kesehatan juga akan diperketat. Beberapa program Kemenparekraf untuk membantu hal tersebut diantaranya melalui Gerakan BISA yang masih digulirkan di destinasi wisata yang ada di Bali dan juga daerah lainnya yang ada di Indonesia. Kemudian, sertifikasi CHSE yang jumlahnya akan terus ditingkatkan.

"Jadi dari segi jumlah destinasi wisata, hotel dan restoran yang tersertifikasi, Bali yang tertinggi dari segi kepatuhannya terhadap CHSE. Mulai bulan Juli, kita akan memulai program CHSE dan Bali kita targetkan dua kali lipat dari tahun lalu, menjadi 1.200 destinasi wisata, hotel, dan restoran yang akan tersertifikasi CHSE," ucap Sandiaga.

"Dan terakhir, untuk jangka menengah panjang, penyiapan dari reaktivasi Bali dan diversifikasi ekonomi Bali. Kita harapkan akan mempercepat pemulihan pariwisata di Bali sesuai dengan pengendalian COVID-19 yang lebih baik lagi kedepannya," sambungya.

Nah, berbicara soal CHSE, restoran yang tadi disebutkan di atas telah menerapkan prokes ketat dan tersertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) dan menyediakan layanan order online. Dengan demikian kamu dapat #BeliKreatifLokal dengan lebih aman dan nyaman.

Selain restoran di atas, kamu juga bisa memilih restoran lainnya dengan mengulik-ulik brand lokal lainnya melalui website CHSE Kemenparekraf atau Beli Kreatif Lokal.

Meski demikian, pastikan juga kamu tetap menerapkan protokol kesehatan 6M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, serta menghindari makan bersama) dan ikut program vaksinasi.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, pesan menu-menu kuliner khas ini dari aplikasi online ponsel kamu, biar bisa dinikmati bareng keluarga #DiRumahAja.

Buat kamu yang ngaku cinta kuliner Indonesia, ikuti juga aktivasi di TikTok melalui Hashtag Challenge #DiIndonesiaAja untuk menangkan hadiah saldo uang elektronik dan merchandise eksklusif Wonderful Indonesia.

Follow juga IG @pesonaid_travel untuk tahu informasi lengkap tentang kuliner dan destinasi wisata #DiIndonesiaAja.



Simak Video "Jemunak, Makanan Khas Magelang yang Hanya Ada Tiap Ramadhan"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com