Sego Cawuk Bu Mantih: Sarapan Nasi Kuah khas Banyuwangi yang Legendaris

Sonia Basoni - detikFood Senin, 21 Des 2020 07:00 WIB
Sego Cawuk Bu Mantih: Sarapan Nasi Kuah khas Banyuwangi yang Legendaris Foto: detikFood/Sonia Permata
Banyuwangi -

Jadi menu sarapan paling legendaris di kota Banyuwangi, sego cawuk racikan Bu Mantih tak pernah berubah sejak 48 tahun lalu. Mulai dari kuah gecok hingga pepes ikan tenggiri yang enak.

Banyuwangi tak hanya menawarkan beragam pilihan destinasi wisata alam yang menakjubkan, tapi juga kuliner tradisonalnya yang patut diacungi jempol. Tak terhitung berapa banyak jumlah makanan enak khas Banyuwangi yang wajib dicoba jika kamu sedang berkunjung atau berlibur ke sana.

Baca Juga: Kaldu Kacang Hijau, Sup Kambing Khas Banyuwangi yang Mantul

Dari sekian banyak kuliner khas Banyuwangi, ada yang namanya sego cawuk. Sego cawuk tergolong menu sarapan autentik Banyuwangi yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Kombinasi kuah pindang dan kuah cawuk, hingga lauk seperti pepes ikan dan telur membuat sarapan nasi kuah ini jadi semakin enak.

Sego Cawuk Bu Mantih: Sarapan Nasi Kuah khas Banyuwangi yang LegendarisSego Cawuk Bu Mantih: Sarapan Nasi Kuah khas Banyuwangi yang Legendaris Foto: detikFood/Sonia Permata

Tak sulit menemukan tempat sarapan sego cawuk yang enak. Jika sedang berada di wilayah Rogojampi, bisa mampir untuk sarapan di warung Sego Cawuk Bu Mantih. Letak warung makan ini tak jauh dari pintu masuk Pasar Baru Rogojampi yang ramai.

Dalam rangkaian Road Trip Jakarta-Bali With Hybrid Car Toyota (19/12), tim detikcom tak melewatkan sarapan sego cawuk legendaris yang satu ini.

Meski usianya sudah tidak muda lagi, tapi Bu Mantih tetap konsisten dan semangat untuk membuka warung makan legendaris ini setiap harinya. Bu Mantih menjelaskan bahwa ia sudah berjualan sego cawuk sejak 1972. Tempatnya tetap di sekitar Rogojampi.

"Saya jualan sego cawuk ini sejak tahun 1972 sampai sekarang. Banyak orang yang tanya ke saya tentang racikan sego cawuk saya. Baru dari sana mereka mulai jual sego cawuk sendiri," ujar Bu Mantih yang usianya sudah mencapai 78 tahun.

Masakannya mungkin terlihat sederhana. Hanya sego cawuk dengan tambahan telur, dendeng, ikan hingga sayuran rebus. Tapi untuk masalah rasa tidak perlu diragukan lagi.

"Banyak pejabat daerah seperti Bapak Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Banyak juga YouTuber sampai turis yang penasaran untuk sarapan di sini," jelas Bu Mantih dengan senyum ramahnya. Letak warung makan ini memang tak jauh dari Stasiun Kereta Rogojampi, jadi banyak pelancong yang mampir makan di sini setelah turun dari kereta.

"Ini semuanya saya buat sendiri. Nasi cawuk itu kan ciri khasnya terletak pada kuah pindang dan kuah cawuknya itu ya. Di dalam kuah gecok ini ada parutan kelapa muda, jagung hingga timun. Jadi pas dimakan dengan nasi itu ada rasa manisnya dari campuran santan dan tambahan jagung," lanjut Bu Mantih.

Sego Cawuk Bu Mantih: Sarapan Nasi Kuah khas Banyuwangi yang LegendarisSego Cawuk Bu Mantih: Sarapan Nasi Kuah khas Banyuwangi yang Legendaris Foto: detikFood/Sonia Permata

Setelah disiram dengan kuah cawuk, nasi juga disajikan dengan kuah pindang yang berwarna hitam pekat. Untuk lauknya, Bu Mantih menyediakan tiga pilihan menu. Pertama ada pepes dari ikan tenggiri, kemudian ada dendeng sapi, krecek kikil, dan telur cit. Telur cit sendiri merupakan telur petis khas Banyuwangi.

Untuk rasa pepes ikannya sendiri, Bu Mantih sengaja menggunakan ikan tenggiri tanpa duri yang membuat rasanya semakin enak. Rasa gurih dan sedikit pedas dari bumbu pepes merahnya cukup terasa di setiap suapan.

Tapi rasanya ini semakin enak saat disantap dengan nasi kuah gecok dan jejak rasa kuah pindang. Tekstur serutan kelapa dan jagung menambah rasa unik di menu sarapan nasi yang satu ini.

Kalau suka pedas, wajib makan sego cawuk ini dengan racikan sambal khas Bu Mantih yang ekstra pedas. Uniknya lagi sambal ini diracik dengan tambahan kemiri yang kuat rasanya. Krecek kikilnya juga lembut dan tidak berbau. Sayangnya ketika kita berkunjung ke sana, dendeng sapinya sudah habis.

Untuk satu porsi sego cawuk dengan lauk komplet harganya sekitar Rp. 15.000. Sudah dapat lauk pepes ikan atau dendeng sapi, lengkap dengan nasi dan telur pindang.

Sego Cawuk Bu Mantih: Sarapan Nasi Kuah khas Banyuwangi yang LegendarisSego Cawuk Bu Mantih: Sarapan Nasi Kuah khas Banyuwangi yang Legendaris Foto: detikFood/Sonia Permata

"Biasanya setiap hari saya bisa menghabiskan 10-15 kg beras dan ikan laut untuk dijadikan pepes. Tapi semenjak pandemi, pengunjung jadi berkurang drastis. Kini saya hanya memasak bahan makanan sekitar 5 saja setiap harinya," ungkap Bu Mantih.

Tapi Bu Mantih tetap merasa bersyukur karena banyak pelanggan setianya yang tetap datang dan makan di sana. Bahkan tak hanya dari Banyuwangi saja, pelanggannya dari Surabaya, Bali, sampai Jakarta menyempatkan diri untuk sarapan di sini.

"Setiap paginya saya buka warung ini sekitar jam 6 pagi. Sampai jam 12 siang. Kadang bisa lebih cepat kalau dagangannya sudah habis," pungkas Bu Mantih dengan ramah.

Jika ingin sarapan di Sego Cawuk Bu Mantih, pastikan datang di bawah jam 8 pagi agar semua lauk dan menunya masih lengkap.

Baca Juga: 7 Makanan Khas Banyuwangi yang Terkenal, Kamu Suka yang Mana?

Sego Cawuk Bu Mantih


Pancoran Kulon, Rogojampi (Dekat stasiun kereta Rogojampi)
Banyuwangi, Jawa Timur.
Jam Buka: 06.00 -12.00



Simak Video "Sego Cawuk, Sarapan Autentik Khas Banyuwangi"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com