5 Fakta Tumpeng yang Sudah Ada Sejak Kepercayaan Kapitayan

Riska Fitria - detikFood
Minggu, 13 Des 2020 09:00 WIB
5 Fakta Tumpeng yang Sudah Ada Sejak Kepercayaan Kapitayan
Foto: iStock

3. Awal Mula Tumpeng Identik dengan Selametan

5 Fakta Tumpeng yang Sudah Ada Sejak Kepercayaan Kapitayan5 Fakta Tumpeng yang Sudah Ada Sejak Kepercayaan Kapitayan Foto: iStock


Sebelum viral seorang Ustaz yang mengatakan bahwa tumpeng adalah simbolisasi agama Hindu, tumpeng justru erat kaitannya dengan acara selametan pada agama Islam.

Chef Wira menjelaskan bahwa ada keterkaitan antara tumpeng dengan Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam di nusantara.

"Itu berawal dari Sunan Bonang yang datang ke sebuah desa di Kediri. Dulu di sana ada aliran yang dianggap ekstrem. Aliran itu ada upacara pengorbanan yang mengharuskan makan manusia," ujar Chef Wira.

Upacara itu kemudian ditiru oleh Sunan Bonang, tapi tanpa ada pengorbanan. Upacara itu dikenal dengan 'selametan'. Dalam selametan, Sunan Bonang menaruh tumpeng sebagai wujud rasa syukur kepada Alla SWT.

4. Makna Tumpeng Berbentuk Kerucut?

5 Fakta Tumpeng yang Sudah Ada Sejak Kepercayaan Kapitayan5 Fakta Tumpeng yang Sudah Ada Sejak Kepercayaan Kapitayan Foto: iStock

Tumpeng merupakan hal yang sakral. Wujudnya yang berbentuk kerucut saja memiliki filosofi yang mendalam. Orang Sunda mengibaratkan tumpeng seperti matahari dan gunung.

Nampan yang dihias dengan daun pisang mengibaratkan seperti matahari. Tumpeng yang populer di Sunda adalah berwarna kuning. Warna kuning itu disimbolkan sebagai warna matahari.

Sementara bentuk tumpeng mengibaratkan seperti gunung. Mereka sangat mengsakralkan gunung, karena mereka percaya bahwa gunung adalah tempat bersemayamnya para dewa dan arwah leluhur mereka.

Jadi, mereka perlu untukmensucikan dengan cara menyajikan makanan persembahan yang bentuknya menyerupai gunungMahameru. Hal tersebut juga dipercaya oleh mereka yang menganut agama Hindu. Dariitulahnya, tumpeng banyak dikaitkan dengan agama Hindu.