Jajan Sate Kere yang Gurih Kenyal di Pasar Beringharjo

Adjie Prasetya - detikFood Jumat, 16 Apr 2021 15:34 WIB
sate kere di pasar bringhajo Foto: detikFood/Adjie Prasetya
Jakarta -

Pasar Beringharjo kini menjadi destinasi wisata kuliner. Ada beragam jajanan enak legendaris di dalam dan sekitar pasar. salah satunya sate kere.

Letak pasar Beringharjo yang dekat dengan Malioboro membuatnya jadi daya tarik wisatawan lokal. Di sini mereka bisa belanja beragam jenis batik dan kerajinan juga makanan serba enak dan murah.

Di Pasar Beringharjo ada gado-gado enak, nasi empal, pecel hingga es campur dan beragam camilan yang bisa dicicipi atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Salah satunya sate kere.

Nama 'kere' yang artinya 'miskin' merupakan asal muasal sate ini dibuat. Dahulu sate merupakan makanan mewah yang hanya bisa dinikmati oleh masyarakat golongan atas dan bangsawan.

sate kere di pasar bringhajosate kere di pasar bringhajo Foto: detikFood/Adjie Prasetya

Kalaupun dijual harganya mahal dan rakyat kebanyakan tak mampu membeli. Mereka kemudian membuat sate kere yang berbahan dasar jeroan sapi yang lebih murah dari daging sapi.

Detikfood ingin memncicipi sate kere yang kini populer di Pasar Beringharjo. Kami mengunjungi salah satu penjual sate kere bernama bu Endang.

Ibu ini berjualan di gerobak kecil sederhananya, tepat berada di depan gerbang B1 dari pasar Beringharjo. Meskipun mungil gerobaknya diberi tulisan jelas hingga mudah ditemui. Di sana tampak ada beberapa pembeli mengantre.

Sate kere disajikan di atas kertas nasi, menambah kesan sederhana. Pembeli bisa makan ditempat dengan kursi kecil yang disediakan oleh sang penjual atau pun dibungkus bawa pulang.

Lima tusuk sate kere dan potongan ketupat kecil-kecil itu dihargai 15 ribu rupiah. Jika tanpa ketupat harganya tetap sama. Bagi si ibu itu ketupat hanya bonus untuk pembeli.

''Itu kan ketupat kecil, jadi hanya bonus lah untuk pembeli,'' ujar wanita berusia 54 tahun ini.

sate kere di pasar bringhajosate kere di pasar bringhajo Foto: detikFood/Adjie Prasetya

Satenya memakai potongan jeroan sapi, rasanya gurih kuat. Meskipun teksturnya sedikit liat karena kebanyakan sate kere ini bercampur dengan gajih atau lemak dari sapi. Tapi hal ini tentunya tidak menguragi rasa gurih sedap sate ini.

Perpaduan antara bumbu kacang dan cabai menjadi cita rasa khas dan membuat jenis sate ini makin enak dikunyah. Belum lagi ketupatnya yang empuk meskipun dalam potongan kecil.

Untuk racikan bumbu bu Endang mengaku meracik sendiri dan tidak ada yang khusus. Namun, ia selalu membakar sate dengan api arang. Karenanya satenya beraroma asap yang sedap dan renyah karena bakaran api arang. Itulah yang membuat satenya laris. Meskipun ia berjualan hanya beberapa jam saja.

''Di sini ramai pembeli, sate setiap berjualan selalu habis sekitar 2-3 kilo bahan dari rumah. Karena itu makanya saya jualan paling cuma dari sekitar siang jam 11-an sampai sore jam 4 atau 5-an,'' tuturnya kepada detikcom.

Pengalaman panjang sang penjual juga tampaknya menjadi pembeda sehingga sate ini dengan yang lain. Ibu Endang mengaku sudah berjualan sekitar 30 tahunan.

'Saya jualan udah lama ya, dari sekitar umur 20-an sampe sekarang 54 tahun,'' tutupnya.



Simak Video "Sate Kere, Kuliner Tradisional Khas Solo Berbahan Tempe Gembus"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com